Istilah Sains Yang Terdapat Dalam Astronomi

Istilah Sains Yang Terdapat Dalam Astronomi

Istilah Sains Yang Terdapat Dalam Astronomi – Astronomi, kadang disebut sebagai ilmu bintang atau ilmu falak, adalah cabang ilmu alam yang meneliti benda langit serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi.

Apakah kamu suka membaca atau menonton tayangan sains tentang astronomi? Jika ya, pasti kamu sering mendengar tentang istilah-istilah astronomi yang familier, seperti kecepatan cahaya, Ledakan Dahsyat, gravitasi, lubang hitam, dan lubang cacing.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kelima istilah tersebut? Club388 Bagaimana mereka bekerja di alam semesta? Kalau kamu penasaran, kamu bisa menyimak penjelasan singkatnya berikut ini. Yuk, disimak!

1. Kecepatan cahaya
Belajar Eksakta, yuk! 5 Istilah Sains yang Terdapat dalam Astronomiphys.org

Apakah kamu sering mendengar istilah kecepatan cahaya, namun masih bingung mengartikannya? Secara sederhana, kecepatan cahaya dapat diartikan sebagai ‘laju cahaya yang diukur dari satu titik ke titik yang lain’.

Jadi, cahaya memiliki kecepatan alias cahaya tidak seketika muncul di titik yang dituju. Jika kamu menghidupkan lampu kamarmu, pancaran cahaya lampu ke seluruh ruangan tersebut bisa diukur laju atau kecepatannya.

Cahaya memiliki kecepatan 299.792 km per detik atau jika digenapkan yaitu 300.000 km per detik. Einstein dan para ilmuwan lainnya sepakat bahwa tidak ada objek yang bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya, seperti dicatat dalam laman sains Space.

Cahaya Matahari sampai di Bumi membutuhkan waktu sekitar 8 menit dan 30 detik. Itu berarti jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta km. Biasanya, satuan kecepatan cahaya—yang dikonversi menjadi tahun cahaya—digunakan untuk mengukur jarak objek luar angkasa yang sangat amat jauh.

Jarak Bumi ke Planet Asgard, misalnya, adalah 1 tahun cahaya. Apa maksudnya? Artinya, cahaya dari bumi membutuhkan waktu 1 tahun untuk sampai ke Planet Asgard tersebut. kalau dikonversi menjadi kilometer, tentunya akan terasa tidak praktis dan terlampau jauh.

Satu tahun cahaya berarti 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari. Hasilnya 9.460.730.472.580 kilometer atau digenapkan menjadi 9,5 triliun kilometer.

Nah, tentu cara penghitungan jarak seperti ini dirasa sangat tidak praktis. Belum lagi jika jarak yang dihitung sangat jauh, misalnya miliaran tahun cahaya. Itu sebabnya ilmuwan menggunakan satuan tahun cahaya dalam ukuran semesta.

2. Ledakan Dahsyat
Belajar Eksakta, yuk! 5 Istilah Sains yang Terdapat dalam Astronomi

Tentu kamu juga sering mendengar tentang Big Bang atau Ledakan Dahsyat, bukan? Secara sederhana, Ledakan Dahsyat adalah ‘sebuah ledakan yang sangat besar yang melontarkan segala macam unsur pembentuk alam semesta’.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa Ledakan Dahsyat adalah cikal bakal terbentuknya alam semesta beserta isinya. Dalam hal ini, sains tidak mengulas tentang siapa atau apa yang ada di balik ledakan yang mahadahsyat tersebut, namun lebih kepada bagaimana proses terbentuknya.

Live Science dalam lamannya menjelaskan bagaimana Big Bang dapat menyebabkan pembentukan alam semesta. Teori Big Bang pada mulanya digagas oleh seorang ilmuwan fisika sekaligus pastor asal Belgia bernama George Lemaitre. Ia memiliki teori yang dibangun berdasarkan hipotesis dan uji coba yang ia lakukan bertahun-tahun.

Sampai saat ini, teori ini masih digunakan sebagai satu-satunya teori yang valid untuk menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk. Ledakan Dahsyat diperkirakan terjadi pada 13,8 hingga 14 miliar tahun lalu.

Ledakan tiba-tiba dan mahadahsyat tersebut memuntahkan segala macam material dan unsur alam (beserta gaya pembentuk hukum fisika) yang akhirnya membentuk alam semesta. Hingga saat ini, NASA dapat melihat alam semesta yang terus mengembang—sebagai bukti Big Bang di masa lalu—melalui teleskop luar angkasa Hubble.

3. Gravitasi
Belajar Eksakta, yuk! 5 Istilah Sains yang Terdapat dalam Astronomi

Gravitasi adalah gaya tarik menarik dua buah benda yang memiliki massa. Jadi, semua benda yang ada di alam semesta—termasuk di Bumi—memiliki gaya saling tarik menarik. Hukum universal gravitasi dirumuskan oleh Isaac Newton, seorang fisikawan dan ahli matematika dari Inggris.

Matahari sebagai bintang terbesar di Tata Surya kita memiliki gaya gravitasi terbesar di tata surya. Itulah sebabnya planet dan objek yang ada di sekitarnya bergerak sesuai dengan orbitnya mengelilingi Matahari. Bumi juga memiliki gaya gravitasinya sendiri yang membuat Bulan terus berada pada jarak yang pas dalam orbitnya untuk mengelilingi Bumi.

Banyak ilmuwan menganggap bahwa Big Bang yang terjadi 14 miliar tahun lalu diakibatkan oleh pemampatan gaya gravitasi yang begitu masif. Itulah sebabnya, gravitasi dan alam semesta tak akan dapat dipisahkan.

Gravitasi adalah satu di antara beberapa gaya atau unsur pembentuk semesta dan keberadaan hukum fisika ini juga menjadi sangat penting dalam keilmuan astronomi, fisika, bahkan matematika.

4. Lubang Hitam
Belajar Eksakta, yuk! 5 Istilah Sains yang Terdapat dalam Astronomi

Menurut NASA, lubang hitam atau black hole adalah bagian dari alam semesta yang memiliki gravitasi sangat kuat, bahkan dapat menyebabkan cahaya tersedot ke dalamnya. Teori Einstein tentang Relativitas Umum menjelaskan bahwa dibutuhkan massa yang sangat besar untuk dapat membentuk sebuah lubang hitam.

Hingga saat ini, tak ada yang tahu apa yang terdapat dalam lubang hitam dan apa yang akan terjadi jika manusia terisap ke dalamnya. Teori lubang hitam pada mulanya digagas oleh John Michell lalu disempurnakan oleh Albert Einstein dan Stephen Hawking.

Lubang hitam dapat terjadi akibat ledakan bintang purba yang memiliki massa yang superbesar. Ledakan bintang tersebut menjadi ledakan supernova yang akan menciptakan gaya gravitasi ke dalam yang sangat kuat.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat menghubungkan alam semesta kita dengan dimensi semesta lainnya, namun pendapat tersebut tidak didukung oleh data-data yang valid.

5. Lubang Cacing
Belajar Eksakta, yuk! 5 Istilah Sains yang Terdapat dalam Astronomi

Apakah lubang cacing benar-benar ada dalam astronomi? Jika ada, bagaimanakah ia terbentuk? Secara mendasar, lubang cacing atau wormhole diartikan sebagai jalan pintas yang terbentuk akibat lengkungan ruang dan waktu.

Lubang cacing akan meringkas perjalanan bertahun-tahun menjadi perjalanan singkat yang hanya beberapa hari atau bahkan jam!

Britannica dalam lamannya menjelaskan bahwa lubang cacing masih sebatas gagasan dan perkiraan, namun benar-benar dianggap ada di alam semesta. Namun, teknologi manusia masih tidak mampu dalam menciptakan dan menemukannya.

Lagi-lagi, pembahasan tentang lubang cacing ini akan berkaitan erat dengan gravitasi dan teori relativitas Einstein. Tidak semua ilmuwan sepakat tentang hal ini. Mereka menyatakan bahwa menciptakan lubang cacing adalah hal yang mustahil dilakukan.

Jika memang lubang cacing suatu saat ditemukan di alam semesta ini, jarak miliaran tahun cahaya dapat dipangkas hingga 99,99 persennya sehingga manusia dapat dengan mudah berkeliling alam semesta. Terdengar mustahil? Bagaimana menurut pendapatmu?

Itulah lima istilah sains yang sering digunakan dalam keilmuan astronomi. Ternyata, rahasia dan misteri alam semesta benar-benar membuat kita penasaran, ya!