Fakta Galaksi Bimasakti yang Jadi Rumah Bagi Tata Surya

Fakta Galaksi Bimasakti yang Jadi Rumah Bagi Tata Surya

Fakta Galaksi Bimasakti yang Jadi Rumah Bagi Tata Surya – Galaksi adalah sebuah sistem masif yang terikat gaya gravitasi yang terdiri atas bintang  (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan  lubang hitam), gas dan debu medium antarbintang, dan materi gelap–komponen yang penting namun belum begitu dimengerti.

Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias (γαλαξίας), yang berarti “seperti susu,” yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (Milky Way). Matahari menjadi bintang terdekat dari Bumi, sekaligus juga menjadi salah satu alasan manusia bisa hidup dengan nyaman.

Namun matahari jelas bukan satu-satunya bintang di alam semesta, seperti yang kita ketahui ada banyak bintang yang bertebaran di luar Tata Surya kita dan semuanya tergabung dalam sebuah galaksi. Matahari terletak di salah satu lengan galaksi super besar yang dikenal dengan nama Milk Way atau Bimasakti.

1. Galaksi Bimasakti terdiri dari 200 miliar bintang
5 Fakta Unik Bimasakti, Galaksi Tua yang Jadi Rumah Matahari

Dilansir Universe Today, Bimasakti terdiri dari 200 sampai 400 miliar bintang. Bagi manusia seperti kita, jumlah bintang itu sudah sangat banyak. Namun kenyataannya, Bimasakti bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan galaksi lain di alam semesta.

Pasalnya sejauh ini, galaksi terbesar yang pernah ditemukan manusia terdiri dari 100 triliun bintang. Karena alam semesta memiliki ukuran yang tidak terbatas, bukan tidak mungkin ada galaksi lain di luar sana yang memiliki jumlah bintang lebih dari 100 triliun.

2. Kita hanya bisa melihat 0,000003 persen dari total bintang yang ada
5 Fakta Unik Bimasakti, Galaksi Tua yang Jadi Rumah Matahari

Ketika langit cerah, kita bisa melihat ratusan bintang di langit. Apalagi kalau kamu tinggal di tempat yang minim polusi cahaya, bintang yang terlihat juga akan semakin banyak. Masalahnya galaksi Bimasakti memiliki 200 miliar bintang dan mata manusia tidak mungkin bisa menangkap itu semua.

Dilansir Discover Magazine, apa yang kita lihat dari Bumi hanyalah 0,000003 persen dari total keseluruhan bintang yang ada di galaksi Bimasakti. Semua bintang itu jadi makin sulit dilihat karena lokasinya yang sangat jauh dari Matahari maupun Bumi. Menurut astronom, mata manusia maksimal hanya bisa melihat bintang yang jaraknya 1000 tahun cahaya dan itu pun membutuhkan teleskop untuk melihatnya dengan jelas.

3. Ada sebuah lubang hitam raksasa di pusat galaksi
5 Fakta Unik Bimasakti, Galaksi Tua yang Jadi Rumah Matahari

Sama seperti hampir semua galaksi di alam semesta, Bimasakti juga memiliki sebuah lubang hitam supermasif yang tinggal di pusat galaksi. Lubang hitam ini dikenal dengan nama Sagitarius A* dan memiliki massa 4 juta kali lipat dari Matahari. Layaknya lubang hitam lain, Sagitarius A* juga sangat buas dan akan melahap apa pun yang berada terlalu dekat dengannya.

Pertanyaannya, bagaimana galaksi Bimasakti bisa tetap utuh sementara ada lubang hitam di intinya? Well, Sagitarius A* memang besar, tetapi dengan massa galaksi yang mencapai 200 miliar, kekuatan lubang hitam jelas tidak sebanding. Oh ya, kita juga tidak perlu khawatir dengan nasib Bumi.

Pasalnya Bumi berjarak 25.800 tahun cahaya atau sekitar 250 triliun kilometer dari lubang hitam tersebut. Dengan jarak sejauh itu, mustahil bagi Sagitarius A* untuk menangkap planet kita, apalagi menelannya.

4. Bimasakti merupakan galaksi kanibal
5 Fakta Unik Bimasakti, Galaksi Tua yang Jadi Rumah Matahari

Selama ini, kita mungkin berpikir jika bentuk Bimasakti selalu sama. Kenyataannya, bentuk galaksi tersebut akan selalu berubah setiap waktu. Sama seperti manusia, Bimasakti juga membutuhkan “makanan” berupa galaksi lain.

Sepanjang hidupnya, Bimasakti sudah menyantap banyak galaksi. Biasanya korbannya merupakan galaksi kecil yang mengorbit atau bergerak terlalu dekat dengannya. salah satu “korbannya” adalah  galaksi Katai Sagitarius yang disantapnya sekitar 5 sampai 6 miliar tahun yang lalu. Merekalah yang akhirnya membuat Bimasakti bukan hanya jadi lebih besar, tetapi juga berubah bentuk.

5. Galaksi Bimasakti hampir setua alam semesta
5 Fakta Unik Bimasakti, Galaksi Tua yang Jadi Rumah Matahari

Menurut para astronom, alam semesta tercipta sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, kapan galaksi Bimasakti tercipta?

Dilansir NASA, kebanyakan galaksi berusia antara 13,6 sampai 10 miliar tahun. Namun, Bimasakti lahir sekitar 13,6 miliar tahun lalu dan termasuk dalam golongan galaksi pertama yang lahir. Selang 8 miliar tahun kemudian, Matahari mulai terbentuk, begitu juga dengan Bumi dan planet lainnya di Tata Surya.

Bimasakti yang berukuran terlalu besar memang tak bisa dilihat seutuhnya oleh manusia. Namun kamu tetap bisa melihat indahnya galaksi kita, dengan mengunjungi observatorium bintang atau bisa juga melakukan pengamatan di tempat yang jauh dari polusi cahaya.

Tiap galaksi memiliki jumlah sistem bintang dan gugus bintang yang beragam, demikian juga jenis awan antarbintangnya. Di antara galaksi-galaksi ini tersebar medium antarbintang berupa gas, debu, dan sinar kosmis.

Lubang hitam supermasif terdapat di pusat sebagian besar galaksi. Diperkirakan lubang hitam supermasif inilah penyebab utama inti galaksi aktif yang ditemukan pada sebagian galaksi. Galaksi Bima Sakti diketahui memiliki setidaknya satu lubang hitam supermasif.