Fenomena Langit di Tahun 2022 yang Sayang Bila Dilewatkan

Fenomena Langit di Tahun 2022 yang Sayang Bila Dilewatkan

Fenomena Langit di Tahun 2022 yang Sayang Bila Dilewatkan – Peristiwa langit adalah fenomena astronomi yang menarik yang melibatkan satu atau lebih benda langit. Beberapa contoh peristiwa selestial adalah fase siklus Bulan, gerhana matahari dan bulan, transit dan okultasi, pertentangan planet dan konjungsi, hujan meteor, dan flybys komet, soltis dan ekuinoks.

Tidak terasa, ya, tahun 2021 tak lama lagi akan berakhir. Banyak sekali fenomena langit yang terjadi sepanjang tahun ini, dari mulai hujan meteor Perseid yang terjadi di sepanjang bulan September hingga gerhana bulan sebagian yang terjadi pada pertengahan bulan November ini.

Nah, jika kamu belum berkesempatan untuk melihat fenomena langit yang terjadi di sepanjang tahun 2021 ini, kamu masih punya kesempatan untuk melihat berbagai fenomena langit yang akan terjadi di tahun 2022. Pastikan kamu tidak lupa mencatat tanggalnya, ya, karena sayang sekali kalau kamu melewati lima fenomena ini.

1. Saturnus di jarak terdekat
Catat Tanggalnya! 5 Fenomena Langit Ini akan Terjadi di Tahun 2022

Jika sebelumnya di tahun 2021 fenomena ini jatuh di awal bulan Agustus. Di tahun 2022 mendatang, fenomena ini akan terjadi kembali di tanggal 14 Agustus.

Pada tanggal tersebut, Saturnus akan sepenuhnya menerima pancaran sinar matahari dan akan terlihat lebih terang daripada biasanya. Dengan bantuan teleskop, kamu dapat menyaksikan Saturnus dengan jelas, beserta cincin dan bulannya yang paling terang.

2. Mars di jarak terdekat
Catat Tanggalnya! 5 Fenomena Langit Ini akan Terjadi di Tahun 2022

Tidak seperti Saturnus dan Jupiter yang mengalami fenomena serupa setiap satu tahun sekali, Mars harus menunggu satu tahun lagi untuk kembali mengalami fenomena ini. Yap, fenomena yang disebut juga sebagai ‘Mars at opposition‘ ini hanya terjadi sekali dalam dua tahun.

Fenomena yang telah terjadi di tahun 2020 lalu ini akan kembali terjadi di tahun 2022 mendatang, di tanggal 8 Desember. Melansir seasky.org, untuk dapat melihat detail-detail dari permukaan planet ini, kamu akan membutuhkan teleskop berukuran medium.

3. Supermoon
Catat Tanggalnya! 5 Fenomena Langit Ini akan Terjadi di Tahun 2022

Supermoon, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut bulan super, adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika bulan penuh sedang berada di posisi terdekatnya dengan bumi. Pada kondisi ini, bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang. Biasanya, bulan dapat tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang ketika supermoon terjadi.

Melansir dari Royal Museums Greenwich, istilah ‘supermoon‘ sebenarnya berasal dari sebuah konsep dalam astrologi, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah istilah dengan diberikan definisi yang ketat dalam ilmu astronomi. Nah, kamu dapat menyaksikan fenomena supermoon ini pada tanggal 14 dan 13 Juli tahun 2022 mendatang.

4. Gerhana bulan total
Catat Tanggalnya! 5 Fenomena Langit Ini akan Terjadi di Tahun 2022

Gerhana bulan pertama di tahun 2022 diperkirakan akan jatuh di tanggal 16 Mei mendatang. Gerhana bulan total sendiri merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika bulan sepenuhnya melewati umbra, atau bayangan gelap bumi.

Melansir dari seasky.org, fenomena ini kan terlihat di sepanjang wilayah Amerika Utara, Greenland, Samudra Atlantik, dan wilayah barat Eropa dan wilayah barat Afrika. Menjelang akhir tahun, lebih tepatnya pada tanggal 8 November tahun 2022 mendatang, fenomena gerhana bulan total akan kembali terjadi.

Melansir dari seasky.org, gerhana bulan total ini akan terlihat di sepanjang wilayah timur Russia, Jepang, Asutralia, Samudra Pasifik, serta wilayah barat dan tengah Amerika Utara.

5. Hujan meteor Geminid
Catat Tanggalnya! 5 Fenomena Langit Ini akan Terjadi di Tahun 2022

Tidak hanya kembang api, di akhir tahun 2022 nanti, kalian juga dapat menyaksikan hujan meteor Geminid, loh. Hujan meteor ini terjadi tiap tahun, dan pada tahun 2022 akan berlangsung pada tanggal 7 sampai 17 Desember. Namun, puncaknya akan terjadi di tanggal 13 dan 14 Desember.

Hujan meteor ini diperkirakan akan menjadi yang terbaik di sepanjang tahun 2022 karena diperkirakan jumlah meteor yang dapat kamu saksikan adalah sebanyak 120 meteor per jam. Melansir dari seasky.org, produksi meteor ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh asteroid yang ditemukan pada tahun 1982, yaitu 3200 Phaethon.

Tempat dan waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Geminid adalah di tempat dengan langit malam yang tidak berawan dan minim polusi cahaya, dan ketika lewat tengah malam. Nah, setelah membaca rangkuman di atas, kamu sudah catat tanggalnya belum? Jangan sampai kamu ketinggalan menyaksikan lima fenomena langit di atas, ya!

Fenomena langit menarik yang pertama hadir hari ini adalah waktu tengah hari yang lebih cepat dalam setahun. Peneliti di Pusat Sains Antariksa LAPAN BRIN, Andi Pangerang mengatakan, fenomena langit ini terjadi setiap tahun pada tanggal 3 November.

Hal ini dikarenakan nilai perata waktu yang lebih besar sehingga Matahari akan transit lebih cepat dibandingkan dengan hari-hari biasanya dalam setahun.  Perata waktu adalah selisih antara Waktu Matahari Sejati dengan Waktu Matahari Rata-Rata.