Deretan Peristiwa Langit yang Akan Terjadi Pada Januari 2022

Deretan Peristiwa Langit yang Akan Terjadi Pada Januari 2022 – Peristiwa langit adalah fenomena astronomi yang menarik yang melibatkan satu atau lebih benda langit. Beberapa contoh peristiwa selestial adalah fase siklus Bulan, gerhana matahari dan bulan, transit dan okultasi, pertentangan planet dan konjungsi, hujan meteor, dan flybys komet, soltis dan ekuinoks.

Langit kita penuh dengan keajaiban kosmik. Di tahun 2022, sejumlah fenomena langit akan menyapa, mulai dari gerhana Bulan total hingga bintang jatuh. Tentu banyak sekali fenomena langit jika harus disebutkan satu per satu. Tapi setidaknya, ada 9 fenomena yang layak ditunggu dan disaksikan di 2022, seperti dikutip dari National Geographic.

Tahun 2021 sudah berlalu, kita sudah berada di tahun 2022. Semoga saja tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Apakah kamu siap untuk memantau langit di tahun 2022 ini? Membuka lembaran 2022, apa saja fenomena langit yang bisa kita saksikan pada bulan Januari.

Puncak hujan meteor Quadrantid pada 4 Januari
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Pada 4 Januari 2022, terjadi puncak hujan meteor Quadrantid. Hujan meteor tersebut berasal dari sisa debu asteroid 2003 EH1 dan komet C/1490 Y1. Pemandangan ini terlihat dari arah Timur Laut pada pukul 04.00 subuh waktu setempat hingga 25 menit sebelum terbitnya Matahari.

Di titik ini, hujan meteor Quadrantid turun dengan intensitas 200 meteor jam! Akan tetapi, karena ketinggian hujan meteor ini berbeda dari Sabang sampai Pulau Rote, maka intensitasnya pun bisa berbeda. Dilansir Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN, intensitas puncak hujan meteor Quadrantid berkisar antara:

  • Sabang (35,8°): 117 meteor/jam
  • Pulau Rote (16,3°): 56 meteor/jam

Tanpa cahaya Bulan, fenomena ini tetap terlihat tanpa bantuan. Dengan catatan, langit cerah dan bebas polusi cahaya serta medan padang bebas halangan.

Pertemuan antara Bulan, Merkurius dan Saturnus di hari yang sama
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Menurut jadwal Info Astronomy, pada 4 Januari 2022, di langit juga terjadi pertemuan antara planet Saturnus, Merkurius, dan Bulan. Bersama, mereka membentuk konjungsi tripel dengan formasi segitiga.

Konjungsi tripel antara Merkurius, Bulan, dan Saturnus dapat terlihat sejak Matahari terbenam di langit barat, tepatnya pada pukul 06.45 malam waktu setempat. Untuk melihat formasi ini dengan jelas, bisa menggunakan teleskop dengan kemampuan magnifikasi minimum 225 kali.

Bumi berada di keadaan perihelion terhadap Matahari
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Di tanggal yang sama, Bumi ternyata berada di titik perihelion terhadap Matahari. Saat beredar mengelilingi sang Surya, orbit Bumi berbentuk elips. Alhasil, saat ini, Bumi mencapai titik terdekatnya dengan Matahari.

Pada saat perihelion, jarak Bumi ke Matahari berkisar 147,1 juta kilometer! Tidak perlu takut, perihelion Bumi ke Matahari tidak akan membuat Bumi semakin panas.

Bulan dan Jupiter berkonjungsi pada 6 Januari
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Setelah bertemu Saturnus dan Merkurius, giliran Jupiter yang bertemu Bulan pada 6 Januari mendatang. Terlihat di langit barat, konjungsi Bulan dan Jupiter bisa terlihat dari pukul 07.00 malam waktu setempat. Saat itu, planet terbesar di Tata Surya ini terpisah 4° dari Bulan.

Menurut In the Sky, konjungsi antara Bulan dan Jupiter akan terlihat di konstelasi Aquarius. Karena jarak Jupiter yang cukup jauh dari Bumi, disarankan kamu menggunakan teleskop dengan kemampuan magnifikasi minimum 175 kali agar Jupiter terlihat lebih jelas.

Merkurius mengalami elongasi timur maksimum terhadap Matahari pada 7 Januari
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Waktu terbaik untuk menyaksikan planet Merkurius adalah pada 7 Januari 2022. Saat itu, planet terdekat dari Matahari ini berada di titik elongasi timur terjauh dari Matahari. Kamu dapat melihat Merkurius di langit barat mulai pukul 06.30 malam waktu setempat.

Terpisah sejauh 17° dari posisi Matahari, kamu dapat melihat Merkurius 17° di cakrawala barat. Dengan magnitudo -0,6, Merkurius terlihat bagaikan bintang kecil. Oleh karena itu, gunakan teleskop dengan magnifikasi minimum 275 kali untuk melihat Merkurius dengan jelas.

Konjungsi tripel Mars, Bulan, dan Venus pada 30 Januari
6 Fenomena Langit Januari 2022, Hujan Meteor Deras!

Menutup bulan Januari, kamu dapat melihat pertemuan planet dan Bulan lainnya. Pada 30 Januari, Bulan dijadwalkan bertemu dengan Venus dan Mars. Info Astronomy mencatat bahwa konjungsi tripel ini dapat terlihat di langit timur pada pukul 04.45 subuh waktu setempat.

Dari konjungsi ini, Venus yang terlihat cemerlang dengan magnitudo -4,8. Meski begitu, untuk melihat konjungsi tripel ini secara jelas, lebih baik gunakan teleskop dengan magnifikasi minimum 225 kali.

Bulan sabit yang tipis akan terbenam lebih awal di malam hari, meninggalkan kegelapan yang ideal. Hujan meteor ini diketahui menghasilkan bintang jatuh yang lebih terang dari rata-rata, dengan 25 hingga 100 meteor yang terlihat per jam tergantung pada polusi cahaya setempat.

Seperti semua hujan meteor, cara terbaik untuk melihat bintang jatuh sebanyak mungkin adalah dengan menemukan lokasi pengamatan yang jauh dari cahaya perkotaan dan menunggu sekitar 20 menit agar mata kalian sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kegelapan larut malam atau dini hari.