Inilah Dampak Jika Matahari Tiba-Tiba Hilang Dari Tata Surya

Inilah Dampak Jika Matahari Tiba-Tiba Hilang Dari Tata Surya

Inilah Dampak Jika Matahari Tiba-Tiba Hilang Dari Tata Surya – Matahari atau Surya adalah bintang di pusat tata surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya mewakili kurang lebih 99,86 % massa total tata surya.

Sebagai objek yang dapat menghasilkan cahayanya sendiri, bintang tentu punya berbagai peran hingga manfaat yang sangat beragam. Hal inilah yang membuat sebuah bintang dikelilingi oleh banyak benda langit, termasuk planet, sehingga membentuk sistem orbit tertentu.

Sebagai bagian dari Tata Surya, Matahari sebagai bintang pusat punya berbagai peran penting untuk menopang planet-planet yang mengorbit padanya. Saking pentingnya, jika tiba-tiba ia menghilang, sejumlah dampak buruk akan menimpa planet-planet di sekitarnya, termasuk Bumi.

1. Seluruh benda langit di sekitar Matahari akan terombang-ambing di ruang angkasa
Ini 5 Hal yang Akan Terjadi jika Matahari Menghilang dari Tata Surya

Dalam Tata Surya, Matahari merupakan objek dengan medan gravitasi terbesar. Oleh sebab itu, benda-benda langit seperti planet, asteroid, hingga objek langit lain di sekitarnya akan tertarik dan mengikuti jalur yang tercipta akibat gravitasi Matahari. Inilah yang biasa disebut sebagai jalur orbit.

Sekarang, jika Matahari tiba-tiba menghilang, maka tentunya dampak paling instan adalah terputusnya jalur orbit Matahari tersebut. Space Answers melansir bahwa benda langit akan terombang-ambing di ruang angkasa. Bahkan, beberapa di antaranya akan bergerak lurus ke depan sampai keluar dari sistem Tata Surya maupun saling bertabrakan jika jarak antara keduanya berdekatan dan tarik-menarik.

2. Temperatur planet di Tata Surya akan turun drastis
Ini 5 Hal yang Akan Terjadi jika Matahari Menghilang dari Tata Surya

Temperatur permukaan sebuah planet sangat dipengaruhi pada jaraknya dengan Matahari. Sebab, semakin dekat sebuah planet dengan Matahari, maka intensitas cahaya dan suhu yang diterima akan semakin besar. Maka dari itu, salah satu dampak mengerikan jika Matahari tiba-tiba menghilang adalah menurunnya temperatur di planet-planet sekitarnya.

Dilaporkan dalam laman Discovery, bagi Bumi, penurunan temperatur akan terjadi secara perlahan. Sebab, planet ini cenderung dapat mempertahankan suhu panas dengan cukup baik.

Beberapa hari setelah Matahari menghilang, Bumi baru akan merasakan penurunan temperatur yang sangat drastis. Setelah 2 bulan, permukaan air laut akan membeku. Hanya saja, seluruh lautan di Bumi baru akan membeku total setelah beberapa ribu tahun tanpa adanya Matahari.

Bagi planet yang jarak dengan Matahari lebih jauh ketimbang Bumi, dampak penurunan temperatur ini akan terjadi secara lebih cepat. Sementara untuk planet yang lebih dekat dengan Matahari dibandingkan dengan Bumi masih dapat bertahan sedikit lebih lama ketimbang Bumi.

3. Atmosfer akan rusak hingga hancur
Ini 5 Hal yang Akan Terjadi jika Matahari Menghilang dari Tata Surya

Perisai pelindung Bumi dari berbagai benda langit berbahaya ini juga akan terdampak jika Matahari tiba-tiba menghilang dari Tata Surya. Akan tetapi, sebenarnya dampak tersebut baru akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Dilansir Earth Sky, atmosfer baru akan rusak ketika Bumi telah mencapai suhu -400 derajat Fahrenheit (-240 derajat Celcius) atau ketika lautan di Bumi telah beku sepenuhnya. Artinya, efek ini baru akan terjadi setelah ribuan tahun Matahari menghilang.

Hanya saja, dampak yang disebabkan oleh hilangnya atmosfer ini akan sangat berbahaya. Selain hilangnya pelindung Bumi dari benda asing berbahaya, hilangnya atmosfer juga akan membuat Bumi jauh lebih rentan untuk terpapar radiasi kosmik dari ruang angkasa.

4. Planet-planet akan menjadi gelap gulita
Ini 5 Hal yang Akan Terjadi jika Matahari Menghilang dari Tata Surya

Adanya siang dan malam di Bumi dipengaruhi oleh keberadaan cahaya Matahari. Jika Matahari tiba-tiba menghilang, maka dapat dipastikan kalau keadaan di Bumi akan selalu gelap. Satu-satunya cahaya yang bisa terlihat dari planet kita ketika hanya titik-titik kecil dari bintang lain.

Hanya saja, dilansir Futurism, hilangnya cahaya dari planet-planet tidak akan terjadi secara instan. Hal ini disebabkan karena cahaya membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai sebuah objek, tergantung dengan jaraknya. Semakin dekat sebuah objek dengan Matahari, maka waktu cahaya Matahari mencapai objek tersebut akan semakin singkat.

Ketika cahaya Matahari menghilang, Bumi sebenarnya masih akan menerima cahaya selama 8 menit. Sedangkan untuk planet yang jaraknya lebih jauh lagi dari Bumi akan mendapat waktu sedikit lebih panjang sebelum cahaya Matahari benar-benar menghilang.

5. Seluruh makhluk hidup perlahan-lahan akan musnah
Ini 5 Hal yang Akan Terjadi jika Matahari Menghilang dari Tata Surya

Terakhir, dampak paling jelas jika Matahari menghilang dari Tata Surya kita adalah musnahnya seluruh kehidupan yang ada di Bumi. Akan tetapi, menariknya kemusnahan tersebut akan cenderung terjadi secara perlahan, lho.

Dikutip dari laman Earth Sky dan Futurism, setidaknya butuh waktu beberapa dekade sebelum makhluk hidup benar-benar musnah dari Bumi. Pada awalnya tumbuhan tidak dapat berfotosintesis karena hilangnya Matahari. Dari situ, hewan herbivor akan mati kelaparan, disusul dengan sejumlah karnivor.

Sementara itu, satu-satunya cara agar manusia dapat bertahan selama beberapa bulan adalah dengan tinggal di dalam tanah agar dekat dengan sumber panas Bumi. Akan tetapi, seluruh makhluk tersebut cenderung akan musnah dalam hitungan beberapa tahun. Hanya beberapa tumbuhan raksasa yang masih dapat bertahan hingga beberapa dekade tanpa perlu melakukan fotosintesis lagi.

Dampak dari menghilangnya Matahari memang sangat membahayakan bagi kelangsungan Tata Surya kita. Akan tetapi, kabar baiknya kemungkinan Matahari menghilang tanpa jejak sangat kecil. Seandainya Matahari akan meredup atau meledak sekalipun, pasti manusia dapat memperhatikan tanda-tandanya dengan pengetahuan yang ada saat ini.

Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memipih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi tata surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa.

Klasifikasi bintang matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi, matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer.