Fakta Unik Cassini Huygens Saat Menjalankan Misi ke Saturnus

Fakta Unik Cassini Huygens Saat Menjalankan Misi ke Saturnus

Fakta Unik Cassini Huygens Saat Menjalankan Misi ke SaturnusSaturnus memiliki badai diaksagonal di sekitar kutub utara. Ini merupakan badai pertama yang ditemukan di planet gas. Lebarnya lebih dari 32 ribu kilometer yang dimulai pada lintang 78 derajat dan meluas turun sekitar 100 kilometer. Kutub utara Saturnus telah menjauh dari matahari dan baru mendekat matahari pada 2015.

Pada tahun 2016 Saturnus berada di bawah matahari hal ini menyebabkan perubahan menjadi berubah. Dengan periode orbital 29 tahun mengelilingi matahari, Cassini mendapat kesempatan menyaksikan perubahan berkat penambahan misi yang diberikan. Planet Saturnus terkenal akan cincinnya yang mengitari planet itu, selama berabad-abad para ilmuwan dan astronom di seluruh dunia telah mengamati dan meneliti planet tersebut.

Hingga akhirnya NASA dan European Space Agency (ESA) mencanangkan misi penelitian planet Saturnus dengan mengirimkan wahana antariksa langsung ke planet tersebut. Wahana antariksa menjalankan misi ke Saturnus tersebut adalah Cassini-Huygens. Cassini-Huygens menjalankan misi ke Saturnus selama beberapa tahun dan berhasil menyimpan sederet fakta menarik.

1. Diluncurkan dengan tujuan eksplorasi planet Saturnus dan sekitarnya
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Pada dekade 80an, NASA dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) melakukan studi bersama tentang misi potensial ke planet Saturnus. Sampai pada awal 90an, program tersebut mulai direalisasikan.

Di samping upaya menguatkan hubungan antara NASA dan ESA yang sempat renggang sebelumnya. Adapun tujuan spesifik dari misi Cassini-Huygens adalah mempelajari perilaku dinamis atmosfer Saturnus, mengungkap dan mendeteksi struktur cincin Saturnus secara tiga dimensi, mengeksplorasi permukaan dan komposisi geografis bulan-bulan yang mengelilingi Saturnus, serta mengukur dan mempelajari magnetosfer Saturnus.

2. Namanya diambil dari dua ilmuwan
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Nama Cassini-Huygens pada dasarnya diambil dari nama dua ilmuwan dan astronom Eropa terkenal. Wahana pengorbit dinamai untuk menghormati seorang astronom asal Italia bernama Giovanni Domenco Cassini yang berjasa menemukan cincin Saturnus dan empat bulan Saturnus. Sementara wahana penyelidikan Huygens diambil dari nama seorang ilmuwan dan astronom Belanda abad ke-17 yakni Christiaan Huygens yang berjasa menemukan bulan dari planet Saturnus yang paling terkenal yakni Titan.

3. Terdiri dari dua wahana yang disatukan
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Cassini-Huygens merupakan dua wahana terpisah yang disatukan. Cassini ditugaskan sebagai wahana pengorbit Saturnus sementara Huygens bertugas sebagai wahana penelitian  darat yang digunakan untuk penelitian dan eksplorasi Titan.

Kedua wahana tersebut memiliki bobot maksimal hingga 5.712 kg. Wahana Cassini diproduksi oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) sedangkan Huygens diproduksi oleh Aerospatiale. Sementara itu, NASA menjadi operator dari wahana Cassini dan ESA menjadi operator dari wahana Huygens.

4. Melakukan perjalanan panjang dengan melewati beberapa planet dan objek antariksa
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Peluncuran Cassini-Huygens dilakukan pada 15 Oktober 1997 menggunakan roket Titan IV dari fasilitas peluncuran Cape Canaveral. Setelah meninggalkan Bumi, beberapa bulan kemudian pada 26 April 1998, Cassini-Huygens melakukan fly-by dengan bantuan gravitasi dari Venus, dan terbang melintas dengan bantuan gravitasi Bumi pada tahun 1999.

Pada awal tahun 2000, Cassini-Huygens melintasi asteroid 2685 Masursky dan berhasil memotretnya. Kemudian pada Desember 2000 Cassini-Huygens mencapai Jupiter dan memotret planet tersebut serta beberapa bulannya. Hingga akhirnya Cassini berhasil mengorbit Saturnus pada 2004.

5. Wahana Huygens mendarat di Titan dan berpisah dengan Cassini
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Pada 25 Desember 2004, wahana Cassini dan Huygens mulai berpisah. Wahana Huygens dilepaskan untuk misi pendaratan nya di Titan yang menjadi bulan terbesar di Saturnus.

Huygens mulai memasuki atmosfer Titan pada Januari 2005 dan berhasil mendarat dengan sistem parasut pada tanggal 14 Januari. Saat mendarat ke permukaan Titan, Huygens dalam waktu yang singkat menyampaikan sekitar 350 gambar.

Namun karena terdapat kesalahan dalam transmisi dan perangkat lunak yang menyebabkan 350 gambar itu hilang. Sehingga hanya 350 gambar yang berhasil terkirim dari 700 gambar yang direncanakan.

6. Mengeksplorasi Titan
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Wahana Huygens berhasil mendarat di permukaan Titan 2 jam setelah memasuki atmosfer. Huygens mendarat di kordinat 10,573°S 192,335°W dekat wilayah yang disebut sebagai Adiri.

Lokasi pendaratan dari Huygens terindikasi terdapat kerikil es yang tersebar dan tertutup oleh kabut tipis dari gas Metana. Pencitraan udara dari Huygens  pun secara konsisten mengungkap keberadaan zat cair.

Selain itu, wahana tersebut berhasil mendeteksi keberadaan sebuah danau yang berisi zat hidrokarbon cair di Titan. Hingga akhirnya dikonfirmasi kembali oleh Cassini pada 2006.

7. Mengeksplorasi Saturnus hingga menemukan fakta-fakta baru
Jelajahi Saturnus, Ini 9 Fakta Unik Wahana Antariksa Cassini-Huygens

Sementara itu, Cassini tetap melanjutkan misi utamanya yakni eksplorasi dan menyelediki planet Saturnus dan bulan Saturnus yang lain. Pada Mei 2005 hingga empat bulan selanjutnya, Cassini mulai mengukur distribusi ukuran partikel yang terdapat di cincin Saturnus dan strukturnya sekaligus mengeksplorasi atmosfer Saturnus, serta dapat mengungkap kapan terbentuknya cincin Saturnus yakni 10 hingga 100 juta tahun yang lalu. Sebelumnya pada 2004 Cassini tercatat telah berhasil mengukur periode rotasi dari Saturnus yakni 10 jam, 33 menit, 38 detik.

Kemudian, pada November 2006 ilmuwan berhasil mendeteksi badai di Saturnus yang terjadi kembali pada 2010 dengan skala yang lebih besar. Hingga 2010, Cassini telah menjalankan misi di orbit Saturnus dan berhasil melewati beberapa bulan Saturnus  seperti Enceladus, Dione, Phoebe, Rhea, dan Helene. Ditambah Cassini sebelumnya juga telah menemukan beberapa bulan Saturnus seperti Methone, Pallene, dan Polyceudes pada 2004.

8. Pensiun dan dimusnahkan di Saturnus
Sang Pengamat Saturnus Milik NASA Pensiun Esok Hari

Pada 2010, NASA memperpanjang misi Cassini dan kembali melakukan eksplorasi dan pengamatan terhadap Saturnus selama tujuh tahun kedepan. Pada tahun-tahun berikutnya yakni 2012 dan 2016 Cassini mengamati pola awan heksagonal di kutub Saturnus, dan beberapa kali memotret Saturnus termasuk pada 2013 disaat The Day the Earth Smiled, sebuah hari dimana Cassini dapat memotret Saturnus sekaligus Bumi dan Bulan sacara bersamaan.

Hingga tiba saatnya, Cassini melaksanakan The Grand Finale yakni wahana tersebut sengaja di jatuhkan kedalam atmosfer Saturnus. Tepat pada 15 September 2017, Cassini mengakhiri hampir 20 tahun misi eksplorasi Saturnus. Hal tersebut dilakukan juga dengan maksud agar mengurangi dampak pencemaran bahan bakar nuklir dari Cassini yang bisa ditimbulkan terhadap bulan Saturnus yang memiliki potensi layak tinggal seperti Titan.

Saturnus adalah planet gas yang paling padat dan satu-satunya planet dengan rangkaian cincin yang spektakuler. Terdiri dari bahan sedingin es, seperti debu dan dari partikel yang saling melintang, saling menempel dan robek oleh kekuatan pasang surut.

Sistem cincin hanya setebal 10 meter sampai 1 kilometer dan umurnya setua Saturnus. Meskipun sangat reflektif dan sebagian besar terbuat dari air es, cincin tersebut menunjukkan jumlah pemantulan yang bervariasi dalam optik dan radio, yang memungkinkan pencitraan lebih tajam dari yang sebelumnya.

Nah, itulah fakta dari wahana antariksa Cassini Huygens. Semoga dengan pengetahuan ini kita menjadi bersemangat dalam belajar agar dapat mengungkap misteri-misteri alam semesta yang belum terungkap.