Ini Ancaman Medis Ilmiah Jika Para Astronaut ke Planet Mars

Ini Ancaman Medis Ilmiah Jika Para Astronaut ke Planet Mars

Ini Ancaman Medis Ilmiah Jika Para Astronaut ke Planet Mars – Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Akhir-akhir ini, terdengar rumor bahwa Bulan bukan lagi tujuan utama para makhluk Bumi. Tidak jauh, mereka memandang tetangga merah Bumi yaitu Mars. Namun, untuk terbang dan mendarat di Mars lalu kembali ke Bumi, membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi memprakirakan kemungkinan gagalnya proyek tersebut.

Badan Penerbangan dan Antariksa (bahasa Inggris: National Aeronautics and Space Administration, disingkat NASA) adalah lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa Amerika Serikat dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang. Oleh karena itu, badan antariksa Amerika Serikat, NASA, melakukan banyak eksperimen dan percobaan pada astronautnya untuk melihat efek berada di luar angkasa dalam waktu yang lama.

Jadi, apakah efek yang dihadapi astronaut saat berada di luar angkasa untuk waktu yang lama? Ini jawabannya, melansir dari Club388 Indonesia berbagai sumber!

1. Radiasi
5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Tak terlihat dan berbahaya, radiasi adalah bahaya yang membuat NASA hingga sekarang tidak dapat mengirim regu astronaut ke Mars. Selama ini, selimut ozon telah melindungi manusia dari berbagai radiasi luar angkasa, salah satunya radiasi ultraviolet (UV).

Namun, di luar Bumi, tentu saja mereka langsung terpapar radiasi kosmik, 10 kali lebih besar. Efeknya adalah kanker, kerusakan sistem saraf, mengganggu fungsi kognitif, mengurangi fungsi motorik, dan perubahan perilaku.

Saat berada di International Space Station (ISS), para astronaut tetap terpapar pada radiasi. Namun, karena masih berada di medan magnet Bumi, mereka masih terlindungi.

Oleh karena itu, NASA bekerja keras untuk melindungi para anggotanya dari radiasi. Salah satunya adalah memperlengkapi kendaraan luar angkasanya dengan perisai pelindung, dosimetri, dan alarm. Selain itu, mereka juga meneliti berbagai obat untuk memitigasi radiasi.

2. Isolasi dan klaustrofobia
5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Saat berada di luar angkasa, para astronaut harus membiasakan diri bekerja di ruang-ruang sempit. Tak ayal, saat kembali ke Bumi, mereka menderita klaustrofobia atau ketakutan pada ruang sempit.

Bayangkan saja, di Bumi, manusia dapat berkomunikasi dan bergerak leluasa. Namun, saat menjalani proyek ke Mars, mereka harus terbiasa diam dan terkungkung dalam rutinitas yang sama untuk waktu yang lama.

Kekurangan tidur, muatan kerja yang berat, dan desinkronisasi sirkadian dalam memengaruhi kesehatan mereka baik jasmani dan rohani, sehingga mengganggu kelangsungan misi.

Untuk itu, sebelum berangkat, NASA memastikan para astronautnya sudah benar-benar siap untuk berangkat melalui pelatihan-pelatihan ekstrem. NASA juga turut melakukan penelitian hubungan antara muatan kerja dan kinerja, terapi sinkronisasi sirkadian, dan terapi waktu tidur terbalik. Selain itu, tempat kerja mereka juga dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk mendeteksi gejala awal agar bisa ditanggulangi segera.

3. Jauh dari Bumi
5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Bahaya yang paling nampak tentang luar angkasa adalah keluar dari Bumi. Dengan jarak 309,72 juta kilometer dari Bumi, Proyek Mars membutuhkan para astronaut untuk berada tiga tahun di luar Bumi.

Tentu saja, sebelum berangkat ke Mars, astronaut pasti dibekali dan memperhitungkan estimasi logistik untuk perjalanan bolak-balik ke Mars. Namun, terkadang, data saja bisa salah.

Bukan menakut-takuti. Jika masalah terjadi di ISS, astronaut hanya butuh berjam-jam untuk kembali ke Bumi.¬†Nah, bagaimana jika bahan bakar atau makanan habis saat perjalanan ke Mars?¬†That’s the end.

Perencanaan dan keterampilan mencukupi diri adalah hal terpenting dalam proyek luar angkasa. Ada kalanya di mana komunikasi terputus atau berbagai masalah, para astronaut harus dapat menyelesaikan masalah itu sendiri.

4. Gravitasi
5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Selama kurang lebih dua tahun, astronaut harus menyesuaikan diri dengan daya gravitasi di Mars yang diperkirakan 3/8 daya gravitasi Bumi. Lalu, pada perjalanan luar angkasa bolak-balik ini, mereka akan menghadapi masa-masa tanpa gravitasi.

Sesampainya di Bumi, mereka harus kembali menyesuaikan diri dengan gravitasi Bumi. Terdengar mudah? Kamu salah! Tiga tahun di luar angkasa adalah waktu yang lama bagi organ manusia seperti tulang, otot, dan sistem kardiovaskular.

Bahkan, mereka harus menghadapi perubahan medan gravitasi saat mereka berpindah medan dari Bumi ke Mars dan sebaliknya. Salah satu risiko yang paling umum adalah osteoporosis prematur.

Oleh karena itu, NASA mengadakan banyak penelitian yang bekerja sama dengan Food and Drugs Administration (FDA) untuk menciptakan obat osteoporosis bagi para astronaut. NASA juga tengah meneliti ancaman metabolisme selama proyek Mars.

Selain itu, pelatihan adaptasi untuk meningkatkan iritabilitas tengah diteliti oleh NASA untuk memecahkan masalah keseimbangan tubuh. Resep olahraga pribadi juga akan dipertimbangkan untuk para astronaut.

5. Lingkungan yang keras
5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Saat menjalani misi luar angkasa, pesawat adalah rumah. Oleh karena itu, NASA mendesain pesawatnya dengan pertimbangan suhu udara, tekanan, pencahayaan, bising, dan ruang agar layak huni.

Menghadapi lingkungan Mars yang tidak manusiawi, teknologi pada pesawat luar angkasa adalah penyelamat. Semua hal dimonitor oleh teknologi mulai dari kualitas udara hingga penyebaran bakteri.

Betul, bakteri lebih mudah menyebar di lingkungan tertutup. Untuk memantau kesehatan, para astronaut mengumpulkan sampel darah dan urine agar dapat diteliti.

Selain itu, para astronaut juga harus bisa mendaur ulang segala hal yang remeh-temeh di Bumi seperti air, oksigen, karbon dioksida, dan bahkan segala kotoran. Bagaimana mereka melakukannya?

Jika kamu sering nonton film fiksi ilmiah luar angkasa, kamu pasti sering melihat mereka membuat rekaman keseharian mereka di luar angkasa, kan? Hal itu adalah hal yang lumrah.

Para astronaut merekam apa yang mereka rasakan di Mars. Kesan fisik dan sensasi yang mereka rasakan juga penting untuk mengembangkan teknologi untuk perjalanan manusia mengarungi luar angkasa.

5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Inilah segala ancaman yang harus dihadapi para calon astronaut untuk pergi dan meneliti Mars. Jika itu kamu, apakah kamu sudah siap?