Inilah Alasan Mengapa Komet NEOWISE Pantang untuk Dilewatkan

Inilah Alasan Mengapa Komet NEOWISE Pantang untuk Dilewatkan

Inilah Alasan Mengapa Komet NEOWISE Pantang untuk Dilewatkan – Komet C/2020 F3 (NEOWISE), atau Komet NEOWISE, adalah sebuah komet  retrograde dengan orbit berbentuk mendekati parabola yang ditemukan pada 27 Maret 2020 oleh teleskop antariksa NEOWISE. Komet ini mencapai titik terdekatnya dari Matahari pada 3 Juli 2020.

Pada bulan Juli 2020, komet ini mencapai magnitudo +1 sehingga cukup mudah untuk diamati menggunakan mata telanjang oleh pengamat langit di belahan Bumi utara. Komet ini juga teramati memiliki dua ekor, satu tersusun atas gas sementara ekor lainnya tersusun atas debu.

Setelah sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan komet SWAN pada Agen IDN Poker77 pertengahan Mei lalu, kali ini publik sepertinya akan menyaksikan ‘tamu baru’ dari luar angkasa. Ia adalah komet NEOWISE (Near-Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer).

1. Hanya dapat disaksikan sekali seumur hidup
Keren! 5 Alasan Mengapa Komet NEOWISE Wajib Disaksikan di Bulan Juli

Dilansir Earth Observatory NASAkomet ini kali pertama ditemukan pada 27 Maret 2020 oleh NASA dan diperkirakan akan melintasi Bumi sepanjang bulan Juli.

Menjadi suatu fenomena yang langka, karena tidak akan terlihat mendekati bumi lagi hingga 6800 tahun, hal ini terjadi sebab komet NEOWISE memiliki lintasan orbit yang panjang.

Tepatnya pada bulan agustus, komet ini akan kembali melanjutkan perjalanannya.

2. Memiliki kemiripan dengan Komet Hale Bopp dan Hyakutake
Keren! 5 Alasan Mengapa Komet NEOWISE Wajib Disaksikan di Bulan Juli

Kemunculan Komet NEOWISE, mengingatkan para pengamat terhadap kemunculan Komet Hale Bopp dan Komet Hyakutake ditahun 1990-an.

Hal ini, dikarenakan NEOWISE memiliki kesamaan, yaitu sangat mudah disaksikan dengan mata telanjang, tidak seperti komet jenis lainnya yang sangat susah disaksikan oleh masyarakat sebab memerlukan alat bantu seperti teleskop.

3. Keunikan yang dimiliki
Keren! 5 Alasan Mengapa Komet NEOWISE Wajib Disaksikan di Bulan Juli

Komet NEOWISE ternyata memiliki keunikannya tersendiri. Dengan bentuk yang parabolik, komet ini juga mempunyai orbit yang bergerak mundur (retrogade) tidak seperti komet pada umumnya.

Coma Database Observer (COBS) juga menyatakan, nilai magnitudo komet sekitar +1.5. Serta diameter ekor komet yang sudah mencapai 17,7 menit busur, hampir sama dengan ukuran radius bulan.

4. Waktu terbaik untuk menyaksikan
Keren! 5 Alasan Mengapa Komet NEOWISE Wajib Disaksikan di Bulan Juli

Menurut NASA, waktu terbaik untuk menyaksikan komet ini pada 22 Juli 2020. Hal ini dikarenakan waktu tersebut adalah titik terdekat komet NEOWISE dari bumi.

Walaupun berada pada titik terdekat, titik tersebut masih tergolong aman, yaitu sekitar 103 Juta Kilometer dari Bumi. Setelah puncaknya, hingga akhir Juli mendatang, waktu terbaik untuk menyaksikan adalah saat matahari terbenam.

Pastikan juga untuk menemukan lokasi yang jauh dari cahaya, dengan kondisi langit yang jernih dan terbebas dari polusi udara.

5. Dapat disaksikan dengan cara yang mudah
Keren! 5 Alasan Mengapa Komet NEOWISE Wajib Disaksikan di Bulan Juli

Menurut German Aerospace Center (DLR), ketika komet NEOWISE berada pada titik terdekat dengan bumi, komet tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun setelah melewati titik terdekat dengan bumi, komet tersebut secara berlahan mengecil, namun masih dapat disaksikan dengan teropong.

Jika tidak berhasil menemukannya, tips lain yang dapat dilakukan adalah dengan mencari bintang kuning yang paling terang yang disebut Capella. Sebab Komet NEOWISE akan muncul setelahnya. Tepatnya, dibawah bintang Capella tersebut.

Pada awal Juli 2020, komet ini berada sangat rendah pada ketinggian 2 derajat di atas cakrawala timur laut apabila diamati dari Indonesia. Komet NEOWISE kemudian bergerak semakin rendah mendekati cakrawala setiap harinya, hingga berada sejajar dengan cakrawala pada 11 Juli 2020. Pada 19 Juli 2020, komet ini muncul kembali di langit barat laut namun dengan magnitudo yang cukup redup—magnitudo +3,46.