Inilah Penjelasan Ilmiah Jika Bumi Memiliki Dua Matahari

Inilah Penjelasan Ilmiah Jika Bumi Memiliki Dua Matahari

Inilah Penjelasan Ilmiah Jika Bumi Memiliki Dua Matahari – Matahari atau Surya  adalah bintang di pusat tata surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma  panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, Bisa menyaksikan dua Matahari terbenam terdengar menarik, bukan? Swafoto kamu di sosial media nantinya tidak hanya ditemani oleh satu benda langit yang bersinar terang.

Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Di alam semesta, sistem bintang ganda atau bahkan lebih sebenarnya lebih umum dijumpai oleh para ilmuwan dibandingkan sistem bintang tunggal seperti pada Tata Surya kita.

Contoh terdekatnya adalah Proxima Centauri b. Planet ini masih masuk dalam kualifikasi laik huni meskipun mengorbit pada Proxima Centauri yang merupakan bagian dari sistem tiga bintang. Akan tetapi, apakah mungkin Bumi tetap bisa dihuni bila memiliki dua Matahari seperti sebagian besar planet di alam semesta? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Hipotesis ilmuwan mengenai sistem Matahari biner di Tata Surya
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Pembahasan mengenai adanya dua Matahari sekilas terdengar konyol. Namun, tidak demikian bagi para ilmuwan. Percaya atau tidak, ternyata mereka sudah meneliti kemungkinan adanya kembaran Matahari ini sejak tahun 80-an, lho.

Tidak sampai di situ, pada tahun 2020, peneliti dari Universitas Harvard juga merilis jurnal yang menghubungkan keberadaan kembaran Matahari dengan kemungkinan adanya planet kesembilan. Menurut mereka, hipotesis ini juga dapat menjelaskan beberapa anomali yang terdapat pada perhitungan di Tata Surya.

2. Seberapa panas suhu Bumi bila ada dua Matahari?
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Jika ada dua Matahari, apakah hal ini akan memanggang seisi Bumi karena menerima panas yang berlipat? Jawabannya, belum tentu. Banyak faktor penentu yang perlu dijadikan pertimbangan, seperti seberapa besar massa dari kedua bintang hingga bagaimana jarak relatifnya antara satu sama lain dan terhadap Bumi.

Jika kita membayangkan masing-masing bintang memiliki massa yang sama dengan Matahari, saling berdekatan, dan Bumi masih berada di bidang orbit yang sama, tentu saja kita akan langsung terpanggang. Bahkan, jika massa bintang tersebut sangat besar, gravitasinya cukup untuk menarik planet kita mendekat.

3. Bumi masih bisa laik huni dalam kondisi tertentu 
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Dilansir Astronomy, planet masih bisa disebtu laik huni dalam sistem bintang ganda dengan dua syarat. Pertama, ia hanya mengorbit salah satu bintang atau yang disebut juga sebagai orbit S-Type, seperti pada Proxima Centauri b.

Menyambung hipotesis ilmuwan mengenai Nemesis, Bumi saat ini masih laik huni karena hanya mengorbit pada Matahari. Dalam skenarionya, Nemesis juga digambarkan sedang berada cukup jauh sehingga hanya memberikan gangguan-gangguan minor bagi Tata Surya, yakni di dekat awan Oort.

4. Waktu revolusi Bumi juga berubah
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Berada dalam orbit sirkumbiner—bintang ganda—tentu saja akan membuat perubahan waktu orbit Bumi. Dilansir Insh, mengingat total gravitasi dari kedua bintang akan menjadi lebih besar, planet kita bisa saja menghabiskan satu kali revolusi dalam waktu 280 hari, bukan lagi 365 hari seperti sekarang. Bisa juga periode tersebut jadi lebih lama karena faktor tertentu.

Nantinya, selain dua jenis gerhana yang telah kita ketahui pada saat sekolah, akan ada satu gerhana tambahan juga jika Bumi mengorbit bintang biner. Gerhana ini disebabkan karena satu bintang melintas tepat di depan bintang lainnya.

5. Rusaknya satelit-satelit buatan 
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Selama ini, satelit buatan yang dikirim ke luar angkasa untuk kepentingan GPS, komunikasi, dan sebagainya, sering terganggu karena aktivitas semburan Matahari. Dalam skenario bintang ganda, interaksi antara kedua bintang akan meningkatkan aktivitas tersebut. Akibatnya, risiko gangguan dan bahkan kerusakan yang terjadi pada satelit jadi lebih besar. Begitu pula terhadap kehidupan di Bumi.

Dengan adanya dua bintang, perkembangan ilmu pengetahuan tentu akan jadi lebih menantang. Terutama bagi para astronaut yang berada di International Space Station (ISS). Mereka akan terpapar bahaya yang jauh lebih besar daripada saat ini sehingga perjalanan ke luar angkasa lebih sulit untuk dilakukan.

6. Bahaya yang mengintai kesehatan 
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Umum diketahui jika paparan sinar UV berlebih akan menganggu kesehatan kulit dan meningkatkan risiko kanker. Dengan adanya dua Matahari yang bersinar secara bersamaan, risiko itu tentu saja akan berlipat ganda. Bahkan berada di luar ruangan akan menjadi sangat berbahaya untuk kesehatan.

Irama sikardian yang sudah seperti jam biologis dalam penentuan waktu tidur bagi makhluk hidup juga akan berubah secara drastis. Sebab, waktu siang dan malam tidak lagi sama.

7. Kepler-16b, planet pertama yang diketahui ilmuan mengorbit bintang ganda 
Apa yang Terjadi jika Ada Dua Matahari? Ini Dampaknya bagi Bumi!

Tidak selalu panas, mengorbit dua bintang juga bisa membuat suhu planet jadi sangat dingin. Contohnya, berada dalam sistem bintang Kepler 47 membuat Kepler-16b memiliki suhu -73 derajat Celcius.

Ternyata, meskipun berjarak lebih dekat dibanding antara Bumi Matahari, massa bintang ganda lebih kecil dan redup jika dibandingkan Matahari. Akibatnya, mereka tidak sanggup menghangatkan planet Kepler-16b.

Dilansir Life Science, jika Bumi ditempatkan dalam posisi Kepler-16b, seluruh air di planet kita akan membeku. Temperatur Bumi juga akan jadi lebih dingin dari Kepler-16b sehingga tak ada makhluk hidup yang akan sanggup bertahan. Selain itu, waktu revolusi Bumi akan menjadi lebih lama karena massa kedua bintangnya hanya sekitar 90 persen massa Matahari.