Hal-hal yang Berkaitan dengan Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Hal-hal yang Berkaitan dengan Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Hal-hal yang Berkaitan dengan Riset dan Bisnis Luar Angkasa – Perlombaan bisnis antariksa diantara para milliarder dunia semakin panas. Tidak hanya taipan dari Barat yang konsentrasi dalam pengembangan bisnis luar angkasa, namun banyak orang-orang kaya di China juga tengah mencari petualangan dan peluang bisnis dari luar bumi tersebut. Hal-hal yang berkaitan dengan riset, studi, penelitian, bahkan bisnis luar angkasa pastinya mampu menyedot perhatian dunia.

Banyak yang menganggap bahwa riset sains tentang luar angkasa merupakan bukti kemajuan peradaban manusia. Namun, di sisi lain, tak sedikit pula yang mencibir bahwa riset tersebut hanya berujung pada bisnis yang malah menjadi sumber pemborosan uang negara. Terlepas dari itu semua, manusia sendiri sudah mulai meneliti objek-objek luar angkasa sejak ratusan tahun lalu.

Mereka menggunakan teleskop dengan lensa khusus yang mampu menangkap gambar Bulan dan beberapa planet terdekat dengan Bumi. Fakta bahwa sains tentang alam semesta yang terus mengalami perkembangan memang tak bisa dibantah. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan riset dan bisnis luar angkasa. Dibaca, yuk!

1. Penemuan teleskop sebagai fondasi kemajuan sains astronomi
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Teleskop adalah sebuah alat bantu yang digunakan oleh ilmuwan untuk mengamati objek-objek di luar angkasa. Dilansir Space, orang pertama yang mengajukan paten terhadap penemuan teleskop adalah Hans Lippershey, seorang ahli lensa dan pembuat kacamata asal Belanda. Teleskop sederhana buatannya mempunyai lensa okuler cekung yang disejajarkan dengan lensa objektif cembung.

Semenjak itu, perkembangan teleskop makin maju. Dengan risetnya, Galileo bisa mempelajari tentang cincin Saturnus, bintik Matahari, dan empat satelit alam yang mengitari Jupiter. Di tahun-tahun selanjutnya, ilmuwan bernama Johannes Kepler mulai merancang perangkat lensa teleskop yang lebih canggih.

2. Kehadiran manusia di luar angkasa untuk pertama kalinya
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Sebuah lompatan besar dalam dunia sains pernah terjadi pada 1961. Dicatat dalam laman resmi NASA, pada 12 April 1961, seorang kosmonaut asal Rusia—kala itu Uni Soviet—bernama Yuri Gagarin untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa. Yuri Gagarin menggunakan wahana Vostok 1 untuk melakukan perjalanan di orbit Bumi selama 108 menit.

Perjalanan Gagarin ini membuktikan bahwa manusia bisa ke luar angkasa asalkan ada teknologi yang mendukungnya. Lewat peristiwa bersejarah itu pula, Presiden AS, JF Kennedy, makin bertekad untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa, bahkan lebih jauh lagi.

3. Amerika membalas Uni Soviet dengan mengirimkan astronaut ke Bulan
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Sejak Uni Soviet sukses mengirimkan manusia ke luar angkasa, Amerika makin berambisi untuk melakukan hal yang sama. Namun, kali ini, mereka bisa melakukannya lebih jauh. Ya, pada 16 Juli 1969, misi Apollo 11 berhasil diluncurkan. Sekitar 110 jam setelahnya, yakni pada 20 Juli 1969, sejarah mencatat bahwa untuk pertama kalinya manusia berhasil mendarat di Bulan.

Setelah peristiwa bersejarah tersebut sukses dilakukan, NASA kembali mengirimkan beberapa misi ke Bulan. Total ada 24 Astronaut yang sudah melakukan misi ke Bulan dan 12 di antaranya sukses menginjakkan kaki di Bulan.

4. Teleskop Hubble dan ISS yang menjadi andalan badan antariksa di seluruh dunia
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Seperti diulas dalam laman Europe Space Agency (ESA), teleskop luar angkasa Hubble diluncurkan pada 1990 dan menjadi teleskop terbesar dan tercanggih hingga saat ini. Teleskop ini berfungsi untuk melihat peristiwa yang berkaitan dengan objek angkasa jauh, seperti galaksi, nebula, ledakan bintang, planet, bahkan pengembangan dari alam semesta.

Angka-angka tersebut belum termasuk semua misi dan riset yang dilakukan oleh seluruh badan antariksa dunia, termasuk NASA. Ahli ekonomi AS pun pernah menyatakan bahwa nyaris mustahil menghitung anggaran biaya riset luar angkasa sejak pertama kali dilakukan hingga kini.

5. Saat ini, bisnis luar angkasa makin digemari
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Setidaknya, ada lima perusahaan besar yang siap menjalankan pariwisata luar angkasa di masa mendatang. Mereka adalah Blue Origin, SpaceX, Bigelow Aerospace, Virgin Galactic, dan SpaceDev. Tak main-main, mereka bahkan telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk keperluan riset, penelitian, uji coba, dan asuransi perjalanan.

Pada 20 Juli 2021 lalu, Blue Origin melalui wahana New Shepard sukses membawa Jeff Bezos dan beberapa orang lainnya ke luar angkasa. Blue Origin sendiri merupakan perusahaan milik Jeff Bezos dan rencananya akan menjalankan bisnis wisata luar angkasa yang cukup terjangkau di masa depan.