Inilah Fakta Seputar Penemuan Bintang Dengan Rotasi Tercepat

Inilah Fakta Seputar Penemuan Bintang Dengan Rotasi Tercepat

Inilah Fakta Seputar Penemuan Bintang Dengan Rotasi Tercepat – Bayangkan hidup di planet yang berputar setiap 25 detik. Meskipun kita tidak tahu apakah planet seperti itu dapat menampung kehidupan, para ilmuwan kini telah menemukan bintang yang berputar paling cepat di alam semesta yang diketahui umat manusia .

Penemuan baru mengejutkan datang dari dunia astronomi. Dilansir Science News, sejumlah astronom berhasil menemukan bintang dengan rotasi tercepat di jagat raya. Penemuan ini terjadi pada malam hari pada tanggal 7 Agustus 2021.

Para peneliti ini kemudian melakukan publikasi ilmiah pada 26 Agustus di arXiv dengan judul Found: a rapidly spinning white dwarf in LAMOST J024048.51+195226.9. Penemuan bintang yang satu ini cukup menggemparkan, sebab, bintang ini memiliki rotasi tercepat di jagat raya.

1. Satu kali rotasi hanya butuh 25 detik
5 Fakta LAMOST J0240+1952, Bintang dengan Rotasi Tercepat

LAMOST J0240+1952 memegang rekor menjadi bintang dengan rotasi tercepat di jagat raya, untuk saat ini dengan kecepatan rotasi tepatnya 24,93 detik. Bintang yang berjarak 2.000 tahun cahaya ini mengalahkan rekor dari bintang CTCV J2056-3014 yang berotasi selama 29,61 detik.

Selain itu juga, terdapat bintang biru HD 49798 yang memiliki rotasi lebih cepat namun sifat rotasi cepat itu tidak jelas. Berdasarkan penelitian akhir-akhir ini, para astronom menganggap bahwa HD 49798 adalah bintang neutron, bukan bintang katai putih seperti LAMOST J0240+1952.

2. Kecepatan rotasi dipegaruhi bintang katai merah di sampingnya
5 Fakta LAMOST J0240+1952, Bintang dengan Rotasi Tercepat

Katai merah yang mengelilinginya, bertanggung jawab atas kecepatan rotasi LAMOST J0240+1952. Gas yang berasal dari katai merah di sampingnya yang jatuh ke LAMOST J0240+1952 membuatnya berputar lebih cepat.

Hal tersebut sama seperti saat air yang jatuh pada sebuah kincir air, kincir akan bergerak lebih cepat akibat gaya dari gas tersebut. Hal tersebutlah yang membuat LAMOST J0240+1952 berputar sangat cepat.

3. Terletak di konstelasi Aries
5 Fakta LAMOST J0240+1952, Bintang dengan Rotasi Tercepat

LAMOST J0240+1952 terletak pada konstelasi Aries, tepatnya di belahan bumi utara antara Pisces di barat dan Taurus di timur. Konstelasi Aries paling baik diamati pada malam di bulan Desember, sekitar pukul 9 malam waktu setempat.

Alpha, Beta dan Gamma Arietis adalah tiga bintang paling terang di konstelasi ini. Alpha Arietis, juga dikenal sebagai Hamal, bintang raksasa merah paling terang di konstelasi ini.

4. LAMOST J0240+1952 diamati dengan kamera berkecepatan tinggi HiPERCAM dan dipasang pada Gran Telescopio Canarias (GTC)
5 Fakta LAMOST J0240+1952, Bintang dengan Rotasi Tercepat

Pengamatan yang dilakukan bulan Agustus 2021 lalu dilakukan menggunakan kamera CCD berkecepatan tinggi yaitu HiPERCAM. Kamera ini dipasang pada Gran Telescopio Canarias (GTC).

Gran Telescopio CANARIAS (GTC), adalah teleskop Spanyol terbesar dan tercanggih yang dioperasikan oleh Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC). Teleskop ini terletak di Observatorium Roque de los Muchachos di pulau La Palma, di Canaries, Spanyol. GTC adalah teleskop optik bukaan tunggal terbesar di dunia.

5. Ditemukan oleh sejumlah astronom dari universitas ternama
5 Fakta LAMOST J0240+1952, Bintang dengan Rotasi Tercepat

Penemuan ini diprakarsai oleh Ingrid Pelisoli dari University of Warwick, Inggris. Ia tak sendiri, penemuan ini merupakan kolaborasi dari beberapa ilmuwan. Pelisoli ditemani oleh Thomas Richard Marsh dari departemen yang sama di University of Warwick.

Selain itu juga, terdapat Alex J. Brown, Vik S. Dhillon, Martin J. Dyer, Philip Kerry, Stuart P. Littlefair, Steven G. Parsons, D. I. Sahman dan James F. Wild dari The University of Sheffield, Inggris. Dari University of Cambridge diwakili oleh Elmé Breedt.

Tak hanya dari Inggris, Pelisoli juga menggandeng peneliti dari Instituto de Astrofísica de Canarias, Spanyol yaitu Vik S. Dhillon dan Matthew J. Green dari Tel Aviv University, Israel.

Untuk perspektif, putaran Bumi kita membutuhkan waktu 24 jam untuk menyelesaikan satu putaran atau putaran . Ini hampir selalu ditentukan oleh ukuran planet/bintang dan pusatnya. W engan siklus berputar kedua 25, bintang sulit dipahami bernama “LAMOST J0240 + 1952” memecahkan rekor sebelumnya dari 30 detik dipegang oleh “HD 49.798” .

Bintang yang dimaksud terletak 2.000 tahun cahaya dan merupakan katai putih, yaitu, pada dasarnya mati. Katai putih adalah bintang mati yang pernah menyerupai karakteristik Matahari kita. Jenis bintang seperti itu juga memiliki gravitasi yang sangat kuat. Bahkan benda-benda kecil yang dilempar dari jarak dekat akan bergerak sangat cepat di dekat bintang ini.