Hal Mengerikan yang Akan Terjadi di Bumi Jika Tidak Ada Air

Hal Mengerikan yang Akan Terjadi di Bumi Jika Tidak Ada Air

Hal Mengerikan yang Akan Terjadi di Bumi Jika Tidak Ada Air – Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi merupakan sebuah planet yang dipenuhi dengan kehidupan organisme kompleks.

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Selain oksigen, air juga menjadi salah satu faktor yang membuat planet kita ini menjadi layak untuk ditinggali.

Namun, pernahkah kamu membayangkan bagaimana jika Bumi tidak memiliki air? Apakah makhluk hidup masih dapat hadir di sini? Melalui artikel ini, kita akan melihat beberapa jawaban sains terkait pertanyaan tersebut. Kalau penasaran, ada baiknya kamu baca ulasannya hingga tuntas.

1. Tanpa air, suhu di Bumi akan meningkat drastis
5 Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Air

Dilansir laman sains How Stuff Works, suhu Bumi akan melonjak drastis jika air lenyap dari planet kita. Sinar Matahari akan terus menghantam wilayah khatulistiwa dengan panas yang intens. Diperkirakan, suhu di permukaan Bumi akan mencapai lebih dari 65 derajat Celcius.

Hal ini dapat terjadi karena panas sinar Matahari dan juga kobaran api yang selalu menyala. Peristiwa tersebut akan mengirimkan berton-ton karbon dioksida ke atmosfer. Nah, dalam taraf ini, pemanasan global pasti terjadi secara masif dan menyeluruh.

2. Bumi akan kering dan mungkin mirip dengan planet asing
5 Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Air

Dalam tata surya kita, Merkurius menjadi planet paling panas dan kering karena posisinya yang paling dekat dengan Matahari. Jika Bumi tidak memiliki air, nasibnya mungkin akan sama dengan Merkurius dan Venus karena Bumi hanya berjarak sekitar 148 juta kilometer dari Matahari.

Tanah yang ada di planet ini akan makin kehilangan kelembapannya. Pada satu titik, kondisi Bumi betul-betul kering dan tidak memiliki kandungan air sama sekali. Tanpa air, Bumi akan mengalami perubahan fisik yang drastis disertai dengan peningkatan gas rumah kaca. Yang jelas, tidak ada organisme yang betah untuk tinggal di planet yang kering.

3. Siklus air akan lenyap dan makhluk hidup akan mati
5 Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Air

Siklus air berguna untuk mempertahankan suhu, kelembapan, keseimbangan, dan cadangan zat cair bagi sebuah planet. Begitu juga dengan Bumi, air tropis yang hangat akan bersirkulasi secara konsisten ke utara dan selatan, lalu mengedarkan air dingin untuk membaur ke wilayah khatulistiwa, seperti diulas dalam INSH World.

Nah, jika seluruh air di lautan lenyap, sirkulasi dan siklus air tersebut juga akan hilang. Hal ini jelas akan mengakibatkan kekacauan iklim dan Bumi tidak akan memiliki cadangan zat cair untuk digunakan oleh makhluk hidup. Sudah bisa ditebak, semua organisme di planet ini akan mati, baik secara cepat maupun perlahan.

4. Semua yang tampak hanyalah daratan berpasir

Sebuah animasi dan percobaan komputer pernah dibuat oleh NASA untuk menyelidiki dampak atau kondisi Bumi ketika air benar-benar hilang. Ditulis dalam laman ZME Science, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa apa yang ditampakkan oleh Bumi adalah daratan dan nyaris sepenuhnya berupa pasir.

James O’Donoghue, seorang ilmuwan dari NASA, mengungkapkan bahwa ada banyak bagian dasar laut yang belum diketahui oleh manusia. Nah, jika lautan dan air lenyap, kemungkinan besar dasar laut akan menjadi benua yang mayoritasnya tandus, kering, dan berpasir. Jelas bahwa pemandangan Bumi tidak akan lagi didominasi dengan warna biru, melainkan cokelat.

5. Bumi hanya akan menjadi sebuah planet padat tanpa kehidupan
5 Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Air

Gambar di atas mungkin bisa dijadikan ilustrasi jika Bumi tidak memiliki air. Yup, Bumi hanya akan menjadi sebuah planet padat, kering, berbatu, dan tidak ada kehidupan organisme biologis di dalamnya. Mungkin organisme terakhir yang mampu bertahan hidup adalah mikrob, tardigrada, dan bakteri-bakteri tertentu.

Namun, tetap saja, dengan iklim dan kondisi yang sangat panas sepanjang waktu, semua hal yang berkaitan dengan unsur biologis akan mati dan lenyap. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi Bumi pada 3 miliar tahun lalu. Menurut jurnal sains yang diterbitkan oleh Harvard University, Bumi pernah mengalami kelimpahan air nyaris 100 persen di zaman purba.