Beberapa Hal yang Mungkin Terjadi Saat Manusia Hidup di Mars

Beberapa Hal yang Mungkin Terjadi Saat Manusia Hidup di Mars – Perseverance milik NASA menjadi langkah optimal dalam upaya mencari tempat hidup baru untuk manusia di luar Bumi tepatnya di Planet Mars.  Melansir Express UK, sejak peluncurannya dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral pada 30 Juli 2020, “astronot robotik” NASA memakan waktu 204 hari atau setara 6 bulan 20 hari untuk mencapai Mars.

Di tata surya kita, Mars adalah planet dengan urutan keempat dari Matahari. Ilmuwan dan ahli NASA sudah lama melakukan prediksi, studi, dan penelitian ilmiah berkaitan dengan planet tersebut guna mencari jawaban untuk tempat tinggal manusia.

Rencananya, di masa depan, manusia akan pindah ke sana meski belum diketahui kapan itu dilakukan. Nah, sains berusaha memprediksi dan memberikan jawaban mengenai hubungan antara manusia dan planet merah tersebut.

Bumi yang rusak akan ditinggalkan
5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Manusia Pindah dan Hidup di Mars

Mungkin hal ini adalah langkah paling sedih dan berat untuk dilakukan. Suatu saat, jika manusia sudah benar-benar mapan untuk tinggal di Mars, kemungkinan Bumi sudah tidak layak seperti saat ini. Mungkin efek rumah kaca akan menghancurkan Bumi secara perlahan.

Bisa juga bencana dahsyat menghantam planet kita dengan sangat buruk sehingga memusnahkan sebagian besar populasi manusia. Jangan lupakan perang nuklir yang diprediksi dapat menghancurkan dunia dengan masif. Jika ini terjadi, manusia akan kehilangan planet terbaiknya dan di saat itu keturunan kita hanya akan bergantung pada planet tandus bernama Mars.

So, ada baiknya kita menjaga alam Bumi sebaik-baiknya mulai saat ini. Setidaknya, pekerjaan kita akan menjadi warisan yang layak dibanggakan di masa depan, bukan?

Penyakit dan wabah baru bisa saja muncul di masa depan
5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Manusia Pindah dan Hidup di Mars

Karena kita belum tahu efek samping apa saja yang dapat menimpa kesehatan manusia di Planet Mars, diprediksi penyakit baru dapat muncul di masa depan. Jika membayangkan hidup di sana adalah sebuah langkah yang masih terlalu jauh, ilmuwan sudah dapat memastikan bahwa bakteri atau kuman bisa menyerang manusia di luar angkasa dan itu berbahaya bagi kesehatan astronaut.

National Geographic menjelaskan bahwa kita tidak mengetahui dengan pasti mengenai kuman atau mikrob yang mungkin berkembang di bawah permukaan Mars. Jika manusia tinggal dan melakukan eksplorasi di sana, tak menutup kemungkinan mereka juga akan terpapar penyakit jenis baru. Pertanyaannya, apakah kemampuan medis kita sudah benar-benar siap dalam menghadapi wabah baru di planet asing?

Perjalanan antarplanet menjadi hal biasa
5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Manusia Pindah dan Hidup di Mars

Prestasi terjauh manusia dalam menjelajahi luar angkasa adalah ke Bulan. Ya, meskipun kita memiliki wahana Voyager 1 dan 2 yang sudah melintasi luar tata surya, manusia sendiri hanya bisa menginjakkan kakinya di Bulan sebagai tempat terjauh yang bisa dikunjungi.

Nah, kalau suatu saat kita tinggal dan hidup di Mars, perjalanan bolak-balik antara Bumi dan Mars sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Kita gak hanya membangun koloni di Mars, tapi juga di Bulan sebagai tempat transit.

Terdengar futuristik dan di luar nalar? Tidak juga, sebab banyak kalangan akademisi percaya bahwa membangun koloni di Mars bisa dilakukan segera setelah NASA mengirimkan astronaut ke sana untuk pertama kalinya. Mungkin tak sampai 30 tahun lagi astronaut sudah bisa menginjakkan kakinya di Mars.

Rumah-rumah canggih bertebaran di permukaan Mars
5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Manusia Pindah dan Hidup di Mars

Selain pakaian, wahana, peralatan, dan mungkin persenjataan, manusia juga membutuhkan tempat tinggal yang layak di luar Bumi. Ilmuwan rupanya cukup serius dalam membuat perencanaan dan simulasi tempat tinggal manusia di Planet Mars.

Dilaporkan dalam laman The Spaces, simulasi komputer yang dirancang oleh NASA menghasilkan bangunan yang mirip dengan sarang lebah. Nah, menurut para ahli, bentuk seperti ini justru akan memudahkan bangunan tersebut dalam beradaptasi dengan gravitasi dan iklim di Mars yang sangat berbeda dengan Bumi.

Oh, ya, kalau memang proyek pembangunan rumah canggih ini bisa terealisasi, mungkin rumah di Mars menjadi tempat tinggal mini yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan apartemen mewah di New York.

Manusia akan menggunakan pakaian khusus
5 Hal Ini yang Akan Terjadi jika Manusia Pindah dan Hidup di Mars

Mungkin bisa saja manusia hidup dan tinggal di Mars. Namun, dibutuhkan peralatan yang memadai karena lingkungan di sana yang sangat keras. Dilansir Space, suhu di permukaan Planet Mars sangatlah rendah, yakni mencapai minus 60 derajat Celcius. Selain itu, atmosfer Mars 100 kali lebih tipis ketimbang atmosfer Bumi.

Nah, jika manusia tidak mengembangkan pakaian khusus, tinggal di sana hanyalah misi bunuh diri. Masalahnya, manusia sudah terbiasa hidup di Bumi dengan pakaian seadanya. Gak kebayang bagaimana ribetnya setiap keluar rumah harus menggunakan baju dan helm khusus yang mungkin lebih kompleks ketimbang milik astronaut.

Nah, beberapa prediksi dan ulasan di atas memang belum tentu 100 persen tepat. Akan tetapi, program penjelajahan ke Mars sudah dilakukan dan mungkin saja manusia akan mulai melakukan eksodus ke planet tandus tersebut di masa depan. Satu perjalanan ke Mars bisa memakan waktu antara enam dan delapan bulan.

Itu sedikit lebih lama dari yang dibutuhkan astronot untuk mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional. NASA mengungkapkan bahwa rover Perseverance sangat sehat awal pekan ini. Penjelajah telah mengirim ribuan gambar kembali ke Bumi sejak kedatangannya di Planet Merah. Gambar-gambar tersebut menunjukkan permukaan Mars dengan detail yang luar biasa, dan ratusan dibagikan kepada publik.

NASA juga telah merilis video menakjubkan tentang Perseverance saat turun ke Mars, serta suara angin pertama di Planet Merah. Perseverance mendarat pada JKamis malam, pukul 8.55 waktu Bumi, yang disambut dengan sorak-sorai di ruang kendali NASA. Pengontrol dipisahkan oleh layar tembus pandang untuk menjaga jarak sosial, tetapi kegembiraan masih terlihat oleh semua orang yang menonton.