Inilah Tempat di Tata Surya dengan Iklim yang Ekstrem

Inilah Tempat di Tata Surya dengan Iklim yang Ekstrem

Inilah Tempat di Tata Surya dengan Iklim yang Ekstrem – Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Bumi, planet pijakan kita saat ini, adalah sebuah anugerah yang tidak seharusnya kita sia-siakan.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Bagaimana tidak? Sumber daya melimpah, makanan tersedia di mana-mana, dan kita bisa menghirup napas setiap hari. Jika Tuhan menempatkan kita di Bumi, artinya Sang Pencipta ingin kita hidup dengan rasa syukur.

Selain itu, iklim Bumi pun tidak sampai mengancam manusia. Memang, pemanasan global membuat iklim Bumi tak karuan. Tetapi, jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain di tata surya, kamu pasti akan bersyukur tinggal di Bumi. Dilansir laman Space, inilah 7 tempat di tata surya dengan iklim yang gak ada akhlaknya!

1. Bintik merah besar di Jupiter
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Terlihat di Jupiter, bintik merah besar adalah hurikan yang telah mengamuk di permukaan planet paling besar di tata surya ini selama berabad-abad. Mirip dengan badai di Bumi, ukuran badai yang berputar melawan arah jarum jam ini 16.350 km, atau 1,3 kali dari diameter Bumi!

Meskipun ukuran badai ini diprakirakan sedang menyusut dibandingkan berabad-abad lalu, badai Jupiter dapat “memakan” badai lain untuk mempertahankan ukurannya! Selain itu, kutub utara dan selatan Jupiter juga didera oleh berbagai angin ribut besar, sementara radiasi Jupiter memecut beberapa satelitnya seperti Io dan Europa.

2. Halilintar di Saturnus
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Pada saat wahana NASA Cassini mengitari Saturnus pada 2004-2017, ia menangkap pemandangan halilintar di planet ini saat waktu menunjukkan siang hari di planet tersebut. Berbeda dari Jupiter, fenomena ini dinamakan “Bintik Putih Besar”. Karena terlihat di siang hari, NASA memprakirakan halilintarnya 10.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.

Selain itu, Cassini juga mampu “menguping” badai yang terjadi di atmosfer planet bercincin tersebut. Di Saturnus, badai besar dapat terjadi dan membentang hingga 300.000 km, mengitari seluruh planet!

3. Badai Matahari
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Bukan rahasia kalau badai Matahari dapat meluluhlantakkan apa pun yang menghadangnya. Badai Matahari sendiri terdiri dari semburan radiasi dan partikel bermuatan yang dapat merusak satelit dan jaringan listrik. Oleh karena itu, saat badai Matahari besar terjadi, satelit dan jaringan listrik harus dimatikan terlebih dulu.

Selain itu, pada 1989, semburan badai Matahari besar merusak transmisi tenaga listrik di stasiun pembangkit listrik Hydro-Québec, Kanada. Insiden ini menyebabkan pemadaman listrik selama 9 jam.

4. Vorteks di Venus
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Di kutub selatan Venus, ada vorteks besar seukuran benua Eropa, menari di atas atmosfernya! Vorteks ini diperkirakan sudah ada lumayan lama dan merupakan hasil dari sifat-sifat aneh planet tetangga Bumi ini. Mengikuti atmosfer Venus, badai ini bergerak dengan kecepatan 400 km/jam, 60 kali lebih cepat dari rotasi planet tersebut!

Berharap akan hujan di Venus? Hujan asam sulfat yang jatuh dari langit Venus! Korosif untuk manusia dan benda-benda lainnya, hujan ini sudah menguap sebelum mencapai tanah Venus karena suhu ekstremnya. Gak mungkin jadi tempat tinggal manusia!

5. Angin ribut di Neptunus
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Neptunus, memiliki angin paling cepat seantero tata surya. Di titik tertinggi Neptunus, di mana metana berkumpul dan memberikan warna biru pada sang planet, angin berembus dengan kecepatan lebih dari 2.100 km/jam atau 1,6 kali kecepatan suara!

Pertama kali terlihat pada 2018, vorteks yang “lebih lebar dari Samudra Atlantik” tersebut bergerak ke arah selatan menuju ekuator planet. Akan tetapi, vorteks tersebut kemudian berputar balik dan berjalan ke arah utara! Para astronom berpikir kalau vorteks tersebut sebenarnya adalah bagian dari vorteks yang lebih besar.

6. Puting beliung di Mars
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Pada 2018, sebuah puting beliung besar melanda permukaan Mars sampai membuat “Planet Merah” terlihat samar dan menghantam rover Opportunity. Umum terjadi di Mars, badai debu yang melanda Mars dalam beberapa tahun belakangan berskala besar.

Selain itu, Mars juga sering mengalami puting beliung. Amat besar, puting beliung di Mars bahkan dapat terlihat dari luar angkasa. Pada 2012, wahana Mars Reconnaissance Orbiter melihat puting beliung Mars setinggi 800 meter dengan lebar 30 meter!

7. Hujan metana di Titan
Tak Layak Huni, 7 Tempat di Tata Surya dengan Iklim Ekstrem

Satelit terbesar Saturnus, Titan, adalah salah satu objek paling misterius di tata surya. Mirip dengan Bumi, terlihat cairan di permukaan Titan dan iklimnya pun aneh. Namun, keanehan inilah yang menarik perhatian para ilmuwan bertahun-tahun!

Hujan metana di Titan ini membentuk permukaan sang satelit. Salah satu hasilnya adalah danau besar Kraken Mare yang berisi metana dan etana cair sedalam 300 meter. Saking dalamnya, bahkan radar wahana Cassini tidak dapat menelusurinya!