Hal-hal yang akan Terjadi Jika Bulan Lebih Dekat dengan Bumi

Hal-hal yang akan Terjadi Jika Bulan Lebih Dekat dengan Bumi

Hal-hal yang akan Terjadi Jika Bulan Lebih Dekat dengan Bumi – Kamu tahu film Bruce Almighty? Betul, film tahun 2003 yang dibintangi oleh Jim Carrey, Morgan Freeman, Steve Carrell, dan Jennifer Aniston ini mengisahkan jika seorang manusia diberi kekuatan Tuhan. Di satu scene, terlihat Bruce (Carrey) menggunakan kekuatan ilahinya untuk menarik Bulan untuk memesona Grace (Aniston).

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan satelit terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang diorbitnya, dengan diameter 27%, Memang, film itu hanya film komedi. Namun, tidakkah kamu penasaran, apa yang terjadi jika Bulan “ditarik” lebih dekat dengan Bumi? Toh, selama ini Bulan ada di situ-situ saja, kan?

Bulan berada pada rotasi sinkron dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Nah, mari berandai-andai, inilah 4 hal yang terjadi jika Bulan jadi lebih dekat dengan Bumi.

1. Air pasang jadi lebih tinggi
4 Hal yang Terjadi kalau Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

Dalam film Bruce Almighty, mendekatnya Bulan membuat banjir bandang di mana-mana. Faktanya, hal itu memang mungkin terjadi jika Bulan tiba-tiba mendekati Bumi. Selama ini, efek gravitasi Bulan menyebabkan pasang surut air laut.

Akan tetapi, fisikawan asal University of Maine, Neil Comins, memprediksikan jika jarak Bulan ke Bumi (384.400 km) dipotong setengahnya, maka air pasang jadi delapan kali lebih tinggi!

2. Lebih banyak gempa bumi dan gunung meletus
4 Hal yang Terjadi kalau Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

Fenomena mendekatnya Bulan ke Bumi tidak hanya memengaruhi pasang surut perairan di Bumi. Comins memperingatkan kalau skenario ini juga dapat memengaruhi daratan. Saat Bulan terlalu dekat dengan Bumi, gelombang energi bergema di seluruh planet karena lonjakan gaya tarik gravitasi Bulan.

Mendukung pendapat Comins, ahli vulkanologi di Queen Mary University of London, Jazmin Scarlett, mengatakan kalau hal ini bisa berdampak pada kerak Bumi.

Mari kita ambil contoh dari Io, satelit alami yang mengelilingi planet Jupiter dan terkenal memiliki lebih dari 400 gunung berapi. Sifat vulkanis Io disebabkan gaya tarik ulur gravitasi Jupiter dan dua satelit besar lainnya, Europa dan Ganymede. Nah, hal yang sama dapat terjadi pada Bumi jika Bulan lebih dekat.

3. Rotasi Bumi melambat
4 Hal yang Terjadi kalau Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

Karena dampak pada kerak Bumi yang tiba-tiba tersebut, rotasi Bumi akan melambat seiring waktu. Hal ini dikarenakan gravitasi Bulan menarik air laut, sehingga gesekan antara dasar laut dan perairan Bumi memperlambat rotasi planet.

Dengan mendekatnya Bulan ke Bumi, rotasi Bumi akan semakin melambat. Hasilnya, hari di Bumi pun jadi lebih panjang.

4. Gerhana matahari dan supermoon jadi semakin sering
4 Hal yang Terjadi kalau Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

Tiga konsekuensi sebelumnya berarti akhir dari kehidupan di Bumi. Namun, seandainya kita bisa selamat dari segala gempa bumi, letusan gunung berapi, gelombang pasang yang bak tsunami, dan hari yang panjang, maka kita akan lebih sering melihat gerhana matahari!

Selain itu, kita pun dapat melihat korona (atmosfer luar) Matahari bersinar di sekeliling siluet Bulan yang gelap meski tidak terlalu jelas. Fase-fase Bulan akan terlihat sama, tetapi jauh lebih besar di langit malam!