Penjelasan Beberapa Fenomena Astronomi yang Sangat Langka

Penjelasan Beberapa Fenomena Astronomi yang Sangat Langka

Penjelasan Beberapa Fenomena Astronomi yang Sangat Langka – Luar angkasa adalah hamparan yang ada di luar Bumi dan di antara benda-benda langit. Luar angkasa tidak sepenuhnya kosong—itu adalah ruang hampa keras yang mengandung partikel dengan kepadatan rendah, terutama plasma hidrogen dan helium, serta radiasi elektromagnetik, medan magnet, neutrino, debu, dan sinar kosmik. Ruang angkasa adalah gudang misteri yang selalu memikat umat manusia sejak masa lampau.

Suhu dasar luar angkasa, sebagaimana diatur oleh radiasi latar belakang dari Big Bang, adalah 2,7 kelvin (−270,45 °C; 454,81 °F). Setiap peristiwa yang terjadi di ruang angkasa selalu mengundang keingintahuan manusia sejak berabad-abad lalu dan telah menjadi inspirasi bagi manusia dalam karya seni, sastra, sains, bahkan telah melahirkan banyak takhayul.

Ada banyak sekali fenomena astronomi yang pernah kita amati, beberapa merupakan peristiwa biasa dan cukup sering terjadi, dan beberapa lainnya sangat langka hingga tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melihatnya. Berikut ini penjelasan beberapa fenomena astronomi yang sangat langka.

1. Terurainya asteroid P/2013 R3
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Dikutip dari laman Space, pada tahun 2013 hingga 2014, Teleskop Luar Angkasa Hubble mengamati adanya peristiwa langka, yaitu pecahnya asteroid P/2013 R3. Asteroid P/2013 R3 tampaknya secara spontan melenyapkan dirinya sendiri secara tak terduga ketika perlahan-lahan ditarik oleh efek bertahap sinar matahari.

Potongan-potongan ini melayang menjauh satu sama lain secara perlahan. Jika ada bagian yang tidak tertarik ke matahari, ini bisa menjadi meteor di masa depan. Tahun 2013 hingga 2014 adalah pertama dan terakhir kalinya terjadi peristiwa seperti ini pada asteroid.

2. Badai petir putih besar Saturnus
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Dijelaskan dalam laman Europhean Southern Observatory, badai Petir Putih Besar adalah badai yang terjadi setiap 20 – 30 tahun di belahan utara Saturnus, saat planet ini memiliki kemiringan maksimum ke arah Matahari. Badai besar terjadi dengan dipenuhi awan yang kaya akan amonia, lengkap dengan guntur dan kilat yang ganas.

Intensitas guntur dan kilat meningkat saat air mengembun, menciptakan badai yang 10 ribu kali lebih kuat daripada yang biasa terjadi di Bumi. Badai besar ini terjadi karena beratnya air di atmosfer, yang mengakibatkan pendinginan atmosfer bagian atas menjadi sangat dingin sehingga memicu terjadinya padai setiap 20 atau 30 tahun sekali.

3. Transit Venus
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Transit Venus adalah fenomena astronomi di mana posisi planet Venus berada di antara Bumi dan Matahari, dikutip dari laman The Mysterious World. Selama peristiwa tersebut, Venus dapat terlihat dari bumi sebagai sebuah titik atau piringan hitam yang ada di permukaan Matahari.

Peristiwa ini sebenarnya berulang setiap delapan tahun sekali, tetapi posisi Venus terhadap Matahari dapat bervariasi. Perlu waktu sekitar 110 tahun untuk mendapatkan posisi yang sama persis dengan transit sebelumnya.

4. Komet Halley
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Komet Halley adalah komet periodik yang pertama kali ditemukan oleh Edmund Halley pada tahun 1531. Komet ini mengorbit mengelilingi Matahari setiap 75 tahun, dengan orbit berbentuk elips, menurut penjelasan laman Space. Komet Halley memiliki panjang 14,5 km dan lebar 8 km serta dapat terlihat dari berbagai lokasi di Bumi dengan mata telanjang.

Komet Halley dianggap sebagai komet paling terkenal. Sebelum Edmund Halley meresmikannya, komet ini telah dicatat oleh para astronom awal sejak 240 SM, dari peradaban seperti Cina, Babilonia, dan penulis sejarah dari Eropa abad pertengahan.

5. Gerhana Matahari Total
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Fenomena Gerhana Matahari terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, Gerhana Matahari Total adalah fenomena yang sangat jarang terjadi.

Gerhana Matahari Total terakhir kali terjadi pada November 2012. Para ilmuwan memperkirakan fenomena ini akan terulang kembali 138 tahun ke depan sejak peristiwa terakhir terjadi, dikutip dari laman The Mysterious World.

6. Pembibitan bintang besar
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Terdapat sedikitnya 150 kluster di Bima Sakti yang memiliki gugus bola dengan sekitar satu juta bintang. Pada tahun 2006, astronom menemukan sebuah kluster yang penuh dengan gas tetapi hampir tidak mengandung bintang. Benda langit langka ini ada di dalam galaksi Antena yang jaraknya 50 juta tahun cahaya dari Bumi.

Wilayah ini juga bertanggung jawab atas lahirnya sebagian besar gugus bola menakjubkan yang ditangkap oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble. Ini juga merupakan pertama dan terakhir kalinya astronom mengamati peristiwa seperti ini.

7. Kesejajaran planet-planet
Langka, 7 Fenomena Astronomi Ini Sangat Jarang Terjadi

Kemungkinan keselarasan posisi antar planet di tata surya sangat jarang terjadi, menurut penjelasan laman The Mysterious World. Para ilmuwan memprediksi akan ada keselarasan langka posisi planet Mars, Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus dan Bulan pada tahun 2040.

Tercatat pula kesejajaran Mars, Saturnus, Venus, Merkurius dan Yupiter pada tahun 2000. Pada Mei 2011, tercatat kesejajaran dalam bentuk segitiga antara Yupiter, Merkurius, dan Venus. Fenomena sejajarnya planet-planet dan bulan ini akan menghasilkan suatu pemandangan yang indah jika dilihat dari bumi.