Lima Fakta Sains tentang Pemancaran Alam Semesta

Lima Fakta Sains tentang Pemancaran Alam Semesta

Lima Fakta Sains tentang Pemancaran Alam Semesta – Alam semesta (disebut pula jagat raya atau universum) adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Alam semesta merupakan wadah bagi semuanya, termasuk materi, energi, dan semua radiasi yang dilahirkan melalui Big Bang atau Ledakan Dahsyat. Saat ini, hanya sedikit dari bagian alam semesta yang mampu dipelajari oleh manusia dengan teknologinya.

Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi. Nah, Dilansir dari Deposit IDN Poker Via Dana berbicara tentang radiasi di alam semesta, ada begitu banyak jenis radiasi yang ada di alam semesta ini. Kali ini, kita akan belajar untuk mengenal apa itu radiasi alam semesta. Disimak, ya!

1. Radiasi alam semesta sudah ada sejak Big Bang
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Radiasi bisa diartikan sebagai pancaran atau semburan energi yang biasanya terdeteksi dalam bentuk gelombang atau panas. Secara umum, radiasi juga akan lenyap jika alam semesta ini lenyap.

Radiasi yang sebagian besarnya berwujud CMB tadi, merupakan hasil dari panas yang dihasilkan oleh alam semesta mula-mula. Jadi, jejak-jejak radiasi dan gelombang mikrokosmis masih ada dan bisa ditemukan di seluruh penjuru alam semesta.

2. Jenis-jenis radiasi alam semesta
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Dalam sains, ada beberapa jenis dan klasifikasi dari radiasi alam semesta, yakni:

  • Radiasi kosmogenis, merupakan radiasi yang ada di luar angkasa dan memancarkan energinya sampai ke planet terdekatnya. Bumi juga sering mendapatkan radiasi macam ini.
  • Radiasi terestrial, yakni radiasi yang berasal dari objek alam semesta itu sendiri, misalnya radiasi dari dalam Bumi.
  • Radiasi internal, merupakan radiasi yang diterima atau diserap oleh organisme hidup di seluruh alam semesta, misalnya radiasi yang mengakibatkan kerusakan sel pada manusia.

Ada juga radiasi yang sangat masif seperti radiasi akibat ledakan supernova. Ledakan ini merupakan ledakan bintang dan memiliki daya hancur yang sangat masif. Menurut ilmuwan, jika bintang panas seperti Matahari mengalami ledakan supernova, maka planet-planet di tata surya akan hancur akibat radiasi panasnya yang mencapai 15 kali lebih panas dibanding suhu dari Matahari itu sendiri.

3. Dampak radiasi alam semesta terhadap kehidupan di Bumi
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Radiasi di alam semesta memiliki dampak terhadap planet dan objek angkasa lainnya, termasuk Bumi. Radiasi terdekat yang diterima oleh Bumi adalah radiasi Matahari. Ada beberapa gelombang radiasi lainnya, namun dampaknya dirasa sangat kecil dan bahkan tidak memiliki efek apa-apa terhadap Bumi.

Menurut NASA, kehidupan di Bumi terlindungi dari paparan radiasi mematikan karena Bumi memiliki medan magnet yang stabil. Memang, tidak semua radiasi mampu ditangkal oleh medan magnet Bumi. Tapi setidaknya, sebagian besar radiasi perusak dari luar angkasa bisa dipantulkan kembali dan tidak berdampak mematikan bagi kehidupan organisme.

4. Bagaimana dengan paparan radiasi alam semesta terhadap astronaut?
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

NASA dalam lamannya menyatakan bahwa jika berada di orbit Bumi atau bahkan posisi yang lebih jauh, astronaut dapat dengan mudah terpapar radiasi berbahaya. Pekerjaan mereka memang menempatkan mereka pada risiko yang sangat tinggi untuk penyakit akibat radiasi seperti kanker dan kerusakan genetik.

Yang lebih ngerinya lagi, menurut studi dan penelitian, mayoritas astronaut telah menerima radiasi alam semesta sebanyak 2.000 milli-sievert (mSv) selama hidupnya menjadi seorang astronaut. Itu artinya, selama hidupnya, seorang astronaut yang aktif ke luar angkasa akan menerima dampak radiasi setara dengan 6.000 kali sinar-X atau 6.000 kali rontgen di bagian dada.

5. Ledakan sinar gama bisa memancarkan radiasi yang sangat mematikan di alam semesta
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Sinar gama atau gamma adalah sinar yang dihasilkan dari gelombang radiasi elektromagnetik dan memiliki jangkauan luas. Sinar ini memiliki daya rambat yang panjang dan masif sehingga mampu berdampak pada objek-objek yang terpapar gama. Live Science mengungkap bahwa ledakan sinar gama terjadi akibat ledakan bintang mati.

Saat ledakan besar terjadi, sinar gama bahkan sanggup menerangi ruang hampa di sekitarnya yang masuk dalam jangkauan rambatnya. Nah, di alam semesta sinar gama juga melepaskan neutrino, yakni partikel elementer yang sangat kecil dan sulit dideteksi. Tidak ada organisme yang sanggup menerima sinar gama dalam jumlah yang dilepaskan di alam semesta.

Itulah beberapa fakta ilmiah mengenai radiasi alam semesta. Radiasi yang masif tentu saja akan bedampak sangat mematikan bagi keberadaan objek-objek angkasa di sekitarnya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kamu, ya!