Wahana Antariksa NASA Berhasil Dapat Sampel Batuan Pertama

Wahana Antariksa NASA Berhasil Dapat Sampel Batuan Pertama

Wahana Antariksa NASA Berhasil Dapat Sampel Batuan Pertama – Perseverance adalah  wahana penjelajah Mars yang dibuat oleh Jet Propulsion Laboratory untuk digunakan dalam misi Mars 2020. Dengan desain kendaraan yang identik dengan pendahulunya,  Curiosity, Wahana antariksa Perseverance memulai misi eksplorasi di Mars pada Juli 2020 lalu.

Perseverance akan membawa tujuh instrumen sains untuk mempelajari permukaan Mars di Kawah Jezero. NASA mengirimkan wahana ini untuk melacak keberadaan kehidupan dan mengumpulkan sampel batuan Mars untuk diteliti. Misi yang diemban oleh Perseverance ini dinamakan Mars 2020.

Awal September lalu, Perseverance berhasil mendapatkan sampel batuan pertamanya. Sampel batuan ini akan dibawa kembali ke Bumi untuk diteliti lebih lanjut. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

1. Disimpan di sebuah tabung
Wahana Antariksa NASA Berhasil Ambil Sampel Batuan Mars

Sampel batuan yang berhasil diambil oleh Perseverance memiliki ukuran yang sedikit lebih tebal daripada pensil. Sampel batuan ini disimpan di tabung kedap udara yang terbuat dari titanium. Sampel batuan yang diberikan nama “Rochette” ini masih disimpan di Mars.

NASA dan ESA sedang merencanakan misi luar angkasa untuk mengambil sampel batuan ini. Ketika berhasil diambil, batuan Mars yang berhasil diambil ini akan diteliti lebih lanjut di Bumi. Rochette akan menjadi batuan Mars pertama yang bisa diteliti.

2. Didapatkan di Kawah Jezero
Wahana Antariksa NASA Berhasil Ambil Sampel Batuan Mars

Sampel batu ini didapatkan pada 1 September 2021 di wilayah Kawah Jezero. Wilayah ini juga merupakan tempat pendaratan Perseverance untuk menjalankan misinya. Ilmuwan memercayai jika dulunya kawah ini merupakan perairan.

Menurut penelitian, kawah berdiameter 45 kilometer ini merupakan induk dari sebuah delta pada 3,5 milyar tahun lalu. Beberapa aliran sungai menumpahkan airnya ke dalam dinding kawah dan membentuk danau. Nama Jezero juga diambil dari rumpun bahasa Slavia yang berarti “danau”.

3. Misi lain Perseverance
Wahana Antariksa NASA Berhasil Ambil Sampel Batuan Mars

Selain mencari sampel batuan dari Mars, Perseverance masih memiliki satu buah misi penting. Wahana ini bertugas untuk mencari jejak kehidupan mikroskopis. Perseverance juga mempelajari tentang wilayah Jezero dan karakteristik geologi di sana.

Studi tentang batuan dan jejak kehidupan ini akan membuka misteri yang ada di Mars. Dengan mengetahui tentang lingkungannya, ilmuwan dapat mencari tahu tentang iklim Planet Mars di masa lampau.

4. Cara mengambil batuan
Wahana Antariksa NASA Berhasil Ambil Sampel Batuan Mars

Ketika mengambil sampel batuan Mars, Perseverance memanfaatkan bor. Dengan lengan robotik, wahana ini memotong batuan tersebut hingga setebal pensil. Ketika memasukkan sampel batu ke dalam tabung, Perseverance menggunakan kamera yang bernama Mastcam-Z untuk melihat apakah sampel tersebut aman.

Batuan yang diberi nama “Rochette” ini bukanlah upaya pertama dalam mengambil sampel. Satu bulan sebelumnya, Perseverance sudah mencoba untuk mendapatkan sampel batuan lain. Sayangnya, batuan tersebut terlalu lunak dan hancur sebelum bisa disimpan di dalam tabung.

5. Penjelajah NASA yang kelima
Wahana Antariksa NASA Berhasil Ambil Sampel Batuan Mars

NASA sudah mengirimkan banyak wahana antariksa untuk meneliti Mars. Sebelum Perseverance, terdapat empat penjelajah yang sudah mencari tahu tentang planet ini. NASA mengirimkan wahana antariksa ke Planet Mars sejak 1976.

Sojourner merupakan penjelajah pertama yang dikirimkan pada 1997. Kemudian, pada 2004 NASA mengirimkan Spirit dan Opportunity untuk mencari tahu keberadaan air di Mars. Selanjutnya, Curiosity dikirimkan pada 2012 untuk meneliti tentang apa yang dibutuhkan Mars untuk keberlangsungan kehidupan. Lalu pada 2020, Perseverance dikirimkan untuk mencari tahu tentang jejak kehidupan di Mars.

Keberhasilan Perseverance dalam mengambil sampel batuan ini merupakan langkah besar untuk mencari tahu tentang Mars. Ke depannya, akan ada penemuan-penemuan lain yang bermanfaat agar Mars dapat dihuni oleh manusia. Semoga sampel batuan ini nantinya dapat sampai ke Bumi dengan selamat agar dapat diteliti lebih lanjut.