Lima Fakta Menarik Misi DART yang Cegah Asteroid Tabrak Bumi

Lima Fakta Menarik Misi DART yang Cegah Asteroid Tabrak Bumi

Lima Fakta Menarik Misi DART yang Cegah Asteroid Tabrak Bumi – Double Asteroid Redirection Test (DART) adalah misi luar angkasa Amerika Serikat yang direncanakan yang bertujuan untuk menguji metode pertahanan planet terhadap objek dekat Bumi (NEO). Demi mencegah terjadinya tabrakan asteroid yang hampir memusnahkan peradaban seperti pada zaman dinosaurus, NASA sudah bersiap melakukan uji coba dengan meluncurkan wahana antariksa.

Ini sengaja akan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid ganda Didymos untuk menguji apakah efek kinetik dari dampak pesawat ruang angkasa dapat berhasil membelokkan asteroid pada jalur tabrakan dengan Bumi. Wahana tersebut diberi nama Double Asteroid Redirection Test (DART). Bernilai Rp4,7 miliar, DART ditujukkan untuk menabrak dan mengubah orbit asteroid.

Rencananya, DART akan diluncurkan pada tanggal 24 November 2021, pukul 22:20 waktu setempat (12:20 WIB) dengan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Vandenberg Space Force Base di California. Berikut lima fakta menarik misi DART.

1. Misi pertama NASA dalam perlindungan planet 

DART merupakan misi pertama yang dikelola oleh Planetary Defense Coordination Office (PDCO) alias kantor koordinator pertahanan planet milik NASA. PDCO memiliki berbagai goals untuk menjaga planet kita dari ancaman luar.

Target misi DART adalah menabrakkan diri ke asteroid yang akan menabrak Bumi, lalu melihat pengaruhnya terhadap pergerakan asteroid. Meski baru tahap uji coba, nantinya, keberhasilan misi DART akan berpengaruh pada dua tujuan utama NASA, yakni menyediakan demonstrasi cara melindungi Bumi dari asteroid, dan mengembangkan teknologinya lebih lanjut.

2. Menabrakkan diri dengan asteroid Dimorphos 
5 Fakta Menarik Misi DART, Uji Coba Cegah Asteroid Tabrak Bumi 

Dimorphos adalah asteroid yang akan menjadi sasaran DART. Dimorphos yang berukuran 160 meter merupakan satelit dari asteroid Didymos dengan ukuran 780 meter. Keduanya membentuk satelit biner dan saat ini sedang melintas di dekat Matahari.

DART dijadwalkan menabrak Dimorphos pada September 2022, ketika Didymos dan Dimorphos berada relatif dekat dengan Bumi (sekitar 11 juta kilometer).

Setelah terjadinya tabrakan, DART akan mengubah periode orbit Dimorphos terhadap Didymos dari 11,9 jam menjadi 11,8 jam. Perbedaannya memang kecil, tapi akan menarik orbit Dimorphos lebih dekat pada Didymos. Orbit Dimorphos dan Didymos setelah tabrakan itulah yang akan diamati.

3. Menggunakan teknik penabrak kinetik
5 Fakta Menarik Misi DART, Uji Coba Cegah Asteroid Tabrak Bumi 

Konsep penabrak kinetik hampir sama seperti saat kita bermain adu kelereng atau biliar. Caranya dengan menabrakkan satu atau lebih wahana antariksa kecepatan tinggi pada asteroid sasaran yang bertujuan untuk megubah pergerakan atau jalur orbit asteroid di luar angkasa. Nantinya, DART akan diarahkan oleh kamera navigasi bernama DRACO, instrumen tersebut terpasang pada bagian depan wahana antariksa.

Walaupun tampak berbahaya, sebenarnya ini merupakan cara paling aman. Dilansir NASA, Lindley Johnson mengatakan jika teknik tersebut akan menjadi pendekatan yang paling matang secara teknologi untuk menanggulangi asteroid berbahaya.

Cara tersebut juga bisa membantu para ahli menyempurnakan model komputer penabrak kinetik dan memberikan wawasan tentang bagaimana kita dapat membelokkan objek dekat Bumi yang berpotensi berbahaya di masa depan.

4. Proses ini akan diamati langsung oleh satelit LICIACube 
5 Fakta Menarik Misi DART, Uji Coba Cegah Asteroid Tabrak Bumi 

Dalam menjalankan misinya, wahana antariksa DART akan ditemani oleh satu satelit kubus bernama LICIACube (Light Italian Cubesat for Imaging Asteroids). Satelit ini merupakan hasil konstribusi dari Badan Antariksa Italia yang dibangun oleh perusahaan kedirgantaraan Italia bernama Agrotec.

Satelit LICIACube akan dilepaskan dari wahana antariksa DART pada 10 hari sebelum tabrakan asteroid. Tujuan satelit kubus ini adalah mengumpulkan data berupa gambar, secara real time saat proses terjadinya tumbukkan dan efek apa yang terjadi setelahnya.

5. Efek tabrakan akan diselidiki lebih lanjut oleh misi Hera 
5 Fakta Menarik Misi DART, Uji Coba Cegah Asteroid Tabrak Bumi 

Misi Hera dari Badan Antariksa Eropa (ESA) akan menjadi misi lanjutan dari DART. Hera akan melakukan penyelidikan lanjutan terhadap asteroid Didymos dan Dimorphos beberapa tahun setelah terjadinya tumbukkan.

Wahana antariksa Hera direncanakan meluncur pada tahun 2024 dan mencapai orbit Didymos tahun 2026. Berbeda dengan misi DART yang dikembangkan oleh Planetary Defense Coordination Office (PDCO) NASA dan Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, misi Hera akan dikembangkan ESA di bawah kolaborasi dengan beberapa lembaga internasional melalui Asteroid Impact & Deflection Assessment (AIDA).