Planet di Tata Surya dan di Luar Tata Surya yang Ada Hujan

Planet di Tata Surya dan di Luar Tata Surya yang Ada Hujan

Planet di Tata Surya dan di Luar Tata Surya yang Ada Hujan – Hujan adalah sebuah  presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Hujan jadi fenomena yang biasa terjadi di Bumi.

Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dengan adanya hujan, makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan bisa hidup dengan baik. Tapi tahukah kamu, Bumi bukan satu-satunya yang memiliki hujan?

Selain Bumi, ada beberapa planet di Tata Surya dan di luar Tata Surya yang juga memiliki hujan. Sayangnya menurut mnn.com, hujan yang mereka miliki tidak sama dengan Bumi. Lalu seperti apa penampakan hujan di planet-planet tersebut?

1. Venus
5 Planet Ini Ternyata Memiliki Hujan, Bisakah Manusia Hidup di Sana?

Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi. Selain ukurannya, nyatanya planet terpanas di Tata Surya ini juga memiliki hujan seperti Bumi. Namun hujan di Venus tidak berbentuk air bersih, melainkan hujan asam. Ini karena awan planet Venus terbuat dari asam sulfat, alhasil ketika air masuk pun akan bercampur dengan sulfur dioksida dan berubah jadi hujan asam.

Yang lebih mengerikan, suhu di planet Venus rata-rata mencapai 462 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, apa pun yang berbentuk cair akan menguap sebelum bisa mencapai permukaan, termasuk hujan asam.

2. Jupiter, Saturnus, Neptunus
5 Planet Ini Ternyata Memiliki Hujan, Bisakah Manusia Hidup di Sana?

Lain dengan Venus, lain lagi hujan yang turun di planet Jupiter, Saturnus, dan Neptunus. Venus adalah planet berbatu, sedangkan ketiga planet di atas adalah planet gas. Di tiga planet ini, hujan turun dalam bentuk berlian berdiameter 1 sentimeter. Ini karena di bagian atas atmosfer, petir 10.000 kali lebih terang dan kuat dibandingkan dengan Bumi.

Petir inilah yang akhirnya mengubah gas metana jadi awan jelaga. Namun tekanan yang kuat pada akhirnya membuat awan jelaga turun sebagai berlian. Tapi sama seperti Venus, hujan berlian tidak pernah sampai ke permukaan dan berubah menjadi helium cair.

3. Titan
5 Planet Ini Ternyata Memiliki Hujan, Bisakah Manusia Hidup di Sana?

Dibandingkan dengan Saturnus, Titan memiliki lebih banyak kemiripan dengan Bumi. Di Titan terdapat gunung berapi, selain itu satelit Saturnus ini juga punya hujan dalam bentuk cair. Namun lagi-lagi, hujan yang turun bukanlah air bersih melainkan metana cair.

Hujan ini akan membasahi permukaan Titan dan membentuk danau metana. Namun karena suhunya kelewat dingin yakni minus 179 derajat Celcius, danau metana ini akan menguap dalam waktu singkat. Terakhir, hujan metana di Titan hanya terjadi setiap 1.000 tahun sekali.

4. Planet HD 189733b
5 Planet Ini Ternyata Memiliki Hujan, Bisakah Manusia Hidup di Sana?

Tidak kalah dengan planet-planet Tata Surya, para eksoplanet pun memiliki hujan. Salah satunya adalah planet HD 189733b. Berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi, planet HD 189733b memiliki hujan kaca yang sangat berbahaya. Kenapa berbahaya?

Selain pecahan kaca yang tajam, kecepatan angin di planet ini juga sangat tinggi yakni 5.400 mil per jam. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya planet ini bagi manusia saat hujan. Bahkan tanpa hujan kaca pun, planet ini tetap berbahaya.

Planet HD 189733b terletak sangat dekat dengan bintang induknya, alhasil suhu di sana pun sangat panas yakni 900 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, mustahil manusia bisa hidup di sana.

5. Planet COROT-7b
5 Planet Ini Ternyata Memiliki Hujan, Bisakah Manusia Hidup di Sana?

Planet COROT-7b adalah planet berbatu seperti Bumi kita. Namun saking berbatunya, hujan yang turun di sana pun bukan air melainkan kerikil-kerikil kecil. Yes, planet COROT-7b ini memiliki hujan batu. Ini karena atmosfer planet COROT-7b terdiri dari bahan-bahan yang sama dengan yang dimiliki oleh batu di antaranya adalah besi, silikon monoksida natrium, dan kalium.