Mengenal Beberapa Bagian Penting Dalam Tata Surya Kita

Mengenal Beberapa Bagian Penting Dalam Tata Surya Kita

Mengenal Beberapa Bagian Penting Dalam Tata Surya KitaAstronomi, kadang disebut sebagai ilmu bintang atau ilmu falak, adalah cabang ilmu alam yang meneliti benda langit (seperti bintang, planet, komet dll) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik).

Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania.

Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Tiongkok, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam.

Secara sederhana, tata surya adalah sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan planet dan sebuah bintang terbesar sebagai pusatnya. Dalam tata surya kita, Matahari merupakan bintang terbesar yang memiliki gaya gravitasi sangat kuat sehingga mampu menjaga planet-planet di sekitarnya untuk tetap berada dalam sistem tata surya.

Kamu bisa melihat Daftar Club388 gambar di atas sebagai perbandingan antara ukuran planet dengan ukuran Matahari yang sangat timpang. Nah, dalam tata surya kita, terdapat beberapa wilayah bagian yang terbagi berdasarkan karakter, fungsi, dan objek-objek angkasa yang mengisi bagian-bagian tersebut.

Yuk, kita mengenal beberapa bagian penting di tata surya kita. Dibaca, ya!

1. Barycenter atau pusat massa
Belajar Astronomi: Mengenal 5 Bagian Penting dalam Tata Surya Kita

Pusat massa atau barycenter merupakan wilayah yang berada di titik keseimbangan tata surya dan berada di sekitar Matahari, dicatat dalam laman NASA. Dengan kata lain, Matahari merupakan objek yang terdapat dalam wilayah pusat massa atau barycenter di tata surya kita.

Perlu diingat bahwa setiap benda memiliki pusat massa. Pusat massa inilah yang menjadi titik keseimbangan. Dalam hal ini, titik keseimbangan tata surya berada tepat di wilayah barycenter sekitar Matahari. Nah, apa kamu bingung dengan konsep barycenter ini? Itu berarti Matahari gak sepenuhnya berada di tengah tata surya dong?

Supaya gak bingung, coba kamu bayangkan permainan jungkat-jungkit (seperti gambar di atas). Jika ada dua orang, misalkan A dan B dengan berat yang sama-sama 50 kg bermain jungkat-jungkit, papan jungkat-jungkit itu akan seimbang pada porosnya. Ini berarti pusat massa dari jungkat-jungkit tersebut berada tepat di tengah.

Nah, bayangkan jika si B memiliki berat 100 kg, papan jungkat-jungkit tak akan seimbang dan akan jatuh ke arah si B. Supaya seimbang, si B harus bergerak maju ke tengah sejauh setengah dari jarak antara ujung papan ke poros tengah. Dalam hal ini, pergerakan si B mendekati poros merupakan gerakan yang menyeimbangkan agar jungkat-jungkit tetap seimbang dengan porosnya.

Hal ini juga berlaku dalam sistem tata surya kita. Karena massa Matahari sangat masif dibandingkan dengan massa planet-planet yang ada di sekitarnya, pusat massa di alam semesta tidak berada di pusat Matahari. Posisi Matahari dan objek-objek angkasa lainnya telah bergerak menyesuaikan dengan beban massanya masing-masing sehingga tetap membuat poros (pusat massa) tata surya dapat seimbang menurut hukum fisika.

2. Heliosfer
Belajar Astronomi: Mengenal 5 Bagian Penting dalam Tata Surya Kita

Wilayah heliosfer di dalam tata surya bisa dikatakan sebagai wilayah terluas. Pasalnya, wilayah ini mencakup hampir semua tata surya dan menampung seluruh objek angkasa di tata surta. Menurut laman Britannica, heliosfer merupakan zona yang mengelilingi Matahari dan semua planet di tata surya yang diisi oleh medan magnet serta proton-elektron angin Matahari.

Secara tidak langsung, wilayah heliosfer dapat melindungi isi tata surya dari berbagai macam radiasi di alam semesta. Hal ini dapat terjadi karena sifat heliosfer yang menyerupai gelembung raksasa dan menjadi perisai khusus bagi planet dan bintang yang ada di dalamnya. Salah satu radiasi berbahaya di alam semesta adalah radiasi kosmik galaksi yang kekuatannya bahkan dapat mematikan sebuah planet.

Beberapa studi dan penelitian ilmiah menyatakan bahwa hampir semua bahan-bahan yang membentuk heliosfer adalah bahan angkasa yang dilontarkan oleh Matahari. Keberadaan wilayah heliosfer sangat penting bagi tata surya karena gelembung ini telah menyelamatkan tata surya pada saat tata surya bergerak mengelilingi galaksi.

Keberadaan heliosfer yang melindungi tata surya dari radiasi galaksi adalah salah satu bukti bahwa ketergantungan tata surya terhadap Matahari sangatlah besar. Bukan hanya menjadi sumber kehidupan, Matahari terbukti juga sanggup menjaga kehidupan tata surya itu sendiri dari ganasnya radiasi kosmik.

3. Heliopause
Belajar Astronomi: Mengenal 5 Bagian Penting dalam Tata Surya Kita

Secara sederhana, heliopause dapat diartikan sebagai wilayah di batas tata surya saat titik medium dan tekanan akan bernilai sama. Jika melihat gambar di poin nomor dua di atas, kamu akan tahu bahwa heliopause adalah wilayah perbatasan antara tata surya dengan luar tata surya.

Dalam lamannya, Nature menyatakan bahwa wilayah heliopause bisa diketahui melalui data-data yang dikirimkan oleh wahana Voyager 1 dan 2 yang sudah meluncur sejak 40 tahun lalu dan saat ini telah menjauhi tata surya kita. Zona heliopause juga dinyatakan sebagai zona tepian heliosfer yang bertemu dengan medium antarbintang.

Jika diukur dalam satuan astronomi, jarak antara heliopause dengan Matahari adalah 123 unit astronomi (18 miliar km). Bentuk dari heliopause berfluktuasi dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan Matahari dan gas ruang antarbintang. Semua orbit planet yang ada di tata surya kita hanya berada dalam heliosfer dan tidak sampai ke zona heliopause.

4. Heliosheath atau wilayah antargelombang
Belajar Astronomi: Mengenal 5 Bagian Penting dalam Tata Surya Kita

Heliosheath adalah wilayah tata surya yang juga terletak di perbatasan terluar tata surya. Seperti ditulis dalam laman EOS Science, mempelajari zona terluar dari tepian gelembung heliosfer tersebut bukanlah hal mudah, meskipun ada banyak data yang ditangkap oleh wahana Voyager 1 dan 2 beberapa tahun lalu.

Namun, para ilmuwan telah mempelajari dan meneliti mengenai sebuah fenomena yang kerap terjadi dalam zona heliosheath. Fenomena tersebut merupakan kejadian yang melibatkan tabrakan antara angin Matahari dengan atom hidrogen netral dari ruang antarbintang yang menyebabkan pelepasan partikel elektron di sekitar zona tersebut.

Dalam zona heliosheath tersebut juga terdapat energi rendah yang diperkirakan menjadi penyeimbang tekanan di dalam heliosheath. Secara tidak langsung, bisa dikatakan bahwa heliosheath merupakan zona terdekat dengan heliopause di tata surya kita. Jaraknya dari Matahari juga hampir 18 miliar km, nyaris sama dengan jarak antara heliopause dengan Matahari.

5. Awan Oort
Belajar Astronomi: Mengenal 5 Bagian Penting dalam Tata Surya Kita

Jika melihat gambar di atas, kamu akan mengerti bahwa awan Oort merupakan kawasan yang sangat luas yang berada di luar tata surya kita. Meskipun berada di luar tata surya kita, awan Oort masih dianggap sebagai bagian terjauh dari tata surya dan hanya dipengaruhi sedikit gravitasi Matahari.

Menurut laman The European Space Agency (ESA), jarak awan Oort dari Matahari diperkirakan mencapai 50 ribu hingga 100 ribu AU (sekitar 2–3 tahun cahaya). Berbeda dengan zona lainnya di tata surya, awan Oort diyakini oleh banyak ilmuwan sebagai cangkang bola raksasa yang mengelilingi tata surya kita.

Bola raksasa tersebut berbentuk gelembung besar dengan dinding yang terbuat dari potongan-potongan es dan sisa-sisa pembentukan alam semesta purba. Awan Oort juga sudah dikonfirmasi sebagai wilayah atau rumah bagi komet dan batuan luar angkasa yang sering melintas masuk ke tata surya, termasuk komet Halley yang terlihat dari Bumi setiap 76 tahun sekali.

Itulah beberapa bagian atau wilayah penting yang terdapat di tata surya. Semoga artikel sains kali ini dapat membuatmu lebih mengenal dengan baik tata surya kita, ya!