Berikut Fakta dari Sejarah Air yang Ada di Alam Semesta

Berikut Fakta dari Sejarah Air yang Ada di Alam Semesta

Berikut Fakta dari Sejarah Air yang Ada di Alam Semesta – Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air merupakan komponen yang paling penting untuk menunjang kehidupan seluruh makhluk hidup. Itulah mengapa sebanyak 70 persen permukaan Bumi ditutupi oleh air.

Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es.

Molekul-molekul air terbentuk sekitar miliaran tahun lalu, Dirangkum dari idn apk tepatnya setelah peristiwa Big Bang terjadi. Ini tentu menyisakan tanya, dari mana asal air yang berada di Bumi? Apakah dari luar angkasa? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!

1. Hidrogen dan oksigen terbentuk setelah Big Bang
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Hidrogen dan oksigen adalah dua senyawa yang membentuk molekul air. Dilansir ALMA Observartory, keduanya terbentuk setelah peristiwa ledakan dahsyat yang disebut sebagai Big Bang.

Ini karena alam semesta masih terlalu panas dan kompleks untuk membentuk suatu senyawa. Jadi, harus menunggu hingga temperaturnya mendingin terlebih dahulu.

2. Sumber molekul air terbesar ada pada bintang yang sudah mati
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Jika kamu berpikir bahwa Bumi adalah tempat yang kaya akan oksigen, maka kamu keliru. Faktanya, bintang mati lah yang menyimpan kekayaan itu. Ya, oksigen yang tersebar ke seluruh alam semesta yakni berasal dari bintang mati. Oksigen ini akan bertemu hidrogen di atmosfer lalu membentuk molekul uap air yang melimpah.

Seperti data yang diperoleh Teleskop Hubble dari pengamatan nebula Orion dan Helix. Di sana terdapat kelimpahan molekul air, baik dalam bentuk gas maupun cair, yang masih terbentuk hingga saat ini.

3. Waduk terbesar ada di kuasar yang berjarak 12 miliar tahun cahaya
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Dua tim astronom NASA menemukan waduk atau penyimpanan cadangan air terbesar di alam semesta berasal dari kuasar (galaksi aktif yang kuat) yang berjarak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Jumlah airnya setara dengan 140 triliun kali lipat keseluruhan air di muka bumi.

Matt Bradford, ilmuwan dari NASA’s Jet Propulsion Laboratory menyebutkan bahwa lingkungan di sekitar kuasar sangat unik, sehingga bisa memproduksi air dalam jumlah yang sangat besar. Penelitian tentang kuasar ini telah dipublikasi dalam Astrophysical Journal Letters.

4. Lautan di Bumi berasal dari asteroid
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Miliaran tahun lalu, asteroid yang tak terhitung jumlahnya menghujani Bumi secara terus menerus. Dilansir Astronomy, benda langit ini membawa air dalam jumlah besar di intinya. Dari tabrakan tersebut, terbentuklah lautan di Bumi.

Para ilmuwan menyatakan jika sebagian besar susunan kimia lautan Bumi berasal dari asteroid. Seiring berjalannya waktu, lautan tersebut berevolusi menjadi lautan yang kita kenal saat ini.

5. Venus diduga sebagai planet lautan pertama di tata surya
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Venus adalah planet kedua di tata surya, tepatnya bersebelahan dengan Bumi. Pada miliaran tahun lalu, Venus diyakini memiliki kandungan air yang sangat melimpah.

Kelimpahan air tersebut sempat menjadikan Venus sebagai planet layak huni hingga dua miliar tahun mendatang. Namun, saat ini planet tersebut telah berevolusi menjadi sangat panas nan mematikan.

6. Mars kehilangan 87 persen kandungan airnya
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Sama seperti Venus, Mars dulunya memiliki air yang sangat melimpah. Namun sayangnya sekitar tiga atau empat miliar tahun lalu, si planet merah harus kehilangan sebagian besar jumlah airnya.

NASA mengungkap jika sekitar 87 persen air di Mars menghilang. Sedangkan, sisanya terperangkap di dalam permukaan dan kadang terlihat mengalir dari pegunungan ke wilayah yang lebih landai.

7. Kelimpahan air di bulan-bulan tata surya
7 Fakta Sejarah Air di Alam Semesta, Bermula dari Big Bang!

Molekul air tak hanya ditemukan di planet, komet, dan asteroid saja, melainkan ada pada bulan-bulan yang mengorbit planet tata surya. Dilansir NASA, berikut daftar bulan yang diduga memiliki air dan lautan bawah permukaannya.

  • Europa, Jupiter;
  • Ganymede, Jupiter;
  • Calisto, Jupiter;
  • Enceladus, Saturnus;
  • Titan, Saturnus;
  • Mimas, Saturnus;
  • Triton, Neptunus.

Perjalanan air dari Big Bang hingga ke seluruh alam semesta ternyata sangatlah panjang. Untuk itu, sudah sepatutnya kita bersyukur akan kelimpahan air di Bumi kita ini. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuanmu, ya!