Inilah yang Terjadi Saat Gravitasi Hilang Dari Alam Semesta

Inilah yang Terjadi Saat Gravitasi Hilang Dari Alam Semesta – Gravitasi  adalah fenomena alam di mana semua hal yang memiliki massa atau  energi  di alam semesta termasuk planet, bintang, galaksi, dan bahkan cahaya saling  tarik-menarik satu sama lain. Di Bumi, gravitasi menyebabkan benda fisik memiliki berat, gravitasi Bulan menyebabkan air laut pasang laut.

Dan gravitasi matahari mengakibatkan planet dan beragam objek lainnya berada pada orbitnya masing-masing tata surya. Gravitasi merupakan salah satu kekuatan fundamental alam semesta yang membuat masing-masing objek memiliki gaya tarik-menarik.

Nah, dengan keberadaan gravitasi, alam semesta menjadi sebuah sistem yang saling terikat dan tidak runtuh (atau melayang liar) meskipun berada di ruang hampa. Jika kita berandai-andai bahwa alam semesta tidak memiliki kekuatan gravitasi, apa yang bakalan terjadi, ya?

Objek akan kehilangan gaya tariknya
5 Hal Ini Akan Terjadi jika Alam Semesta Tidak Memiliki Gravitasi

Gravitasi pasti dimiliki oleh semua objek atau partikel. Tak peduli sekecil apa pun ia, gaya tariknya akan selalu ada meskipun juga berada dalam takaran mikroskopis. Dicatat dalam Universe Today, gravitasi sebetulnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Bahkan, Einstein dalam teori relativitasnya juga membahas bahwa kekuatan tersebut muncul akibat kelengkungan dalam kontinum ruang dan waktu.

Nah, dari sini bisa disimpulkan bahwa gravitasi akan memengaruhi kekuatan tarik-menarik benda dan pergerakan partikel atom di alam semesta. Jika kekuatan ini lenyap, maka tak ada lagi bulan yang mengitari planet. Tak ada pula pergerakan planet yang mengitari bintang besar. Semua partikel di alam semesta akan bergerak dan melayang dengan tak menentu.

Planet akan kehilangan atmosfernya
5 Hal Ini Akan Terjadi jika Alam Semesta Tidak Memiliki Gravitasi

Seperti dijelaskan dalam laman sains How Stuff Works, gravitasi juga membantu planet untuk menarik gas, udara, dan atmosfer agar tetap berada di planet tersebut. Nah, jika gravitasi hilang begitu saja, Bumi dan planet lainnya dipastikan akan kehilangan udara beserta atmosfernya.

Tekanan udara di Bumi juga akan terganggu atau bahkan hilang sama sekali. Jika ini terjadi, semua makhluk hidup yang ada bisa mengalami kehancuran di bagian dalam telinga mereka. Yang jelas, akan sangat sulit bagi semua organisme yang ada untuk beradaptasi di tengah kondisi tanpa gravitasi.

Hukum fisika tidak akan sama lagi
5 Hal Ini Akan Terjadi jika Alam Semesta Tidak Memiliki Gravitasi

Hukum fisika berlaku sama di mana pun, meski di ujung alam semesta. Well, setidaknya, hal inilah yang dirancangkan dalam teori relativitas Einstein. Konsep ini tak bisa dilepaskan dari kerangka ruang dan waktu. Nah, hal-hal yang terdapat dalam ruang dan waktu tadi membuat cara kerja alam bisa berbeda satu sama lain.

Jika gravitasi lenyap, hukum fisika yang kita kenal saat ini juga pasti akan berubah dan tak akan pernah sama lagi. Kehancuran bintang, rambat cahaya, kelengkungan ruang dan waktu, pembentukan galaksi, serta keteraturan Tata Surya tak akan berlaku sama layaknya saat ini. So, bersyukurlah karena gravitasi masih ada di alam semesta.

Massa juga akan lenyap
5 Hal Ini Akan Terjadi jika Alam Semesta Tidak Memiliki Gravitasi

Live Science dalam lamannya menyatakan bahwa hilangnya gravitasi akan berkorelasi dengan hilangnya massa dalam sebuah partikel. Nah, dampak dari ketiadaan massa ini akan membuat partikel bergerak dengan bebas dan bahkan berjalan pada kondisi yang sangat cepat. Interaksi antara gravitasi dan massa benda disederhanakan dengan penyebutan istilah medan Higgs.

Ahli fisika dari Universitas Towson di Maryland yang bernama James Overduin menerangkan bahwa medan Higgs ini telah berjalan dengan serasi dan tetap menjaga agar semua partikel bermassa tidak bertabrakan satu sama lain. Tak bisa dibayangkan jika medan Higgs berubah menjadi nol alias lenyap sama sekali. Pastinya, alam semesta akan saling menghancurkan dirinya sendiri.

Tidak ada Big Bang
5 Hal Ini Akan Terjadi jika Alam Semesta Tidak Memiliki Gravitasi

Kesimpulan akhir akan hal ini cukup menyedihkan. Yup, jika gravitasi tidak pernah ada, maka Big Bang juga tak akan pernah terjadi. Itu artinya, alam semesta dan kita semua tidak akan pernah ada. Big Bang atau Ledakan Dahsyat diprediksi terjadi pada 13,8 miliar tahun yang lalu. Proses tersebut melontarkan begitu banyak partikel yang akhirnya membentuk alam semesta.

Perlu diketahui bahwa proses terbentuknya alam semesta ini juga melibatkan gravitasi yang begitu masif. Menurut ilmuwan, kekuatan gravitasi yang begitu besar termampatkan menjadi sebuah energi yang akhirnya meledak dalam wujud Big Bang. Jadi, gravitasi memang merupakan kekuatan penting yang dapat membentuk alam semesta hingga sampai saat ini.

Mungkin beberapa penjelasan di atas masih tampak sangat sederhana. Namun, secara umum, gravitasi memang menjadi kekuatan fundamental yang menjaga alam semesta untuk bergerak sesuai dengan hukum fisika.

Gaya gravitasi dari materi di ruang angkasa yang ada di alam semesta menyebabkan materi tersebut mulai berkumpul, membentuk bintang dan menyebabkan bintang-bintang tersebut berkumpul membentuk galaksi, sehingga dapat dikatakan struktur berskala besar dalam alam semesta diciptakan oleh gravitasi.

Gravitasi memiliki bentang nilai tak terbatas, walaupun efeknya akan semakin melemah seiring suatu objek berjarak semakin jauh. Fisika modern paling akurat mendeskripsikan gravitasi menggunakan teori relativitas umum yang diajukan oleh Albert Einstein pada 1915, yang menjabarkan gravitasi bukan sebagai sebuah gaya.

Namun sebagai konsekuensi dari massa yang bergerak “lurus” dalam sebuah kelengkungan ruang-waktu yang disebabkan oleh distribusi massa yang tidak merata. Contoh paling ekstrim dari kelengkungan ruang-waktu tersebut adalah lubang hitam, di mana tiada suatu benda apapun, bahkan cahaya, dapat lolos begitu ia melewati horizon peristiwa lubang hitam.