Fakta Seputar Satelit Adrastea yang Mengelilingi Jupiter

Fakta Seputar Satelit Adrastea yang Mengelilingi Jupiter – Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang.

Atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari. Selain Merkurius dan Venus, setiap planet di dalam Tata Surya memiliki satelit yang mengelilinginya. Bumi sendiri memiliki satu buah satelit yang kita kenal sebagai Bulan.

Satelit-satelit ini sendiri memiliki ukuran yang berbeda-beda. Satelit dengan ukuran paling kecil yang ada di Tata Surya bernama Adrastea. Satelit ini merupakan salah satu dari puluhan satelit yang mengelilingi Jupiter. Simak artikel berikut untuk mengetahui fakta tentang Adrastea.

Ditemukan pada 1979
Mengenal Adrastea, Satelit Alami Terkecil di Tata Surya

Satelit alami berukuran kecil ini ditemukan pada 1979 oleh tim peneliti Voyager. Memiliki nama lain Jupiter XV, satelit ini ditmeukan oleh David C. Jewitt dan G. Edward Danielson. Adrastea merupakan satelit yang memiliki orbit yang sama dengan Io, salah satu satelit terbesar milik Jupiter. Yang unik, peneliti menemukan Adrastea melalui wahana luar angkasa yang terbang. Biasanya, benda-benda langit ini ditemukan melalui gambar yang ditangkap melalui teleskop. Wahana Voyager 2 merupakan wahana yang berjasa menemukan satelit ini.

Bentuknya tidak bulat
Mengenal Adrastea, Satelit Alami Terkecil di Tata Surya

Ternyata tidak semua satelit memiliki bentuk yang bulat. Adrastea dan beberapa satelit kecil lain milik Jupiter merupakan contoh satelit alami yang memiliki bentuk tidak bulat. Hal ini terjadi karena kurangnya massa dan ketidakstabilan komposisi satelit yang membentuk mereka. Adrastea memiliki radius rata-rata sekitar 8,2 kilometer. Satelit ini sendiri merupakan satelit kedua terdekat yang mengorbit Jupiter. Adrastea mengorbit planetnya dari jarak 129 ribu kilometer. Jarak orbit ini lebih dekat dibandingkan jarak dari Bulan menuju ke Bumi.

Namanya berasal dari mitologi Yunani
Mengenal Adrastea, Satelit Alami Terkecil di Tata Surya

Nama satelit ini berasal dari mitologi Yunani. Adrastea merupakan makhluk mitologi yang disebut sebagai nimfa. Makhluk ini digambarkan dengan rupa sebagai perempuan. Adrastea merupakan sosok yang mengasuh sang raja dewa Yunani, Zeus ketika masih kecil. Rhea, ibu dari Zeus memercayakan Adrastea untuk menjaganya dari gangguan dewa Cronus. Dewa ini ingin memakan Zeus agar tahta Cronus tidak diambil olehnya.

Mengelilingi Jupiter dengan kecepatan tinggi
Mengenal Adrastea, Satelit Alami Terkecil di Tata Surya

Adrastea mengelilingi Jupiter dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan, waktu yang dibutuhkan Jupiter untuk melakukan rotasi lebih panjang dibandingkan waktu revolusi Adrastea. Satelit ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih tujuh jam untuk mengelilingi Jupiter. Karena kecepatan yang tinggi ini, peneliti memperkirakan Adrastea bisa menabrak Jupiter. Kecepatan yang tinggi ditambah dengan jarak yang dekat bisa membuat Adrastea terlempar dari orbitnya. Ketika keluar dari orbit, Adrastea akan ditarik oleh gravitasi Jupiter yang bisa membuatnya hancur.

Sulit untuk diteliti
Mengenal Adrastea, Satelit Alami Terkecil di Tata Surya

Wahana Voyager menemukan Adrastea hanya berupa titik kecil. Selain jarak pengambilan gambar yang jauh, kualitas gambar yang ada juga belum baik sehingga gambar terlihat kabur. Akibatnya, penelitian terhadap satelit ini masih mustahil untuk dilakukan.  Beberapa tahun setelahnya, wahana Galileo berhasil menangkap gambar Adrastea yang lebih detil.

Sayangnya, kualitas gambar ini juga masih belum terlalu baik. Masih sedikit sekali permukaan Adrastea yang berhasil ditangkap oleh Galileo. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengetahui tentang satelit ini. Masih banyak misteri yang harus dibuka dari Adrastea.

Saat ini, terdapat wahana Juno yang sedang menjelajahi Jupiter.Semoga wahana Juno bisa mendapatkan gambar lebih detil dari Adrastea. Dengan demikian, peneliti bisa mencari tahu lebih dalam tentang satelit terkecil di Tata Surya.

Secara umum massa satelit alami jauh lebih kecil dibandingkan benda utamanya. Namun, massa Bulan melebihi 1% massa Bumi, dan massa Charon mencapai hampir seperdelapan massa Pluto. Untuk kasus kedua, satelit yang terkait cukup besar sehingga kedua benda mengorbit suatu titik diluar Pluto, dan sejumlah ahli astronomi menganggap kedua benda adalah planet katai ganda.

Namun, menurut definisi Persatuan Astronomi Internasional Charon dianggap sebagai satelit Pluto. Di antara seluruh satelit alami di Tata Surya, 22 diketahui memiliki massa yang cukup besar sehingga dapat runtuh membentuk benda bundar melalui gravitasinya sendiri.