NASA Merilis Suara Aneh dari Mars yang Direkam Perseverance

NASA Merilis Suara Aneh dari Mars yang Direkam Perseverance

NASA Merilis Suara Aneh dari Mars yang Direkam Perseverance – NASA adalah Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat adalah badan independen Pemerintah Federal AS yang bertanggung jawab atas program luar angkasa sipil, serta penelitian aeronautika dan luar angkasa.

NASA didirikan pada tahun 1958, menggantikan National Advisory Committee for Aeronautics. NASA baru-baru ini merilis sebuah ‘suara menyeramkan’ dari Mars yang telah direkam oleh Perseverance sejak pertama kali tiba di planet tersebut, Februari lalu.

‘Suara menyeramkan’ dari Mars itu diperoleh dari sepasang mikrofon yang dipasang di kendaraan penjelajah milik NASA, yakni Persevarance. NASA pun mengatakan, rekaman itu membuat siapa pun yang mendengarkan seolah-olah berada di Planet Mars.

1. Suara pertama dari Mars direkam oleh Perseverance
NASA Rilis Suara Menyeramkan dari Planet Mars

Perseverance sendiri merupakan kendaraan penjelajah antariksa pertama yang berhasil merekam suara di Planet Mars, dan membuat publik bisa mendengarkan angin di luar Bumi. Selain itu, Perseverance juga berperan dalam memberikan segala macam informasi yang ada di atmosfer Mars.

Adapun, Perseverance telah berkeliling di Kawah Jezero selama delapan bulan terakhir. NASA ingin agar kendaraan penjelajah antariksa tersebut mencari tanda-tanda kehidupan purba, mengambil gambar, dan juga merekam suara.

2. Suara di Mars memiliki getaran bass yang kuat
NASA Rilis Suara Menyeramkan dari Planet Mars

Rekaman suara dari Mars tersebut kemudian dianalisis oleh peneliti dari L’Institut de Recherche en Astrophysique et Planétologie di Toulouse, Prancis.

Hasilnya, rekaman suara tersebut menunjukkan adanya getaran bass yang kuat di Mars. Di sisi lain, rekaman suara itu juga membantu para insinyur NASA dalam memantau mesin, roda, dan pengoperasian umum Perseverance dan helikopter Ingenuity.

“Dua mikrofon yang ada di Perseverance sejauh ini telah merekam suara di Mars selama lima jam,” kata NASA, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/10/2021).

Rekaman suara itu termasuk embusan angin di Mars, deru roda Perseverance di atas permukaan Mars, dan baling-balik helikopter Ingenuity yang ada di langit Mars.

3. Rekaman suara dari Mars memunculkan pendekatan baru para ilmuwan
NASA Rilis Suara Menyeramkan dari Planet Mars

Suara-suara yang terekam tersebut kemudian memungkinkan para ilmuwan dan insinyur memahami Mars dengan cara baru. Hal tersebut disampaikan oleh ilmuwan antariksa asal Prancis, Baptiste Chide.

“Suara di Mars memiliki getaran bass yang kuat. Jadi, ketika Anda memakai headphone, Anda benar-benar dapat merasakannya,” kata dia.

Chide menambahkan, peran mikrofon bakal menjadi penting untuk Mars pada masa depan dan ilmu tata surya mengingat apa yang dilakukannya dalam merekam suara-suara di Planet Merah tersebut.

Berbicara tentang mikrofon, benda tersebut tersedia di pasaran secara komersial terlepas dari perangkatnya. Para ilmuwan dan insinyur NASA menempatkan satu mikrofon di salah satu sisi kerangka Perseverance, dan mikrofon kedua ditempatkan di tiang kecil sebagai pelengkap instrumen laser SuperCam.

SuperCam sendiri dibuat untuk mempelajari batuan dan tanah dengan menyetrumnya menggunakan laser, lalu menganalisis uap yang dihasilkan dengan kamera. Dari tempat bertenggernya di tiang Perseverance, mikrofon SuperCam memiliki lokasi ideal untuk memantau adanya ‘mikroturbulensi’ atau pergantian menit di udara.

Laser yang kemudian berdenyut hingga ratusan kali per target mampu membuat peluang untuk menangkap suara zap tersebut dengan cepat bertambah. Adapun, mikrofon telah merekam lebih dari 25.000 tembakan laser. Rekaman itu mengajarkan para ilmuwan tentang perubahan atmosfer planet.

NASA mendukung Stasiun Luar Angkasa Internasional dan mengawasi pengembangan wahana antariksa Orion, Space Launch System, dan Commercial Crew. Badan tersebut juga bertanggung jawab atas Launch Services Program, yang memberikan pengawasan atas operasi peluncuran dan manajemen hitung mundur untuk peluncuran NASA tanpa awak.

Ilmu pengetahuan NASA difokuskan pada pemahaman yang lebih baik tentang Bumi melalui Earth Observing System; memajukan heliofisika melalui upaya Program Penelitian Heliofisika milik Science Mission Directorate;  menjelajahi seluruh Tata Surya dengan misi luar angkasa nirawak seperti New Horizons; dan meneliti topik astrofisika, seperti Big Bang, melalui Program Great Observatories dan program terkait.