Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap – Galaksi adalah sebuah sistem masif yang terikat gaya gravitasi yang terdiri atas bintang, gas dan debu medium antarbintang, dan materi gelap–komponen yang penting namun belum begitu dimengerti. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias, yang berarti “seperti susu,” yang merujuk pada galaksi Bima Sakti.

Galaksi Bima Sakti (Milky Way) atau Bimasakti (bahasa baku KBBI) merupakan sebuah galaksi yang terdiri dari banyak gugusan bintang dan planet. Menurut laman The European Space Agency, galaksi yang kita tinggali ini menampung lebih dari 100 miliar bintang dan planet (dan juga tata surya) yang bergerak berdasarkan hukum fisikanya masing-masing.

Di alam semesta kita juga diperkirakan memiliki miliaran galaksi dengan berbagai macam karakter, bentuk, dan luas. Jadi, bisa kamu bayangkan ada berapa banyak Club388 bintang dan planet yang ada di alam semesta ini, mungkin jumlahnya nyaris tak terbatas. Itu sebabnya, untuk mengukur jarak di alam semesta yang saling berjauhan, dibutuhkan satuan tahun cahaya supaya pengukuran bisa dilakukan secara ringkas dan tepat.

1. Seperti apa pusat massa dari Galaksi Bimasakti itu?
5 Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Seperti yang kita ketahui bahwa Matahari merupakan bintang terbesar di tata surya kita sehingga gravitasinya mampu mengikat dan menjaga planet-planet di sekitarnya untuk mengelilingi Matahari. Nah, pusat massa atau barycenter dari tata surya juga terletak di sekitar Matahari.

Lalu, bagaimana dengan Galaksi Bimasakti? Seperti ditulis dalam laman resmi NASA, pusat dari galaksi kita merupakan gugusan besar yang berada di sekitar lubang hitam dengan massa yang sangat masif. Gugusan bintang-bintang raksasa tersebut memiliki massa puluhan juta kali lebih besar dibanding Matahari. Hebatnya lagi, gugusan besar itu juga sanggup memberi “makan” bagi lubang hitam yang ada di tengah galaksi.

Selain Hubble, NASA juga telah mengamati pusat dari galaksi tersebut dengan teknologi terbaru bernama SOFIA, yakni sebuah teleskop udara terbesar di Bumi yang sanggup mengambil gambar jauh secara detail. Namun, dengan segala kecanggihan peralatan milik NASA tersebut, manusia masih belum benar-benar paham tentang apa yang terjadi di pusat Galaksi Bimasakti tersebut.

Hanya diketahui bahwa massa lubang hitam atau black hole di pusat galaksi berukuran jutaan kali lebih masif ketimbang Matahari. Tapi, apa yang ada di dalamnya masih tetap menjadi misteri sampai detik ini. Banyak ilmuwan berkata bahwa lubang hitam adalah salah satu misteri terbesar di alam semesta kita.

2. Ada kehidupan lain selain di Bumi, bagaimana cara membuktikannya?
5 Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Membahas mengenai kehidupan asing atau alien seolah tak ada habisnya. Jika tidak berhati-hati, kita bisa terjebak dalam lingkaran pseudosains (ilmu semu) yang ujung-ujungnya malah menyesatkan. Akan tetapi, meskipun pembuktian tentang alien tersebut dirasa sulit dan bahkan mustahil, belum tentu kehidupan asing tidak bisa ditemukan di Galaksi Bimasakti.

Beberapa kalangan ilmuwan percaya bahwa kehidupan asing ada di galaksi yang sangat luas ini. Tidak perlu jauh-jauh membayangkan betapa luasnya alam semesta. Sekadar informasi, Galaksi Bimasakti memiliki luas lebih dari 200 ribu tahun cahaya, dicatat dalam laman Discover Magazine. Lalu, dengan luasnya galaksi ini, apa mungkin manusia hanya hidup sendirian?

Live Science dalam lamannya menerangkan bahwa beberapa ilmuwan menyatakan kalau peradaban alien di Bimasakti itu benar-benar ada. Setidaknya, mereka pernah ada namun mengalami kematian akibat teknologi mereka sendiri. Studi dan penelitian yang dilakukan pada 2020 ini memuat mengenai banyak data yang disimpulkan dalam rumus statistik astronomi.

Dalam kesimpulannya, kehidupan alien di Bimasakti sudah ada sekitar 6 miliar tahun lalu atau 8 miliar tahun setelah Galaksi Bimasakti terbentuk. Sedangkan, manusia baru ada sekitar ratusan ribu tahun lalu. Jika memang asumsi ini benar, maka peradaban alien sudah ada jauh sebelum Bumi terbentuk. Tapi faktanya, membuktikan hal ini sangat amat sulit karena galaksi kita yang begitu luas.

3. Galaksi Bimasakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda, apa yang akan terjadi?
5 Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Dicatat dalam laman Earth Sky, sebuah galaksi bernama Andromeda dianggap sebagai galaksi terdekat dengan Galaksi Bimasakti–berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Sama dengan galaksi kita, Andromeda juga terdiri dari banyak gugusan bintang dan terdiri dari ratusan miliar bintang dan planet.

Bagaimana jadinya jika kedua galaksi besar ini bertabrakan di masa yang akan datang? Masih dalam laman Earth Sky, kejadian ini dimungkinkan terjadi di masa depan dan bahkan juga sudah diprediksi oleh NASA. Galaksi Bimasakti dan Andromeda sedang saling mendekat saat ini. Andromeda sendiri bergerak dengan kecepatan tertentu ke arah Bimasakti dan keduanya bisa bertabrakan pada 4–5 miliar tahun yang akan datang.

Nah, yang menjadi misteri mengejutkan adalah proses tabrakan kedua galaksi yang sebetulnya sedang berlangsung saat ini. Waktu dalam rentang 4–5 miliar tahun merupakan waktu yang pas untuk menggabungkan keduanya secara sempurna. Namun, proses penggabungannya ternyata sudah dimulai sejak saat ini.

Ya, hipotesis ilmuwan tersebut didasarkan pada studi dan penelitian yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal pada Agustus 2020 lalu. Kesimpulan dari studi tersebut cukup mengejutkan karena jika memang proses tabrakan atau penggabungan dua galaksi ini sedang berlangsung, maka tak akan ada yang tahu kejadian dahsyat apa yang kelak akan terjadi.

4. Apakah materi gelap ada di Galaksi Bimasakti?
5 Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Dalam laman resmi NASA disebutkan bahwa materi gelap atau energi gelap merupakan misteri alam semesta yang hingga saat ini masih terus dipelajari oleh banyak ahli astronomi. Uniknya, di alam semesta kita ada terdapat 68 persen bagian yang terdiri dari energi gelap dan sebagian lainnya merupakan materi gelap.

Secara sederhana, materi gelap atau dark matter adalah sebuah objek atau materi yang tidak bisa dideteksi namun keberadaannya bisa dibuktikan melalui kekuatan gravitasinya. Dengan kata lain, materi gelap tidak akan tampak melalui teknologi – baik itu infra merah atau pun radiasi – namun keberadaannya mampu dirasakan berdasarkan gravitasi yang menarik objek-objek di sekitarnya.

Karena karakternya yang tidak bisa dilihat, maka penelitian mengenai materi gelap juga sering kali mengalami hambatan. Ditulis dalam laman Space, ilmuwan sudah lama berburu materi gelap dan kini mereka melakukannya dengan bantuan Galaksi Bimasakti. Ya, dengan kata lain, materi gelap ternyata tidak terdeteksi dari sekitar Bumi kita, melainkan dari pusat galaksi yang sangat jauh.

Pada 2014 lalu, kalangan akademisi dan ilmuwan berhasil memprediksi permodelan astronomi yang berkaitan dengan materi gelap di pusat galaksi. Menurut studinya, materi gelap yang mati akan berubah menjadi materi biasa, di mana proses ini menghasilkan emisi foton yang dapat dideteksi oleh teleskop sinar-X di Bumi. Namun, apa yang terjadi selama materi gelap itu “hidup”, tetap saja menjadi misteri terbesar di galaksi kita ini.

5. Ada kekuatan gaib yang mendorong Galaksi Bimasakti menuju ke zona lain
5 Misteri Besar tentang Galaksi Bimasakti yang Belum Terungkap

Ya, kamu tidak salah baca. Faktanya, Galaksi Bimasakti memang terus bergerak dan didorong oleh sesuatu yang tidak tampak. Sebuah jurnal sains yang diterbitkan oleh Institut Astronomi Universitas Hawaii menjelaskan bahwa gerakan Galaksi Bimasakti mulai masif terjadi selama 30 tahun ini.

Berbeda dengan pergerakan Andromeda, Galaksi Bimasakti bergerak sekitar 600 km per detik atau sekitar 2 juta km per jam. Memang pergerakan ini masih jauh di bawah kecepatan objek-objek lainnya di alam semesta. Namun, pergerakan ini sudah dinilai cukup untuk mempercepat penggabungan antargalaksi, dalam hal ini adalah penggabungan antara Bimasakti dengan Andromeda (penjelasan pada poin 3).

Anehnya, ilmuwan tidak benar-benar mengetahui dengan pasti akan kekuatan hebat yang sanggup mendorong atau menarik Galaksi Bimasakti kita. Pasalnya, kecepatan konstan dari Bimasakti jauh di atas kecepatan gerak Andromeda yang hanya mencapai 110 km per jam. Apa atau siapa yang mencoba mendorong galaksi kita yang superbesar ini?

Kalangan ilmuwan lainnya berpendapat bahwa sejatinya setiap objek di alam semesta memang bergerak sesuai dengan hukum fisika. Khusus untuk gerakan Bimasakti, sebagian ilmuwan meyakini bahwa kekuatan gravitasi (tarik menarik) antara massa galaksi dengan massa cluster galaksi lainnya menjadi salah satu penyebab mengapa galaksi kita bisa bergerak dengan begitu cepat.

Itulah beberapa misteri besar mengenai Galaksi Bimasakti yang masih belum terpecahkan hingga kini.