SpaceX Meluncurkan Kru 4 Astronot Amatir Pertama Kalinya

SpaceX Meluncurkan Kru 4 Astronot Amatir Pertama Kalinya

SpaceX Meluncurkan Kru 4 Astronot Amatir Pertama Kalinya – Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) adalah perusahaan transportasi luar angkasa swasta Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk. Perusahaan ini telah mengembangkan keluarga roket Falcon dengan tujuan menjadi kendaraan peluncuran yang dapat dipakai ulang.

SpaceX juga mengembangkan wahana antariksa SpaceX Dragon untuk mengirim suplai dan pergantian awak Stasiun Luar Angkasa Internasional. SpaceX telah menandai peluncuran kru yang terdiri dari 4 astronot amatir untuk pertama kalinya di dunia pada Rabu (15/9) waktu setempat.

Perusahaan ini didirikan pada tanggal 6 Mei 2002 oleh seorang pengusaha bernama Elon Musk. Awalnya perusahaan ini berbasis di El Segundo, SpaceX kini beroperasi di Hawthorne, California. Peluncuran yang berjalan dengan sukses ini merupakan prestasi paling ambisius di dalam pariwisata luar angkasa.

1. Direktur SpaceX mengakui merasa terkejut dan merinding saat peluncuran tersebut

Dilansir dari The Guardian, peluncuran keempat astronot amatir di dunia dalam penerbangan pribadi ini bertujuan untuk mengelilingi Bumi selama 3 hari ke depan.

Peluncuran yang berjalan dengan sukses pada Rabu waktu setempat menandai prestasi sekaligus lompatan paling ambisius dalam pariwisata luar angkasa.

Ini adalah penerbangan penumpang carteran pertama untuk perusahaan luar angkasa milik Elon Musk serta pertama kalinya sebuah roket melesat ke orbit dengan awak yang tidak berisi astronot profesional.

Direktur SpaceX, Benji Reed, merasa terkejut sekaligus merinding untuk membicarakan peristiwa bersejarah ini.

Keempat astronot amatir ini terdiri dari 2 pria dan 2 wanita dari kapsul Dragon sebelum meluncur ke lepas Pantai Florida.

Arceneaux menjadi orang AS termuda di luar angkasa dan orang pertama di luar angkasa dengan prostesis, batang titanium di kaki kirinya.

Juga ikut dalam perjalanan yakni pemenang undian, Chris Sembroski berusia 42 tahun (seorang insinyur data di Everett, Washington, AS) dan Sian Proctor berusia 51 tahun (seorang pendidik perguruan tinggi di Tempe, Arizona, AS).

2. Isaacman sempat meminta SpaceX untuk meminta kapsul Dragon lebih tinggi dari sebelumnya

Roket Falcon daur ulang melonjak dari landasan Kennedy Space Center yang sama yang digunakan oleh 3 penerbangan astronot perusahaan sebelumnya untuk NASA. Tetapi kali ini, kapsul Dragon membidik ketinggian sejauh 575 km, tepat di luar Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Di seluruh AS, karyawan SpaceX di kantor perusahaan pusat di Hawthorne, California, bersorak liar di setiap pencapaian penerbangan, termasuk ketika booster tahap pertama yang dihabiskan mendarat tegak di platform laut.

Dia bersama yang lainnya berpendapat bahwa label harga besar itu pada akhirnya akan menurunkan biaya.

Meskipun kapsulnya otomatis, keempat astronot amatir itu menghabiskan waktu selama 6 bulan untuk menjalani pelatihan untuk penerbangan guna mengatasi keadaan darurat apa pun.

Pelatihan itu termasuk penerbangan sentrifugal dan jet tempur, latihan peluncuran dan masuk kembali di simulator kapsul SpaceX, serta perjalanan melelahkan mendaki Gunung Rainier di Washington, D.C.

3. Sempat menentang pariwisata luar angkasa, NASA kini memberikan dukungan
Pertama Kalinya, SpaceX Luncurkan Kru 4 Astronot Amatir

Sekitar tahun 2000an lalu hanya melihat beberapa orang super kaya menghabiskan waktu selama 2 minggu di luar angkasa.

Era khusus pariwisata luar angkasa pada saat itu sempat berakhir pada tahun 2009 lalu ketika kursi cadangan di roket Rusia dibeli untuk penggunaan eksklusif astronot NASA.

Tetapi era kedua ini tampaknya akan lebih tangguh dari sebelumnya, hanya karena ada lebih banyak perusahaan ruang angkasa swasta yang mengejar bisnis serta ini akan menurunkan harga untuk kumpulan pelanggan yang lebih luas.

Elon Musk benar-benar berniat menjadikan manusia sebagai spesies multi-planet. Sayangnya, di balik keberhasilan itu ada beberapa pernyataan dari komentator yang telah menyuarakan keprihatinan tentang dampak kolektif pada iklim Bumi dari penerbangan luar angkasa seperti ini.

Roket Falcon menggunakan bahan bakar minyak tanah yang sangat halus yang menghasilkan gas rumah kaca karbon dioksida, bersama dengan nitrogen oksida, yang juga berkontribusi terhadap pemanasan global.

Emisi dari peluncuran roket tetap kecil dibandingkan dengan industri penerbangan, meskipun diproyeksikan akan tumbuh.

NASA juga sebelumnya menentang adanya pariwisata luar angkasa, namun kini berbalik arah dengan memberikan dukungan terhadap peluncuran tersebut.