Inilah Sederetan Hewan yang Pernah Berada di Luar Angkasa

Inilah Sederetan Hewan yang Pernah Berada di Luar Angkasa

Inilah Sederetan Hewan yang Pernah Berada di Luar Angkasa – Luar angkasa  atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk pada bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda “celestial”.

Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terestrial”. Pada April 1961, kosmonaut Yuri Gagarin dari Uni Soviet berhasil menjadi manusia pertama yang pergi ke luar angkasa. Delapan tahun kemudian, pada Juli 1979, Neil Armstrong dan kawan-kawan menumpang Apollo 11 untuk menjadi para manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Keberangkatan manusia ke luar angkasa adalah hal yang besar, tentu saja. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa selain manusia (bahkan sebelum manusia!), sudah ada hewan yang merasakan hampanya luar angkasa?

1. Lalat buah
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Tahun 1947 adalah tonggak waktu saat hewan pertama kali ke luar angkasa. Lalat buah (D. melanogaster) adalah hewan pertama yang diutus ke luar angkasa! Dengan roket V-2 yang diambil dari Nazi Jerman, para peneliti Amerika Serikat (AS) mengirim lalat buah 109 kilometer ke langit (batas luar angkasa resmi adalah 100 kilometer).

Kenapa lalat buah? Tahukah kamu, secara genetik, lalat buah memiliki banyak kesamaan (75 persen) dengan manusia (H. sapiens)? Oleh karena itu, lalat buah dianggap kandidat yang cocok untuk meneliti radiasi luar angkasa.

Lalat buah tersebut terbang selama 3 menit di luar angkasa sebelum mendarat di New Mexico. Saat dicek, lalat buah tetap hidup tanpa ada efek mutasi dari radiasi luar angkasa. Dengan temuan ini, manusia pun semakin percaya diri untuk mengirimkan makhluk hidup lain ke luar angkasa!

2. Monyet
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Setelah lalat buah, monyet dan kera adalah subjek percobaan manusia ke luar angkasa. Faktanya, hingga saat ini sudah ada 32 jenis monyet dan kera telah menjajal luar angkasa.

Pada Juni 1948, monyet rhesus (M. mulatta) jadi “astronaut” pertama yang menaiki V-2. Akan tetapi, ia keburu mati karena kehabisan napas sebelum mencapai luar angkasa. Setahun kemudian, Albert II juga menumpang V-2 dan berhasil bertahan. Namun, karena kesalahan parasut, Albert II pun juga gugur saat memasuki Bumi.

Pada November 1961, seekor simpanse (P. troglodytes) bernama Enos dikirimkan ke luar angkasa lewat proyek Mercury-Atlas 5. Enos menjadi primata ketiga (setelah Yuri Gagarin dan Gherman Titov) yang berhasil mengorbit Bumi!

3. Tikus
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Jika kamu sering mendengar frasa “tikus percobaan”, ini dikarenakan tikus (M. musculus) sering dijadikan subjek eksperimen manusia selain kelinci. Salah satu eksperimen tersebut adalah dikirimkan ke luar angkasa.

Pada 1950, tikus adalah salah satu binatang yang mendahului manusia ke luar angkasa dengan roket V-2. Roket dan tikus tersebut berhasil mencapai ketinggian 137 kilometer. Namun, baik roket dan tikus tidak terselamatkan akibat kesalahan teknis pada parasut. Tak berhenti, AS tetap mengirimkan beberapa tikus pada 1950an.

4. Anjing
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Sebelum manusia, Uni Soviet mengutus anjing (C. lupus familiaris) untuk pergi ke luar angkasa. Pada 1957, anjing mutt Laika (Лайка) menaiki Sputnik 2 untuk mengorbit Bumi. Selain memiliki ketahanan sebagai anjing jalanan, Laika juga dipilih dari Moskow karena temperamennya yang lembut.

Sayangnya, Laika tidak selamat dalam misi tersebut. Hanya diberi jatah sekali makan dan pasokan oksigen untuk seminggu, Laika ternyata mati kepanasan 5-7 jam setelah meluncur.

Konon, wafatnya Laika memang direncanakan karena saat itu, ilmuwan Uni Soviet belum menemukan cara agar Laika kembali. Pada 2008, pemerintah Rusia meresmikan sebuah monumen untuk mengenang jasa Laika pada pengetahuan antariksa.

Sebelum Laika, Uni Soviet sebenarnya mengirimkan dua anjing, Tsygan (Цыган) dan Dezik (Дезик) ke luar angkasa pada 1951. Baik Tsygan dan Dezik sama-sama selamat di dalam roket R-1.

5. Kucing
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Pada 1963, Prancis mengutus salah satu hewan paling imut dan disukai manusia ke luar angkasa, kucing (F. catus). Seekor kucing betina bernama Felicette diluncurkan untuk mengarungi angkasa. Bagian otak Felicette ditanami dengan elektroda untuk merekam aktivitas otak selama di luar angkasa.

Felicette kembali selamat ke Bumi. Namun, dua bulan setelahnya, Felicette menjalani eutanasia untuk dipelajari lebih lanjut. Felicette adalah satu-satunya kucing yang pergi ke luar angkasa. Selain prangko, patung Felicette didirikan di International Space University, Prancis, untuk mengenang jasanya.

6. Kura-kura
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Pada 1968, Uni Soviet meluncurkan pesawat luar angkasa Zond 5 untuk mengatasi AS ke luar angkasa. Bukan manusia, Zond 5 membawa sampel tanah, biji-bijian, dan dua kura-kura Rusia (A. horsfieldii).

Di dalam Zond 5, para kura-kura berhasil mengelilingi Bulan dan setelah 6 hari di luar angkasa, mereka kembali ke Bumi. Sempat mengalami kesalahan kalkulasi, Zond 5 mendarat di Samudra Hindia. Untungnya, kedua kura-kura masih hidup, tetapi lebih kurus.

7. Katak
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Pada 1959, dua katak dan 12 tikus adalah hewan yang dikirimkan ke luar angkasa. Sayangnya, mereka gugur bersama roket yang membawa mereka.

Barulah, pada 1970, katak menjadi bintang yang dikirim ke luar angkasa. Saat itu, NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa Orbiting Frog Otolith (OFO). Di dalamnya, terdapat dua katak lembu Amerika (L. catesbeianus).

Proyek ini digunakan untuk menyelidiki mabuk perjalanan luar angkasa. Elektroda ditanamkan ke dada dan sistem vestibular ke dalam telinga katak lembu untuk merekam data di keadaan tanpa gravitasi. Hasil studi memperlihatkan bahwa setelah 6 hari, katak lembu beradaptasi dan sistem vestibular mereka kembali normal.

8. Laba-laba
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Setelah keberhasilan Apollo 11 ke Bulan, pengiriman hewan ke luar angkasa pun jadi semakin digencarkan. Akan tetapi, para ilmuwan masih ingin mempelajari efek mikrogravitasi pada fungsi biologis makhluk hidup.

Jadi, pada 1973, dua laba-laba (A. diadematus) bernama Anita dan Arabella dikirimkan ke luar angkasa dalam Skylab 3 dan dipantau apakah mereka masih bisa menenun jaring. Hasilnya, Anita dan Arabella tetap bisa menenun jaring. Akan tetapi, jaringnya sedikit lebih halus daripada di Bumi, memperlihatkan pengaruh mikrogravitasi pada fungsi motorik.

9. Ikan
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Selain dua Anita dan Arabella, Skylab juga ditumpangi oleh ikan mummichog (F. heteroclitus) dan 50 telur. Ikan mummichog terlihat mengalami mabuk luar angkasa dan selama 22 hari berenang dalam pola berputar. Kemudian, ikan mummichog berenang normal dan dari 50 telur, 48 menetas di luar angkasa dan berenang normal juga.

Pada 2012, sebanyak 32 ikan medaka (O. latipes) dikirimkan ke Stasiun Luar Angkasa International (ISS) dalam modul Kibo (きぼう) dari JAXA. Berkulit transparan, ikan medaka dikirim untuk percobaan bagaimana ikan-ikan akan merespons dampak radiasi, degradasi tulang, dan penyusutan (atrofi) otot.

10. Tardigrade
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Pada 2007, ilmuwan menemukan gebrakan baru di bidang Biologi dan antariksa. Beruang air (Tardigrades) ditemukan jadi makhluk hidup pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan ekstrem luar angkasa.

Dengan ketahanan yang luar biasa di Bumi, tidak heran kalau spesies invertebrata mikroskopis ini bisa bertahan di luar angkasa. Tanpa oksigen, terpapar radiasi, hingga dehidrasi, tak ada satu pun yang memengaruhi beruang air!

Sebelum diberangkatkan oleh European Space Agency (ESA) dalam FOTON-M3, beruang laut dikeringkan dan mengorbit Bumi selama 10 hari. Saat kembali di Bumi, para beruang laut kembali diberikan cairan. Hasilnya, 68 persen beruang air selamat dari lingkungan luar angkasa yang ekstrem!

Sejak saat itu, beruang air sering diikutkan pada misi luar angkasa. Paling terkini, saat SpaceX meluncur pada Juni 2021 lalu, beruang air juga ikut menumpang ke luar angkasa.

11. Cacing gelang
Gak Nyangka, 11 Hewan Ini Sudah Mencicipi Luar Angkasa

Pada 2003, pesawat ulang-alik Columbia hancur saat memasuki atmosfer Bumi. Kecelakaan tragis ini menewaskan 7 astronaut yang ada di dalamnya. Selain tujuh astronaut tersebut, terdapat juga 80 percobaan ilmiah. Saat reruntuhan Columbia dievakuasi, sekelompok cacing gelang (C. elegans) ditemukan selamat dari panas yang ekstrem dan tetap hidup!

Cacing gelang jadi makhluk pertama yang diketahui selamat saat memasuki atmosfer panas Bumi tanpa perlindungan apa pun. Sejak saat itu, cacing gelang sering digunakan untuk mempelajari dampak perjalanan luar angkasa pada organisme.

Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian, tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa. Ketinggian 100 kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Fédération Aéronautique Internationale merupakan definisi yang paling banyak diterima sebagai batasan antara atmosfer dan angkasa

Itulah beberapa hewan yang telah dikirimkan ke luar angkasa. Beberapa kembali tak selamat, tetapi jasa merekalah yang membentuk pengetahuan manusia pada luar angkasa. Oleh karena itu, jasa mereka tak akan pernah bisa dilupakan.