Beberapa Fakta Sains dari Planet Kerdil yang di Tata Surya

Beberapa Fakta Sains dari Planet Kerdil yang di Tata Surya

Beberapa Fakta Sains dari Planet Kerdil yang di Tata Surya – Planet katai atau planet kurcaci atau planet kerdil adalah sebutan bagi benda-benda langit yang memutari matahari dalam Tata Surya. Dilansir NASA, planet kerdil atau planet katai adalah objek angkasa yang sepintas mirip dengan planet, tetapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan benda tegar (rigid body) sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat). Meski sama-sama mengitari Matahari, planet kerdil (dwarf planet) tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan segala objek atau benda asing di sekitar orbitnya.

Nah, kali ini kita akan belajar mengenai beberapa fakta sains dari planet kerdil. Apa saja, ya? Yuk, disimak!

1. Awal mula terbentuknya planet kerdil
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Tata surya sudah berusia sekitar 4,5 hingga 4,6 miliar tahun. Hampir semua objek angkasa yang ada di dalamnya juga berusia nyaris sama dengan tata surya. Hal yang sama juga terjadi pada planet kerdil. Menurut laman Space, pembentukan Matahari di awal kemunculan tata surya menciptakan begitu banyak partikel padat yang tergabung menjadi satu akibat gravitasi.

Ya, di saat planet lainnya dapat menarik dan mengumpulkan partikel bermassa yang cukup, planet kerdil justru memiliki progres yang cacat. Planet kerdil tidak mampu mengumpulkan massa dan gagal membentuk sebuah planet utuh. Itu sebabnya, planet kerdil hanya dianggap sebagai objek katai, yakni sebuah benda angkasa yang terbentuk tidak sempurna.

2. Berbeda dengan planet pada umumnya
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Jika planet kerdil tidak terbentuk secara sempurna, berarti mereka sangat berbeda dengan planet pada umumnya, dong? Ya, planet kerdil memang sangat berbeda dengan planet biasa. Dilansir laman University of Colorado, beberapa perbedaan mencoloknya:

  1. Meskipun kadang planet kerdil punya massa yang cukup, jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan planet pada umumnya.
  2. Awal mula pembentukan planet kerdil tidak pernah sempurna. Hal ini sangat berbeda dengan awal mula pembentukan sebuah planet.
  3. Orbit planet kerdil tidak pernah bersih dari objek-objek angkasa lainnya karena memang planet kerdil tidak memiliki kekuatan gravitasi cukup untuk melakukannya. Sementara, planet pada umumnya memiliki orbit yang bisa membersihkan objek-objek lain di sekitarnya.

Selebihnya, klasifikasi antara planet kerdil dan planet biasa dianggap sama dan mereka juga bergerak mengitari bintang terbesar, yakni Matahari. Bahkan, beberapa planet kerdil juga diketahui memiliki satelit alamnya (bulan) masing-masing.

3. Ada banyak planet kerdil di tata surya kita, tetapi hanya enam yang terkenal
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Menurut NASA, sebetulnya ada banyak planet kerdil di tata surya kita. Mereka tersembunyi di balik keberadaan planet-planet besar, macam Jupiter, Saturnus, hingga Neptunus. Namun, setidaknya, ada beberapa planet kerdil yang terkenal di tata surya kita. Mereka lebih mudah diamati dibandingkan dengan planet kerdil lainnya.

Mereka adalah Pluto, Ceres, Eris, Makemake, Haumea, dan 2015 RR245. Untuk nama terakhir, planet kerdil tersebut juga dianggap sebagai objek trans-Neptunus besar yang berada di Sabuk Kuiper, zona yang nyaris keluar dari tata surya kita.

4. Planet kerdil di Sabuk Kuiper adalah objek terjauh di tata surya kita
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Ditulis dalam Space Center, Sabuk Kuiper adalah zona atau wilayah di tata surya yang berdekatan dengan orbit terluar Neptunus. Bisa dikatakan bahwa Sabuk Kuiper adalah wilayah terjauh di tata surya kita dan menjadi batas antara tata surya dengan ruang antarbintang.

Layaknya objek lain di Sabuk Kuiper, beberapa planet kerdil di dalamnya juga dianggap sebagai objek terjauh di tata surya jika dihitung dari Matahari sebagai pusatnya. Ilmuwan masih terus mencari dan melakukan klasifikasi dari banyak objek di Sabuk Kuiper untuk menemukan planet-planet kerdil lainnya.

5. Ilmuwan menemukan keberadaan air asin di Ceres
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Dilansir National Geographic, pada riset dan pengamatan yang dilakukan ilmuwan pada 2018 lalu, didapatkan bukti bahwa Ceres memiliki kandungan air asin yang telah membeku. Ceres sendiri merupakan planet kerdil yang terdekat dari Bumi. Posisinya berada di sekitar Sabuk Asteroid antara Mars dan Jupiter.

Jika data-data mengenai keadaan geologis di Ceres tersebut valid, planet kerdil tersebut bisa saja dijadikan tujuan manusia berikutnya setelah Mars. Uniknya, kondisi Ceres juga memiliki banyak kesamaan dengan planet pada umumnya, yakni memiliki kontur tidak rata dengan banyak pegunungan berapi aktif yang membeku.