Inilah Fakta Seputar Nebula Boomerang yang Ada di Tata Surya

Inilah Fakta Seputar Nebula Boomerang yang Ada di Tata Surya – Nebula Boomerang adalah nebula yang terletak sejauh 5.000 tahun cahaya dari Bumi  di rasi bintang Centaurus. Suhu nebula ini tercatat sekitar 1 K (−272,15 °C; −457,87 °F), menjadikannya tempat terdingin yang pernah diketahui di alam semesta.

Nebula Boomerang terbentuk dari aliran gas yang berasal dari bintang pada intinya. Gas bergerak keluar pada kecepatan 164 km/s dan meluas dengan cepat ketika bergerak ke angkasa. Perluasan ini diakibatkan oleh suhu nebula yang sangat rendah. Berbicara dingin, mungkin kamu membayangkan daerah bersalju dan penuh es di kutub Bumi.

Suhu terdingin Bumi yang pernah tercatat berada di Stasiun Vostok di Kutub Selatan.  Tempat penelitian yang dimiliki Rusia ini pernah menyentuh suhu -89,3 °C pada 21 Juli 1983. Namun, suhu ini bukan apa-apa jika kita melihat ke seluruh alam semesta. Tempat terdingin di alam semesta diperkirakan berada di Nebula Boomerang.

Letak Nebula Boomerang
Nebula Boomerang, Tempat Paling Dingin di Tata Surya

Nebula Boomerang berada di tempat yang jauh dari bumi. Perlu waktu 5.000 tahun cahaya untuk mencapai nebula ini. Letak Nebula Boomerang berada di bagian selatan dari rasi bintang Centaurus.

Tahun cahaya adalah satuan jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun. Cahaya sendiri bergerak sejauh hampir 300 ribu kilometer per detik. Jadi, jarak dari Bumi menuju ke nebula ini kurang lebih sekitar 47 kuadriliun kilometer!

Mencapai suhu 1 Kelvin
Nebula Boomerang, Tempat Paling Dingin di Tata Surya

Kelvin yang dilambangkan dengan simbol K merupakan salah satu cara untuk mengukur suhu suatu benda. Suhu 0 °C setara dengan kurang lebih 273 K. Satuan ini pertama kali diperkenalkan pada 1848 oleh ilmuwan Inggris bernama William Thompson atau yang dikenal sebagai Lord Kelvin.

Suhu Nebula Boomerang ini berada di 1 Kelvin, yang berarti suhunya setara dengan -272 °C. Astronom Sahai dan Nyman mengukur suhu nebula ini pada 1995. Kedua astronom ini menggunakan teleskop submilimeter hasil kerjasama Natural Science Research Council (NFR) Swedia dan European Southern Observatory (ESO).

Apa itu nebula?
Nebula Boomerang, Tempat Paling Dingin di Tata Surya

Nebula merupakan kumpulan gas dan awan raksasa yang ada di luar angkasa. Beberapa nebula bisa terbentuk dari sisa ledakan bintang yang mati. Tidak hanya sisa ledakan bintang, nebula juga bisa menjadi daerah di mana ada bintang baru yang akan terbentuk.

Nebula berada di jarak antara bintang-bintang yang juga dikenal sebagai interstellar space. Untuk mengetahui bentuk dari nebula, astronom menggunakan teleskop luar angkasa untuk mendapatkan gambarnya. Nebula yang paling dekat dengan Bumi adalah Nebula Heliks yang berjarak 700 tahun cahaya.

Ditemukan pada 1980
Nebula Boomerang, Tempat Paling Dingin di Tata Surya

Nebula Boomerang ditemukan oleh Keith Taylor dan Mike Scarrott pada 1980. Mereka menggunakan teleskop di Australia. Kedua astronom ini menemukan bentuk yang tidak simetris di nebula ini. Karena bentuknya bengkok seperti bumerang, Taylor dan Scarrott menyebut nebula ini sebagai Nebula Boomerang.

Teleskop Hubble kemudian berhasil mendapatkan gambar Nebula Boomerang yang lebih jelas. Ternyata bentuk nebula ini lebih mirip seperti dasi kupu-kupu dibandingkan senjata khas suku Aborigin tersebut. Nebula Boomerang ini dibentuk dari angin super dingin yang berkecepatan 500 ribu kilometer per jam dari pusat bintang yang mati.

Mengapa bisa sangat dingin?
Nebula Boomerang, Tempat Paling Dingin di Tata Surya

Melalui pengamatan Atacama Large Milimeter/submilimeter Array (ALMA), ilmuwan dapat mengungkap alasan mengapa Nebula Boomerang menjadi sangat dingin. Menurut mereka, terdapat sebuah bintang yang menabrakkan dirinya ke pusat bintang merah raksasa. Hasilnya adalah materi bintang merah ini terlontar sebagai angin super dingin yang berisikan gas dan debu.

Aliran materi ini mengembang dengan kecepatan 150 kilometer per detik. Hal inilah yang menyebabkan nebula tersebut memiliki suhu 1 Kelvin. Namun, perlu penelitian lebih lanjut tentang bintang yang menabrak tersebut untuk memecahkan misteri suhu yang sangat dingin tersebut.

Di luar sana, masih banyak nebula-nebula yang memiliki keunikan masing-masing. Kumpulan gas raksasa ini merupakan awal dan akhir dari kehidupan sebuah bintang.

Di sebuah titik dalam galaksi kita ini ada sebuah objek bernama Boomerang Nebula, yang dikenal sebagai tempat paling dingin di alam semesta. Kalau selama ini kalian menganggap Pluto adalah tempat terdingin, kalian salah. Menurut penelitian para ilmuwan hingga saat ini, Ternyata tempat terdingin di Alam Semesta adalah Boomerang Nebula.

Boomerang Nebula adalah sebuah bintang yang sedang sekarat dan aktif menyemburkan awan gas dan debu. Ia pertama kali ditemukan pada tahun 1980 oleh tim astronot dari Australia menggunakan teleskop khusus berukuran besar.

Lokasi Nebula ini dari Bumi sendiri cukup jauh, sekitar 5000 tahun cahaya dari dari Planet Bumi, tepatnya di arah konstelasi Centaurus. Nama nya sendiri diberikan karena waktu ditemukan pertama kali, bentuknya melengkung mirip seperti boomerang.

Boomerang Nebula sebenarnya bukan fenomena aneh. Awan debu dan gas ini adalah sebuah fase dari bintang yang akan mati. Fenomena awan nebula hanya bertahan selama beberapa puluh ribu tahun saja. Dalam skala alam semesta, waktu tersebut termasuk singkat.

Suhu ekstrim dari Nebula Boomerang ini hampir menyentuh titik nol mutlak. Not mutlak merupakan tingkat suhu paling rendah yang bisa terjadi. Apakah kamu bisa membayangkan suhu ini? Bagikan tanggapan kamu di kolom komentar, ya!