Inilah yang Terjadi Jika Asteroid Jatuh Menghantam Bumi

Inilah yang Terjadi Jika Asteroid Jatuh Menghantam Bumi

Inilah yang Terjadi Jika Asteroid Jatuh Menghantam Bumi – Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma sementara asteroid tidak.

Istilah ini secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif. Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet.

Penggemar dinosaurus tahu bahwa asteroid menghantam Semenanjung Yucatan di Bumi 66 juta tahun yang lalu. Jika ingin Daftar Live22 Slot melihat yang lebih nyata, meteorit selebar 15 kilometer menghantam daratan membuat Kawah Chicxulub selebar 150 kilometer yang banyak dipercayai memusnahkan sebagian besar dinosaurus, mamalia, serta reptil laut hingga unggas purba.

1. Efek yang pertama adalah angin kencang
5 Tragedi yang Terjadi Jika Mega Asteroid  Berhasil Menghantam Bumi 

Sebagai permulaan, para ilmuwan sangat tertarik untuk mencari tahu skenario potensial dari kejatuhan asteroid sebagai upaya untuk berjaga-jaga. Pada tahun 2017, tim peneliti Inggris menerbitkan makalah di Geophysical Research Lettersmemamerkan yang memberikan informasi simulasi dengan menggunakan 50.000 komputer di seluruh dunia. Hasil pertama yang mereka temukan adalah angin. Ya, angin.

Dengan peristiwa Chelyabinsk yang terjadi di Rusia tahun 2013 silam peneliti belajar akan hal ini. Perlu diketahui jikalaupun asteroid itu tidak berhasil menabrak bumi. Namun perlu diperhatikan bahwa semakin besar asteroidnya, semakin besar kemungkinannya untuk menciptakan jenis angin yang dapat meratakan seluruh kota bahkan pulau.

2. Radiasi Termal
5 Tragedi yang Terjadi Jika Mega Asteroid  Berhasil Menghantam Bumi 

Ancaman besar lainnya bagi kehidupan dari asteroid berasal dari radiasi termal. Pada tahun 1908, juga di atas Rusia, di Siberia, radiasi panas dari peristiwa Tunguska (ledakan asteroid lainnya sebelum tumbukan) menghancurkan hutan seluas 2.000 kilometer dan membakar pohon-pohon sepanjang 300 kilometer.

Untungnya, Siberia saat itu adalah tempat yang terpencil dan sangat tidak populer, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun jika dilihat dari daya energi yang dilepaskan pasti sudah cukup untuk menyebabkan korban yang banyak jika bertepatan jatuh di wilayah berpenduduk.

3. Tsunami
5 Tragedi yang Terjadi Jika Mega Asteroid  Berhasil Menghantam Bumi 

Ada banyak spekulasi tentang berapa banyak nyawa yang akan hilang di Bumi karena asteroid yang menciptakan tsunami. Dan seperti yang ditemukan oleh para peneliti Inggris, tsunami menjadi perhatian (tetapi hanya jika asteroid menghantam laut).

Namun demikian, tsunami akan menjadi efek paling menghancurkan dari asteroid yang menghantam laut, terhitung 70 hingga 80 persen hilangnya nyawa dalam kasus yang mayoritas masyarakat yang tinggal di dekat wilayah laut.

4. Bangunan yang rata
5 Tragedi yang Terjadi Jika Mega Asteroid  Berhasil Menghantam Bumi 

Asteroid besar menghantam bumi akan memusnahkan karya kehidupan seperti yang kita lihat sekarang. Seperti bangunan, pertanian dan karya yang telah manusia bangun.  Mengapa? Karena asteroid yang besarnya saja mencapai 200 kaki bisa menghasilkan energi hingga 50 megaton yang tentunya ini bisa menghancurkan kota Paris secara rata. Bahkan asteroid seukuran rumah yang normal akan meratakan bangunan dalam radius 1 mil dari benturan ini.

5. Akhir dari dunia
5 Tragedi yang Terjadi Jika Mega Asteroid  Berhasil Menghantam Bumi 

Namun untuk skenario terakhir ini diperlukan asteroid yang lebarnya setengah mil untuk membawa kita ke bagian paling menyedihkan yaitu kepunahan massal.

Menurut Business Insider, kemungkinan besar yang bisa membuat punah adalah jika ada sebuah asteroid seukuran yang pernah membunuh dinosaurus, yang tentunya bisa menciptakan kawah sepanjang 100 mil, mengirimkan gempa bumi yang dapat dirasakan hingga ribuan mil. Yang pada akhirnya bisa membuat kegagalan panen secara massal.

Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter atau berbagi orbit dengan Jupiter (Asteroid Troya Jupiter). Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi signifikan, termasuk asteroid dekat-Bumi.

Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari komposisi karbon, logam, dan silikat.

Hanya satu asteroid, 4 Vesta, yang memiliki permukaan relatif reflektif, secara normal dapat dilihat dengan mata telanjang dan ini hanya pada langit yang sangat gelap dan posisinya memungkinkan.

Asteroid-asteroid kecil yang melintas dekat dengan bumi jarang dapat dilihat dengan mata telanjang dalam waktu yang singkat. Hingga April 2016, Pusat Planet Minor memiliki data lebih dari 1,3 juta objek di dalam dan luar Tata Surya, 750.000 di antaranya telah memiliki informasi yang cukup untuk penamaan bernomor.