Berikut Fakta Seputar Wahana Penjelajah Sojourner Milik NASA

Berikut Fakta Seputar Wahana Penjelajah Sojourner Milik NASA – Jika tujuan kita adalah menjelajahi tata surya, kita sudah memiliki banyak teknologi untuk itu. Ada roket kuat yang sudah beberapa kali digunakan, dan kendaraan berawak sedang dirancang untuk membawa manusia kembali ke Bulan dan sekitarnya. Namun memang masih banyak kekhawatiran.

Semakin jauh kita dari Bumi, semakin tinggi dosis radiasi kosmik yang kita terima. Medan magnet planet kita yang kuat melindungi dari sebagian besar hal itu. Selain menjelajahi isi Bumi, manusia juga menjelajahi luar angkasa. Penjelajahan luar angkasa ini sulit dilakukan secara langsung akibat kondisi tanpa oksigen.

Selain itu, keadaan tanpa tekanan dan gravitasi yang berbeda dari Bumi membuat penjelajahan ini semakin berbahaya untuk dilakukan manusia. Untuk mencari tahu tentang bagaimana kondisi benda yang ada di luar angkasa, manusia menciptakan wahana penjelajah tanpa awak. Sojourner merupakan nama wahana yang pertama kali diluncurkan oleh NASA untuk menjelajahi Mars.

Diluncurkan pada 1996

Sojourner, NASA, JPL 9 | Download Scientific Diagram

NASA meluncurkan wahana Sojourner pada 4 Desember 1996. Wahana ini merupakan robot berukuran kecil yang memiliki enam buah roda. Sojourner memiliki ukuran yang kurang lebih sama seperti oven. Nama wahana ini diambil dari nama aktivis pejuang hak asasi perempuan, Sojourner Truth.

Wahana penjelajah ini dibuat agar manusia tetap bisa mendapatkan informasi tentang luar angkasa dengan biaya yang rendah. Jangan salah, Sojourner memiliki dampak yang besar meskipun berukuran kecil. Sojourner berhasil mendapatkan banyak informasi tentang dunia di luar Bumi.

Bertugas menjelajahi Mars
Sojourner : r/robotics

Sojourner ditugaskan dalam misi untuk menjelajahi Mars. Wahana ini berhasil mendarat di Mars tujuh bulan kemudian pada Juli 1997. Sojourner mendarat di wilayah yang bernama Ares Vallis.

Wilayah Ares Vallis dipilih sebagai tempat pendaratan karena peneliti menganggap wilayah ini relatif aman untuk mendarat. Selain itu, terdapat banyak jenis batuan di Ares Vallis akibat banjir yang pernah terjadi di masa lalu. Sojourner bertugas untuk mengambil gambar batuan yang ada di planet merah.

Menjalankan misi bersama Pathfinder

Sojourner Rover | 3D CAD Model Library | GrabCAD

Ketika menjelajahi Mars, Sojourner tidak pergi sendirian. Wahana ini ditemani oleh sebuah pesawat bernama Pathfinder. Kedua penjelajah ini diluncurkan bersamaan menggunakan roket Delta II.

Sojourner berhasil menjelajahi pemandangan yang ada di Mars. Terdapat lebih dari 550 gambar yang diambil oleh wahana ini. Selain mengambil gambar batuan, misi penjelajahan Mars ini juga mengumpulkan informasi tentang udara dan cuaca yang ada di Mars.

Menjelajah Mars selama 83 hari
Description of the Rover Sojourner

Awalnya, misi yang dijalankan oleh Sojourner hanya berlangsung selama tujuh hari. Namun, penjelajahan Mars ini berlangsung jauh lebih lama hingga 83 hari. Selama 83 hari penjelajahan, Sojourner mendapatkan berbagai informasi yang membuka misteri dari Mars.

Sojourner bergerak sejauh hampir 100 meter selama misinya. Wahana ini menjelajah wilayah sekitar 12 meter dari tempatnya mendarat. Sayangnya, NASA kehilangan kontak dengan wahana Sojourner pada 27 September 1997.

Misinya diteruskan oleh wahana lain
La madre de todos los 'rover' | Sociedad | EL PAÍS

Penjelajahan Mars tidak berhenti di misi Pathfinder. NASA mengembangkan wahana-wahana lain untuk mencari informasi dari Planet Mars. Perkembangan ini menghasilkan wahana baru yang bisa bertahan lebih lama dibandingkan Sojourner.

Spirit dan Opportunity merupakan wahana NASA yang mendarat di permukaan Mars pada 2004. Wahana Spirit berhasil bertahan selama 6 tahun dan Opportunity berhasil bertahan selama 15 tahun. Setelah Spirit dan Opportunity, NASA mengirimkan wahana Curiosity dan Perseverance untuk melanjutkan penjelajahan.

Misi yang dijalankan oleh Sojourner benar-benar membuka jalan baru bagi manusia. Kita bisa mengetahui bagaimana kondisi planet Mars. Planet yang awalnya dianggap sebagai dunia yang kering ternyata memiliki kondisi yang berbeda pada masa lampau.

Para peneliti sebenarnya telah menguji sebuah solusi dengan belajar dari jamur yang ditemukan di Chernobyl yang bertahan dari radiasi. Suatu hari nanti, penelitian ini bisa digunakan sebagai sistem perisai hidup di pesawat ruang angkasa dan habitat manusia.

Secara umum, di tempat lain di tata surya terdapat lingkungan yang sangat berbahaya yang dapat dengan mudah membunuh kita. Meskipun kita mungkin mencapainya, tidak berarti kita bisa berkembang di sana.

Perlu diperhatikan juga kemungkinan adanya kehidupan alien di suatu tempat. Jadi kita perlu membahas bagaimana keberadaan kita di sana dapat membahayakan organisme potensial yang hidup di luar Bumi.

Mari kita lihat Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Matahari. Dengan kecepatan cahaya, dibutuhkan lebih dari empat tahun untuk sampai ke sana. Jika kita ingin mencapai kecepatan pesawat luar angkasa tercepat yang pernah ada (Parker Solar Probe NASA dalam jarak terdekatnya dengan Matahari), dibutuhkan hampir 8.400 tahun untuk sampai ke sana.

Ada usulan untuk mengirim eksplorasi robotik ke sana. Miniatur robot luar angkasa mungkin sampai di sana hanya dalam beberapa dekade, dan yang lebih besar serta bertenaga nuklir dapat melakukan perjalanan dalam beberapa ratus tahun. Ide ini menarik, tapi tidak cocok untuk manusia. Jika pun berusaha diwujudkan, perjalanan ini memerlukan waktu di luar rata-rata umur manusia.