Perkiraan Fenomena Bulan Biru Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat

Perkiraan Fenomena Bulan Biru Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat

Perkiraan Fenomena Bulan Biru Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat – Bulan biru adalah peristiwa munculnya bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Nama Bulan Biru sebenarnya tidak ada hubungannya dengan warna. Kadang-kadang, bulan purnama dapat muncul pucat kemerah-merahan. Bulan bisa tampil berwarna biru jika kebakaran hutan atau letusan gedung berapi mengotori bagian atas atmosfer dengan abu atau asap.

Letusan gunung berapi memberikan bulan goresan kebiru-biruan dari sudut pandang orang kebanyakan di muka Bumi pada 1991. Pusat Sains Antariksa LAPAN menyebutkan fenomena Bulan biru akan terjadi dalam waktu dekat, tepatnya pada Sabtu (22/8/2021). Fenomena ini disebut hanya terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali.

Sebelumnya, Bulan biru musiman terjadi pada 22 Mei 2016 dan 19 Mei 2019. Fenomena idn poker ios ini disebut akan kembali terjadi pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang. LAPAN menyebut purnama pada 22 Agustus 2021 ini termasuk dalam Bulan biru musiman. Dalam alamanak petani Maine Amerika Serikat, fenomena tersebut dinamakan sebagai purnama aturgeon.

1. Definisi bulan biru
Fenomena Langka! Ada Bulan Biru pada 22 Agustus 2021

Dalam keterangan tertulisnya, Pusat Sains Antariksa LAPAN menerangkan Bulan biru memiliki dua definisi yang berbeda.

Bulan biru musiman dimaknai sebagai Bulan purnama ketiga dari salah satu musim astronomis. Di dalamnya terjadi empat kali bulan purnama.

Definisi lain Bulan biru adalah Bulan biru bulanan, yang berarti Bulan purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi. Di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama.

2. Alasan diberi nama Bulan biru
Fenomena Langka! Ada Bulan Biru pada 22 Agustus 2021

Pusat Sains Antariksa LAPAN menyebutkan Bulan biru hakikatnya tidak benar-benar berwarna biru. Asal-usul historis dan dua definisinya yang masih simpang siur dan kebanyakan pihak menganggapnya sebagai kesalahan interpretasi.

Istilah Bulan biru dimaknai sebagai sesuatu yang sangat langka berasal dari kabut asap dan abu vulkaning dari letusan gunung berapi mengubah Bulan menjadi berwarna kebiruan. Isitlah ini sudah ada sejak 400 tahun yang lalu.

Penyebutan Bulan biru dimaknai sebagai hal yang ganjil dan tidak akan pernah terjadi.

3. Bulan biru terjadi tiap dua hingga tiga tahun sekali
Fenomena Langka! Ada Bulan Biru pada 22 Agustus 2021

Bulan biru bulanan dapat terjadi jika Bulan purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi.

Sementara itu, Bulan biru musiman terjadi sedikit lebih jarang daripada Bulan biru bulanan. Baik Bulan biru musiman maupun bulanan, diperkirakan terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun.

Bulan biru yang benar-benar berwarna biru terjadi sangat langka. Abu vulkanik dan kabut asap, droplet di udara, atau jenis awa tertentu yang dapat membuat Bulan Purnama tampak kebiruan.

Ada dua definisi untuk Bulan Biru. Istilah Bulan Biru mulanya ditetapkan pada bulan purnama ketiga dalam musim bulan keempat, tetapi setelah bercampur di atas majalah “Sky&Telescope’ pada 1943, istilah itu mengambil makna yang berbeda.

Bulan Biru memiliki banyak nama. Bulan biru juga disebut sebagai bulan purnama sturgeon, bulan jagung hijau, bulan gabah, dan bulan purnama merah. Tiap Agustus nama-nama bulan purnama timbul dari berbagai julukan yang diberikan untuk bulan purnama dari bulan tertentu menurut penduduk asli Amerika dan tradisi Eropa.

Bulan Biru hanya penuh untuk sementara. Walaupun rembulan biasanya terlihat penuh sehari sebelum dan sehari sesudah bulan purnama, ada secara teknis suatu ketika bulan itu tampak penuh di langit.