Fakta Bintang Alnilam Berukuran raksasa & Bercahaya Biru

Fakta Bintang Alnilam Berukuran raksasa & Bercahaya Biru

Fakta Bintang Alnilam Berukuran raksasa & Bercahaya Biru – Alnilam atau  Epsilon Orionis adalah bintang superraksasa biru yang terletak di tengah  asterisma “Sabuk Orion”. Bintang ini merupakan bintang tercerah ke-30 di langit malam dan merupakan bintang tercerah keempat di rasi ini.

Bintang ini memiliki nebula pantul yang bernama NGC 1990. Orion merupakan salah satu konstelasi paling populer di langit malam. Maka tak heran, jika bintang-bintang penghuninya pun turut populer, salah satunya adalah Alnilam atau Epsilon orionis.

Bintang Alnilam adalah satu dari tiga bintang populer yang mendiami sabuk Orion setelah Alnitak dan Mintaka. Bintang ini diklasifikasikan sebagai super raksasa yang memancarkan idn poker ios cahaya biru.

1. Terletak di tengah sabuk Orion
5 Fakta Bintang Alnilam, Super Raksasa Biru di Konstelasi Orion

Bintang Alnilam terletak di tengah sabuk Orion, salah satu asterisme paling populer di langit malam. Bintang ini ditemani oleh dua bintang lain di sisi kiri dan kanannya, yaitu Alnitak dan Mintaka.

Dilansir Star Facts, Alnilam merupakan bintang paling terang, besar, dan jauh daripada Alnitak dan Mintaka. Selain itu, bintang yang jaraknya 1.977 tahun cahaya dari Bumi ini adalah satu-satunya bintang tunggal di sabuk Orion. Sedangkan dua lainnya adalah bintang ganda.

2. Diklasifikasikan sebagai bintang super raksasa biru
5 Fakta Bintang Alnilam, Super Raksasa Biru di Konstelasi Orion

Alnilam diklasifikasikan sebagai bintang super raksasa biru di konstelasi Orion. Ini karena bintang tersebut termasuk ke dalam bintang tipe spektral B0 Ia, yang mana memancarkan cahaya putih-biru yang sangat panas.

Alnilam memiliki magnitudo tampak sebesar 1,69. Bintang ini juga termasuk ke dalam klasifikasi bintang variabel dari kelas Alpha Cygny. Hal itu menyebabkan kecerahan Alnilam bisa berubah-ubah dari 1,69 menjadi -1,74.

3. Akan mengakhiri hidupnya sebagai supernova
5 Fakta Bintang Alnilam, Super Raksasa Biru di Konstelasi Orion

Dilansir Sky and Telescope, Alnilam akan mengakhiri hidupnya sebagai supernova, yaitu ledakan bintang super besar. Namun, sebelum memasuki fase akhir tersebut, bintang ini bakal berubah menjadi raksasa merah terlebih dahulu.

Tidak hanya supernova, Alnilam juga akan menciptakan lubang hitam atau black hole di fase akhir nanti. Ini karena bintang tengah sabuk Orion tersebut merupakan bintang super raksasa, yang mana memang akan meledak jika bahan bakarnya telah habis.

4. Lebih besar dari Matahari
5 Fakta Bintang Alnilam, Super Raksasa Biru di Konstelasi Orion

Dilansir The Nine Planets bahwa Alnilam memiliki ukuran yang 30 kali lebih besar dari matahari. Selain itu, bintang ini juga mempunyai massa yang 40 kali lebih berat dari bintang pusat tata surya kita tersebut.

Sementara itu, Alnilam memancarkan cahaya yang luar biasa terang, yakni 537.000 kalinya Matahari. Temperatur bintang ini juga sangat panas, yaitu sekiranya 27.226 derajat celsius.

5. Termasuk ke dalam daftar bintang navigasi
5 Fakta Bintang Alnilam, Super Raksasa Biru di Konstelasi Orion

Dilansir Astronomytrek, Alnilam termasuk ke dalam daftar bintang navigasi, yaitu bintang paling terang dan mudah untuk dikenali. Bintang ini adalah salah satu bintang paling terang di langit malam, tepatnya menduduki posisi ke-29.

Sementara itu, di konstelasi Orion, Alnilam menjadi bintang paling terang ke 4 setelah Rigel, Betelgeuse, dan Bellatrix. Ditambah, Epsilon Orionis ini menghuni asterisme sabuk Orion yang mudah dikenali di langit malam.

Hujan yang turun pada sore hari selama sepekan terakhir membuat langit malam Jakarta cukup bersih. Alhasil, sejumlah bintang dan rasi bisa dengan mudah diamati. Salah satunya adalah rasi Orion atau lebih dikenal sebagai Lintang luku atau Waluku di Indonesia.

Rasi itu mudah dikenali dari dari tiga bintang segaris di tengahnya. Mereka terbit tepat di arah timur dan terbenam tepat di arah barat. Saat tengah malam berada di atas kepala seperti yang terlihat Sabtu (20/12) dini hari.

Ketiga bintang itu, dari barat ke timur, dinamai Mintaka, Alnilam, dan Alnitak. Menurut astronom Jim Kaler, seperti dikutip Space.com, kedua bintang terluar, yaitu Alnitak dan Mintaka, berasal dari frasa bahasa Arab yang berarti sabuk. Adapun Alnilam berarti untaian mutiara.