Berikut Fakta Unik Seputar Cincin Saturnus yang Sangat indah

Berikut Fakta Unik Seputar Cincin Saturnus yang Sangat indah

Berikut Fakta Unik Seputar Cincin Saturnus yang Sangat indah – Saturnus  adalah planet keenam dari Matahari dan merupakan planet terbesar kedua di Tata Surya setelah Jupiter. Saturnus juga merupakan sebuah raksasa gas yang memiliki radius rata-rata sekitar 9 kali radius rata-rata Bumi. Massa jenis rata-rata Saturnus hanya 1/8 massa jenis rata-rata Bumi, tetapi dengan volume yang lebih besar dari Bumi, massa Saturnus tercatat 95 kali massa Bumi.

Apakah kamu ingat Saturnus? Iya, planet cantik yang punya cincin sendiri! Bak primadona, Saturnus terbungkus menawan oleh cincin dibagian luarnya. Cincin ini terbentang mengelilingi bagian ekuator Saturnus dan merupakan sistem cincin planet paling luas di tata surya. Wajar saja banyak yang ingat sama planet yang satu ini.

Saturnus dan cincin menawannya pertama kali teramati oleh Galileo Galilei pada tahun 1610 namun ia belum bisa mengindentifikasi Saturnus secara detail. Sampai sekarang pun, planet ini masih menjadi tujuan penelitian para astronom lho.

1. Terdiri dari batu dan bongkahan es
5 Fakta Unik Cincin Saturnus yang Menawan

Kendati terlihat begitu mengagumkan, ternyata cincin Saturnus hanyalah kumpulan partikel-partikel kecil berupa debu, es, dan batu yang berputar-putar lho! Partikel-partikel tersebut memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari seukuran debu hingga bongkahan besar sekalipun.

Semuanya ini berasal dari pecahan komet, asteroid atau benda-benda angkasa lainnya yang terkena gaya tarik dari planet sehingga berkumpul mengelilingi Saturnus dan kemudian tampak seperti cincin. Bongkahan ini tak terhitung jumlahnya dan tersebar tidak beraturan di sekeliling planet.

2. Bukan cincin, awalnya dikira berbentuk panci atau telinga manusia
5 Fakta Unik Cincin Saturnus yang Menawan

Pada saat teramati oleh Galileo Galilei, cincin pada Saturnus tampak seperti telinga manusia atau gagang panci. Namun, pada tahun 1656, pendapat Galileo ini dipatahkan oleh C. Huygens, seorang astronom Belanda yang mendapati bahwa bentuk yang dimaksud lebih mirip cincin ketimbang telinga atau panci. Seiring berjalannya waktu, para astronom pun terus mengamati cincin ini dan menemukan fakta bahwa cincin yang mengelilingi Saturnus ini ternyata lebih dari satu lapis melainkan berupa rangkaian cincin.

3. Cincin berlapis dan dinamai sesuai abjad
5 Fakta Unik Cincin Saturnus yang Menawan

Ditemukannya fakta bahwa cincin Saturnus terdiri dari lapisan cincin membuat para astronom harus menamai lapisan-lapisan ini agar mudah diidentifikasi. Untuk mempermudah maka lapisan cincin Saturnus ini dinamai dengan abjad. Sampai saat ini, lapisan cincin Saturnus telah sampai di abjad G.

Artinya, sudah ada tujuh cincin Saturnus yang teridentifikasi. Namun, penamaannya bukan diurutkan berdasarkan jarak yang terdekat dari Saturnus melainkan berdasarkan waktu penemuannya. Misalnya, cincin A adalah cincin yang paling awal ditemukan tapi bukanlah cincin yang paling dekat dengan Saturnus.

4. Jari-jari cincin yang berputar
5 Fakta Unik Cincin Saturnus yang Menawan

Fakta unik dan menarik lainnya yaitu fakta bahwa jari-jari pada cincin Saturnus tidak diam melainkan berputar. Jari-jari atau spokes ini muncul melintasi cincin dalam selang waktu tertentu dan akan menghilang.

Uniknya, waktu kemunculannya tidaklah tetap dan berbeda-beda tergantung lamanya sinar matahari menyinari cincin tersebut. Hal ini pertama kali terlihat oleh pesawat luar angkasa, Voyager yang saat itu hendak memotret cincin Saturnus.

5. Cincin Saturnus diprediksi akan ‘menghilang’
5 Fakta Unik Cincin Saturnus yang Menawan

Cincin Saturnus terbentuk oleh 90 persen air yang membeku (partikel es) sehingga diprediksi cincin Saturnus ini akan hilang karena partikel es ini bisa jatuh dalam bentuk ‘hujan’. Oleh karena itu para ilmuan memprediksi kalau umur cincin Saturnus hanya sekitar 290 tahun lagi.

Saturnus dinamai menurut dewa kesejahteraan dan agribudaya dalam  mitologi Yunani; simbol astronominya (♄) melambangkan sabit yang di gunakan oleh dewa tersebut. Interior Saturnus kemungkinan besar terdiri dari inti yang mengandung besi, nikel, dan batuan (senyawa silikon dan oksigen).

Inti Saturnus dikelilingi oleh lapisan dalam yang terdiri dari hidrogen metalik, lapisan menengah yang terdiri dari hidrogen cair dan helium cair, dan lapisan luar yang mengandung gas. Saturnus memiliki rona kuning pucat karena kristal-kristal amonia yang memenuhi atmosfer bagian atasnya.