Beberapa Bencana Terbesar Dalam Sejarah Luar Angkasa

Beberapa Bencana Terbesar Dalam Sejarah Luar Angkasa

Beberapa Bencana Terbesar Dalam Sejarah Luar Angkasa – Luar angkasa adalah hamparan yang ada di luar Bumi dan di antara benda-benda langit. Luar angkasa tidak sepenuhnya kosong—itu adalah ruang hampa keras yang mengandung partikel dengan kepadatan rendah, terutama plasma hidrogen dan helium, Sejak awal peradaban, manusia sudah terpesona dengan benda-benda di langit, lalu selama beberapa dekade terakhir, umat manusia menunjukkan minatnya untuk menjelajahi luar angkasa.

Suhu dasar luar angkasa, sebagaimana diatur oleh radiasi latar belakang dari Big Bang, adalah 2,7 kelvin (−270,45 °C; 454,81 °F).[1] Plasma antar galaksi diperkirakan mencakup sekitar setengah dari materi baryon (biasa) di alam semesta, Sayangnya, bidang eksplorasi luar angkasa ini tidak terlepas dari sejumlah kecelakaan dan kematian.

Berikut adalah beberapa bencana terbesar dalam sejarah luar angkasa, apa yang menyebabkannya, apa yang dipelajari oleh Badan Antariksa Dunia darinya, dan siapa yang harus bertanggung jawab.

1. Bencana mematikan Nedelin (1960) 

Sejak lahirnya Perlombaan Antariksa, Kepala Marsekal Mitrofan Nedelin meminta percepatan pengembangan rudal balistik antarbenua R-16, untuk peringatan ke-43 revolusi Soviet, seperti yang dikutip laman Air & Space Magazine.

Insiden ini merenggut sekitar 100 nyawa, termasuk Nedelin sendiri. Penyelidikan dirahasiakan oleh pihak berwenang, butuh dua dekade sebelum publik mengetahui detail terkait tragedi itu.

2. Bencana R-9 Desna (1963)
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Tiga tahun setelah tragedi Nadelin, pada hari yang sama, tragedi serupa terjadi. National Technical University of Ukraine mengutip kabar bahwa tim di Kosmodrom Baikonur melakukan tes komprehensif pada roket Soviet, Korolev Rocket R-9A.

Sampai hari ini, tentara Rusia menghormati tanggal 24 Oktober untuk tidak melakukan peluncuran roket atau pekerjaan penting lainnya yang berhubungan dengan ruang angkasa di Baikonur.

3. Tragedi kecelakaan pesawat jet dalam pelatihan misi luar angkasa Gemini 9 (1966) 
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Pada tanggal 28 Februari 1966, astronaut Elliott See Jr. dan Charles Bassett II menaiki jet pelatihan militer T-38. Berdasarkan laporan dari St. Louis Post-Dispatch, latihan ini untuk persiapan misi luar angkasa Gemini IX, penerbangan awak ketujuh dalam program Gemini, yang dijadwalkan pada Mei tahun 1966.

Komite investigasi menyimpulkan bahwa kecelakaan itu akibat cuaca buruk dan kesalahan perhitungan oleh See. Dilansir NASA, dua anggota awak Gemini IX ini dikuburkan di Pemakaman Nasional Arlington.

4. Tragedi Apollo 1 (1967) 

Pada tanggal 27 Januari 1967, pukul 1:00 siang, astronaut Roger Chaffee, Gus Grissom, dan Ed White berpartisipasi dalam sesi pelatihan pra-penerbangan dalam modul di Cape Canaveral, sekitar sebulan sebelum misi Apollo 204. Selama sesi, modul dipasang pada roket tanpa bahan bakar.

Para ahli mengatakan bahwa mereka meninggal dalam setengah menit pertama dari kebakaran karena mengalami luka bakar yang serius dan menghirup asap. Untuk menghormati ketiga astronaut tersebut, Apollo 204 secara resmi diberi nama “Apollo 1.”

5. Tragedi Soyuz 1 (1967)
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Kolonel Vladimir Komarov, yang sebelumnya menjabat sebagai komandan misi penerbangan luar angkasa Voskhod pada tahun 1964 mendapatkan kehormatan sebagai kosmonaut pertama yang terbang ke luar angkasa sebanyak dua kali. Tragisnya, dalam peluncuran Soyuz 1 pada 23 April 1967, dia menjadi orang pertama yang tewas dalam perjalanan ruang angkasa.

Sayangnya, parasut utama pesawat itu gagal dikerahkan — pesawat mengalami tabrakan berkecepatan tinggi ke tanah. Ketika Soyuz 1 jatuh, roket berbahan bakar padatnya meledak, melenyapkan semua yang ada di dalamnya dan membunuh Komarov.

6. Tragedi penerbangan X-15 atau 3-65-97 (1967)
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Pada tanggal 15 November 1967, mayor Angkatan Udara AS Michael James Adams melakukan penerbangan ketujuh dengan pesawat hipersonik X-15, Penerbangan Amerika Utara. Dia akan mengemudikan jet yang dijuluki X-15-3, yang digadang-gadang sebagai pesawat canggih.

Secara anumerta, Adams menerima Lencana Astronaut Amerika Serikat, sebuah penghargaan yang diberikan kepada individu yang telah berhasil melakukan penerbangan luar angkasa karena berhasil mencapai ketinggian 50 mil, ungkap NASA.

7. Kematian kosmonaut Soyuz 11 (1971)
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Melansir laman Astronomy Magazine, Georgi Dobrovolski, Vladislav Volkov, dan Viktor Patsayev melakukan peluncuran Soyuz 11 pada tanggal 6 Juni 1971, mereka melakukan percobaan di stasiun luar angkasa pertama selama tiga minggu.

Namun, tragedi terjadi ketika mereka mencapai Bumi pada 30 Juni. Sebuah kebocoran menyebabkan dekompresi, menewaskan ketiga anggota awak dalam waktu kurang dari dua menit dengan wajah yang membiru dan darah yang menetes dari hidung dan telinga mereka.

8. Bencana peluncuran di landasan Plesetsk (1980)
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Butuh sembilan tahun bagi dunia untuk mengetahui tentang kecelakaan mengerikan yang terjadi di Situs Kosmodrom Plesetsk 43: Sebuah ledakan yang menewaskan 48 orang, ungkap BBC.

Menurut komisi investigasi Soviet, tragedi itu disebabkan oleh kesalahan operator dan keluarnya oksigen cair. Namun, ada fakta bahwa oksigen peroksida bocor karena filter bahan bakar roket.

9. Tragedi Challenger (1986)

Space Shuttle Challenger digunakan dalam sembilan misi penting dari tahun 1983 hingga 1986, termasuk perjalanan luar angkasa pertama program Space Shuttle, peluncuran wanita Amerika pertama (Sally Ride) dan orang Afrika pertama.

Investigasi mengungkapkan bahwa suhu di bawah titik beku merusak segel karet pada pendorong roket, dan bencana Challenger mungkin dapat dihindari jika NASA menentukan hari yang tepat untuk peluncurannya. Lalu, sebuah monumen untuk menghormati kru berdiri di Arlington Memorial Cemetery.

10. Insiden Intelsat 708 (1996)

Sebuah makalah tahun 2014 yang diterbitkan di Colorado Law Review membagikan beberapa detail tentang peluncuran Intelsat 708 yang gagal, satelit telekomunikasi yang dibuat oleh Space Systems/Loral. Pada tanggal 15 Februari 1996, roket Long March 3B yang membawa satelit diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang China.

Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan bahwa sistem panduan Long March 3B rusak. Namun, hingga hari ini, jumlah korban tewas sebenarnya dari insiden ini masih belum pasti.

11. Bencana pesawat ulang-alik Columbia (2003) 
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Columbia membuat sejarah pada 12 April 1981, sebagai Space Shuttle (pesawat ulang alik) pertama yang terbang di luar angkasa. Sayangnya, misi STS-107 yang didedikasikan untuk penelitian menjadi penerbangan terakhirnya.

Pada 16 Januari 2003, kira-kira 82 detik setelah lepas landas, sepotong busa seukuran tas kerja jatuh dari tangki luar pesawat ulang-alik dan mengenai sayap kiri kendaraan, merusak pelindung panasnya. Saat pesawat ulang-alik Columbia ini kembali ke Bumi pada 1 Februari 2003, pesawat ini meledak dan tidak ada astronaut yang selamat.

12. Insiden Alcântara VLS-1(2003) 
12 Bencana Terbesar dalam Sejarah Misi Luar Angkasa

Pada 22 Agustus 2003, Badan Antariksa Brasil melakukan peluncuran dari misi ketiga di Pusat Peluncuran Alcântara, untuk mengirim roket VLS-1 ke luar angkasa dengan dua satelit kecil sebagai muatannya.

Namun, selama beberapa tes pra-peluncuran terakhir, sistem pengapian propelan di salah satu dari empat mesin roket meledak di landasan peluncurannya, yang menewaskan setidaknya 21 orang, sebagian besar adalah teknisi sipil, dan 20 cedera, lapor CBS News. Wakil direktur pangkalan juga tewas dalam ledakan itu, bersama dengan 10 teknisi tingkat menengah dan 11 ahli dari Pusat Teknologi Penerbangan.