Inilah Proses Panjang yang Telah Membentuk Alam Semesta ini

Inilah Proses Panjang yang Telah Membentuk Alam Semesta ini – Alam semesta adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Sains telah begitu banyak menjabarkan berbagai macam teori tentang kemunculan alam semesta. Hingga saat ini, sains masih mencoba untuk menjelaskan berbagai fenomena dan jejak yang ada di alam semesta guna diketahui bagaimana asal-usulnya.

Nah, salah satu hal yang membuat penasaran adalah proses pembentukan alam semesta atau jagat raya. Menurut ilmu astronomi dan fisika, ada begitu banyak proses panjang yang membentuk alam semesta kita untuk menjadi seperti saat ini.

Dimulai dari pemampatan gravitasi yang menjadi energi dahsyat

5 Proses Terbentuknya Alam Semesta menurut Sains, Seperti Apa?

Oke, pada awalnya, mungkin bisa dibayangkan keberadaan energi superbesar yang termampatkan akibat gravitasi. Dilansir Exploratorium, adanya Big Bang atau Ledakan Dahsyat diawali dengan pemampatan energi yang begitu masif sehingga menghasilkan kekuatan fundamental alam semesta. Yup, mendiang Stephen Hawking pun pernah berkata bahwa pembentukan alam semesta diawali dengan keberadaan hukum gravitasi.

Kondisi penekanan energi ini akhirnya mengeluarkan begitu banyak materi dalam bentuk Ledakan Dahsyat. Nah, jika pendapat mengenai pemampatan energi ini benar, itu menandakan bahwa alam semesta ini juga bisa berulang kali lahir dan mati. Kemunculan alam semesta yang sekarang bisa jadi akibat energi yang begitu besar dari alam semesta pada masa lalu.

Proses Big Bang

5 Proses Terbentuknya Alam Semesta menurut Sains, Seperti Apa?

Big Bang atau Ledakan Dahsyat adalah proses yang terjadi akibat poin nomor satu di atas dan ini dianggap sebagai peristiwa terbentuknya alam semesta. Big Bang melontarkan begitu banyak materi, energi, ruang, dan waktu yang akan menjadi cikal bakal jagat raya yang begitu kompleks hingga saat ini. Menurut ilmuwan dan akademisi, peristiwa besar ini terjadi pada 13,8 miliar tahun lalu.

Suhu yang terjadi setelah Big Bang diperkirakan mencapai 1 triliun derajat celsius dan inflasi awal ini dinamakan fase Planck. Dijelaskan dalam laman University of California, setelah inflasi selesai, terjadilah ekspansi yang begitu cepat terhadap materi dan antimateri yang dilontarkan pada fase Planck tadi. Nah, materi, antimateri, dan energi tadi akan silih berganti membentuk formasinya masing-masing.

Kemunculan klaster dan gugus bintang yang sangat besar

5 Proses Terbentuknya Alam Semesta menurut Sains, Seperti Apa?

Setelah materi dan energi saling berinteraksi satu sama lain, alam semesta mulai membentuk klaster atau gugus besar yang berisi banyak objek angkasa. Menurut laman Space, klaster terbesar di alam semesta adalah Hercules-Corona Borealis. Superklaster ini memiliki diameter sepanjang 10 miliar tahun cahaya.

Lalu, objek apa yang dianggap paling tua di alam semesta? Ada sebuah bintang bernama Methuselah atau HD 140283 yang konon usianya mencapai 14 miliar tahun. Jika ini benar, bintang tersebut berusia lebih tua ketimbang Big Bang. Namun, banyak ilmuwan yang akhirnya menyatakan bahwa objek tersebut memiliki usia yang sedikit lebih muda dibandingkan dengan peristiwa Big Bang.

Mengembang dan membentuk banyak galaksi

5 Proses Terbentuknya Alam Semesta menurut Sains, Seperti Apa?

Alam semesta terus mengembang hingga kini. Jejak-jejaknya masih bisa dilacak dan ditelusuri oleh berbagai macam pengamatan. Laman resmi NASA menjelaskan bahwa galaksi di alam semesta terbentuk akibat gravitasi yang menarik berbagai macam objek angkasa. Dalam galaksi terdapat banyak tata surya, bintang, planet, nebula, gas, debu, bahkan lubang hitam.

Biasanya, dalam satu galaksi, terdapat ratusan miliar hingga triliunan bintang. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa jumlah planet yang ada di sebuah galaksi bisa lebih banyak lagi. Bumi dan tata surya kita berada di Galaksi Bimasakti. Ilmuwan memperkirakan ada sekitar 200 miliar galaksi yang ada di seluruh alam semesta.

Planet, bulan, dan bintang baru terus bermunculan

5 Proses Terbentuknya Alam Semesta menurut Sains, Seperti Apa?

Bumi dan tata surya kita diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Jika dibandingkan dengan alam semesta, usia dari tata surya kita tentu sangatlah muda. Bintang yang ada di alam semesta juga terus mengalami evolusi. Tak ada yang abadi, semua bintang akan mengalami lahir dan mati sesuai dengan kadar hidrogen dan heliumnya.

Lalu, kapan alam semesta akan mati? Ternyata, alam semesta yang ada saat ini masih berada di tengah perjalanan sebelum kematiannya. Dicatat dalam Discover Magazine, ada beberapa kalangan akademisi yang menyebut bahwa alam semesta bakal kehabisan energi dan mengalami kematian pada 22 miliar tahun mendatang.

Alam Semesta juga dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang dan waktu, dan segala bentuk materi serta energi. Istilah semesta atau jagat raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmosdunia, atau alam.

Alam semesta sering didefinisikan sebagai “keseluruhan keberadaan”, atau segala sesuatu yang ada, segala sesuatu yang telah ada, dan segala sesuatu yang akan ada. Bahkan, beberapa filsuf dan ilmuwan mendukung penyertaan gagasan dan konsep abstrak – seperti matematika dan logika – dalam definisi Alam semesta. Kata alam semesta juga dapat merujuk pada konsep-konsep seperti kosmosdunia, dan alam.