Inilah Faktor Sebuah Planet Dianggap Layak Huni Seperti Bumi

Inilah Faktor Sebuah Planet Dianggap Layak Huni Seperti Bumi

Inilah Faktor Sebuah Planet Dianggap Layak Huni Seperti Bumi -Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru.Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme  serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan.  Sejauh ini dari begitu banyaknya planet, bintang, hingga galaksi, hanya Bumi yang diketahui benar-benar berpenghuni.

Planet lain yang telah ditemukan dan diobservasi selama ini tak ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda idn poker ios kehidupan di dalamnya. Akan tetapi, beberapa penelitian juga telah menemukan planet-planet yang memiliki kriteria mirip seperti Bumi atau dengan kata lain layak huni. Meskipun belum ada konfirmasi soal keberadaan makhluk hidup di sana, namun fakta soal kemungkinan planet tersebut bisa ditempati saja sudah cukup mencengangkan banyak orang.

1. Terdapat kandungan air di permukaan planet tersebut
5 Faktor Utama yang Membuat Planet Dinyatakan Layak Huni

Air merupakan sumber kehidupan yang penting bagi makhluk hidup. Bahkan, makhluk hidup pertama yang diketahui ada di Bumi berasal dari wilayah perairan. Berkat air, beragam aktivitas makhluk hidup dapat dilakukan. Mulai dari membantu memenuhi energi dalam tubuh hingga untuk dimanfaatkan dalam aktivitas lainnya.

Manuel Güdel dalam jurnal “What Makes a Planet Habitable?” menyebutkan bahwa air dimanfaatkan oleh makhluk hidup untuk membentuk metabolisme tubuh dan kebutuhan reproduksi. Hal ini lantaran air memiliki sifat polar yang dapat melarutkan molekul-molekul yang diperlukan bagi makhluk hidup.

Sebenarnya kadar air di alam semesta sangat melimpah. Hanya saja, bentuknya berbeda-beda di setiap planet. Misalnya, ada air yang berbentuk padat (es), gas, hingga cairan. Nah, air yang dibutuhkan oleh makhluk hidup haruslah yang bersifat cair.

Sejauh ini, baru Bumi dan Mars saja yang diketahui memiliki atau pernah memiliki air dalam bentuk cairan di permukaannya. Planet-planet lain di tata surya tidak memiliki karakteristik tersebut.

2. Permukaan planet harus terbuat dari bebatuan atau material padat
5 Faktor Utama yang Membuat Planet Dinyatakan Layak Huni

Selain air di atas permukaan, planet yang dapat dihuni juga harus memiliki sedimen batuan sebagai tempat berpijak makhluk hidup. Selain itu, permukaan padat tersebut juga harus bisa menopang kehidupan dengan kandungan mineral ataupun material lain yang ada di dalamnya.

Menurut laman University of Utah, syarat ini menjadi mutlak lantaran beberapa planet yang berhasil diobservasi ada yang memiliki permukaan berupa gas. Ini membuatnya tidak memungkinkan untuk ditinggali karena hampir tidak ada tempat berpijak. Selain itu, besar kemungkinan tak adanya mineral yang dapat dimanfaatkan jika berada di planet gas tersebut.

Beberapa planet dengan permukaan gas tersebut ternyata ada dalam sistem tata surya kita. Mereka adalah Jupiter, Saturnus, dan Uranus.

3. Terdapat lapisan pelindung di langitnya
5 Faktor Utama yang Membuat Planet Dinyatakan Layak Huni

Luar angkasa penuh dengan berbagai material keras dan kejadian yang tak terduga. Oleh sebab itu, planet-planet yang ada juga harus memiliki mekanisme pertahanan diri agar tidak rusak jika bersinggungan dengan benda langit lainnya. Salah satu mekanisme pertahanan yang dimiliki oleh planet adalah keberadaan atmosfer sebagai perisai pelindung.

Laman BBC menyebutkan kalau atmosfer di Bumi terdiri atas berbagai macam lapisan gas. Salah satu gas yang dapat kita lihat paling jelas adalah awan. Selain itu, terdapat pula kumpulan gas lain yang biasa disebut sebagai gas rumah kaca. Gas-gas ini sendiri terdiri atas karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2), dan air (H2O). Setidaknya, planet yang layak huni harus mengandung gas-gas ini agar dapat menyokong kehidupan makhluk hidup di bawahnya.

Gas tersebut juga memiliki beragam fungsi. Mulai dari pengatur suhu di Bumi agar tidak terlalu panas ataupun dingin, mencegah radiasi dari sinar ultraviolet, hingga melindungi permukaan Bumi dari hantaman benda-benda asing dari luar angkasa.

4. Ukuran planet tidak terlalu besar maupun terlalu kecil
5 Faktor Utama yang Membuat Planet Dinyatakan Layak Huni

Standar ukuran dari sebuah planet untuk dapat dinyatakan layak huni sendiri sejauh ini harus mendekati ukuran Bumi, tidak lebih besar maupun tidak lebih kecil. Tentunya ada alasan di balik pentingnya ukuran dari suatu planet.

Dilansir University of Utah, salah satu alasan mengapa ukuran planet harus tepat bagi makhluk hidup adalah keberadaan intinya yang cair. Bagian tersebut berfungsi sebagai sumber panas dari sebuah planet, penyedia material-material tertentu, hingga melindungi dari radiasi.

Jika ukuran planet lebih kecil dari Bumi, inti cair planet akan cenderung lebih lemah dan cepat hilang. Sebaliknya, jika planet terlalu besar, maka inti cair tersebut akan terlalu panas sehingga dapat membahayakan makhluk hidup di atasnya.

5. Terdapat satu buah bintang di pusatnya dengan jarak yang tepat
5 Faktor Utama yang Membuat Planet Dinyatakan Layak Huni

Matahari adalah bintang pusat yang ada dalam sistem tata surya kita. Keberadaan bintang pusat bagi sebuah planet tentu sangat penting agar planet tersebut memiliki garis orbit sehingga tidak terombang-ambing di luar angkasa.

Selain keberadaan bintang, jarak dan ukuran dari benda langit tersebut juga jadi syarat penting agar makhluk hidup dapat bertahan. Seperti yang disebutkan Manuel Güdel dalam jurnal “What Makes a Planet Habitable?”, jika sebuah bintang pusat memiliki massa lebih kecil dari Matahari, maka energi yang dipancarkan akan lebih lemah. Sementara itu, jika massanya lbebih besar, maka rentang waktu hidup bintang itu akan lebih pendek.

Kemudian, ukuran dari bintang pusat juga akan mempengaruhi zona layak huni (habitable zone) dari planet yang mengorbit padanya. Semakin besar pancaran energinya, semakin sulit bagi planet untuk mempertahankan air di permukaan dan suhu yang tepat.

Sebaliknya, jika pancaran energi terlalu lemah, maka suhu dari planet di sekitarnya akan turun drastis. Maka dari itu, jarak zona layak huni dari satu sistem orbit akan berbeda jika bintang pusatnya lebih kecil maupun besar.

Sejauh ini, sudah ada beberapa kandidat planet yang mirip dengan Bumi sehingga sedang diteliti lebih lanjut. Paling dekat ada tetangga Bumi, yaitu Mars, yang sampai saat ini menjadi pusat perhatian peneliti-peneliti dunia. Semakin menarik bukan kisah penjelajahan luar angkasa umat manusia?

Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari).

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi.