Beberapa Fakta Sains Dari Objek Angkasa Mirip Planet Kerdil

Beberapa Fakta Sains Dari Objek Angkasa Mirip Planet Kerdil

Beberapa Fakta Sains Dari Objek Angkasa Mirip Planet Kerdil – Sebagaimana planet utama, ukuran planet katai hanya lebih kecil dan hanya memenuhi dua dari tiga persyaratan untuk dianggap sebagai planet sejati. Sebuah objek harus mengorbit Matahari, memiliki gaya gravitasi yang cukup agar bisa berbentuk bulat dan mampu membersihkan orbitnya.

Hanya dua persyaratan yang bisa dipenuhi oleh planet katai. Persyaratan ketiga yang tidak bisa dipenuhi oleh planet katai adalah gaya gravitasi untuk membersihkan orbit dari puing-puing antariksa.

Dilansir NASA, planet kerdil atau planet katai adalah objek angkasa yang sepintas mirip dengan idn poker ios planet, tetapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Meski sama-sama mengitari Matahari, planet kerdil (dwarf planet) tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan segala objek atau benda asing di sekitar orbitnya.

1. Awal mula terbentuknya planet kerdil
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Tata surya sudah berusia sekitar 4,5 hingga 4,6 miliar tahun. Hampir semua objek angkasa yang ada di dalamnya juga berusia nyaris sama dengan tata surya. Hal yang sama juga terjadi pada planet kerdil. Menurut laman Space, pembentukan Matahari di awal kemunculan tata surya menciptakan begitu banyak partikel padat yang tergabung menjadi satu akibat gravitasi.

Nah, adanya partikel atau batuan angkasa tersebut menjadi cikal bakal dari pembentukan planet kerdil. Gas, es, dan debu akan tertarik oleh gravitasi dari partikel tersebut sehingga membentuk objek kecil yang mirip dengan planet. Akan tetapi, planet kerdil memang sangat berbeda dengan planet pada umumnya.

Ya, di saat planet lainnya dapat menarik dan mengumpulkan partikel bermassa yang cukup, planet kerdil justru memiliki progres yang cacat. Planet kerdil tidak mampu mengumpulkan massa dan gagal membentuk sebuah planet utuh. Itu sebabnya, planet kerdil hanya dianggap sebagai objek katai, yakni sebuah benda angkasa yang terbentuk tidak sempurna.

2. Berbeda dengan planet pada umumnya
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Jika planet kerdil tidak terbentuk secara sempurna, berarti mereka sangat berbeda dengan planet pada umumnya, dong? Ya, planet kerdil memang sangat berbeda dengan planet biasa. Dilansir laman University of Colorado, beberapa perbedaan mencoloknya:

  1. Meskipun kadang planet kerdil punya massa yang cukup, jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan planet pada umumnya.
  2. Awal mula pembentukan planet kerdil tidak pernah sempurna. Hal ini sangat berbeda dengan awal mula pembentukan sebuah planet.
  3. Orbit planet kerdil tidak pernah bersih dari objek-objek angkasa lainnya karena memang planet kerdil tidak memiliki kekuatan gravitasi cukup untuk melakukannya. Sementara, planet pada umumnya memiliki orbit yang bisa membersihkan objek-objek lain di sekitarnya.

Selebihnya, klasifikasi antara planet kerdil dan planet biasa dianggap sama dan mereka juga bergerak mengitari bintang terbesar, yakni Matahari. Bahkan, beberapa planet kerdil juga diketahui memiliki satelit alamnya (bulan) masing-masing.

3. Ada banyak planet kerdil di tata surya kita, tetapi hanya enam yang terkenal
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Menurut NASA, sebetulnya ada banyak planet kerdil di tata surya kita. Mereka tersembunyi di balik keberadaan planet-planet besar, macam Jupiter, Saturnus, hingga Neptunus. Namun, setidaknya, ada beberapa planet kerdil yang terkenal di tata surya kita. Mereka lebih mudah diamati dibandingkan dengan planet kerdil lainnya.

American Geophysical Union (AGU) dalam lamannya menerangkan bahwa ada lima planet kerdil yang mudah dideteksi dan satu planet kerdil terbaru yang bisa dicitrakan dengan mudah. Jadi, hingga saat ini, ada enam planet kerdil yang bisa dengan mudah diteliti dan diamati oleh teknologi manusia dari Bumi.

Mereka adalah Pluto, Ceres, Eris, Makemake, Haumea, dan 2015 RR245. Untuk nama terakhir, planet kerdil tersebut juga dianggap sebagai objek trans-Neptunus besar yang berada di Sabuk Kuiper, zona yang nyaris keluar dari tata surya kita.

4. Planet kerdil di Sabuk Kuiper adalah objek terjauh di tata surya kita
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Ditulis dalam Space Center, Sabuk Kuiper adalah zona atau wilayah di tata surya yang berdekatan dengan orbit terluar Neptunus. Bisa dikatakan bahwa Sabuk Kuiper adalah wilayah terjauh di tata surya kita dan menjadi batas antara tata surya dengan ruang antarbintang.

Nah, isi dari Sabuk Kuiper tersebut adalah miliaran objek angkasa berupa batu, es, komet, sisa-sisa serpihan pembentukan tata surya, dan planet kerdil. Mayoritas dari planet kerdil yang bisa diamati secara jelas dari Bumi berada di Sabuk Kuiper. Mereka adalah Pluto, Eris, Makemake, dan Haumea.

Layaknya objek lain di Sabuk Kuiper, beberapa planet kerdil di dalamnya juga dianggap sebagai objek terjauh di tata surya jika dihitung dari Matahari sebagai pusatnya. Ilmuwan masih terus mencari dan melakukan klasifikasi dari banyak objek di Sabuk Kuiper untuk menemukan planet-planet kerdil lainnya.

5. Ilmuwan menemukan keberadaan air asin di Ceres
5 Fakta Sains tentang Planet Kerdil yang Ada di Tata Surya Kita

Dilansir National Geographic, pada riset dan pengamatan yang dilakukan ilmuwan pada 2018 lalu, didapatkan bukti bahwa Ceres memiliki kandungan air asin yang telah membeku. Ceres sendiri merupakan planet kerdil yang terdekat dari Bumi. Posisinya berada di sekitar Sabuk Asteroid antara Mars dan Jupiter.

Jika data-data mengenai keadaan geologis di Ceres tersebut valid, planet kerdil tersebut bisa saja dijadikan tujuan manusia berikutnya setelah Mars. Uniknya, kondisi Ceres juga memiliki banyak kesamaan dengan planet pada umumnya, yakni memiliki kontur tidak rata dengan banyak pegunungan berapi aktif yang membeku.

Keadaan geologis di Ceres yang dianggap aktif, bahkan memunculkan spekulasi bahwa planet kerdil tersebut mungkin bisa menampung kehidupan biologis di dalamnya. Namun, sepertinya penjelajahan ke Ceres tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, badan antariksa dunia tengah berfokus pada penjelajahan Mars untuk 15 tahun ke depan.

Planet katai dapat ditemukan di Sabuk Kuiper yang terletak 100 kali lebih jauh daripada jarak Bumi-Matahari. Sebagian besar planet katai juga dapat diklasifikasikan sebagai sesuatu yang lain. Ceres, planet katai terdekat dari Bumi, juga dianggap sebagai sebuah asteroid raksasa. Sedangkan planet katai paling populer Pluto, sebagai kompensasi setelah dikeluarkan dari daftar planet utama, semua planet katai di luar orbit Neptunus disebut plutoid.