Deretan Peristiwa Langit yang Akan Terjadi di September 2021

Deretan Peristiwa Langit yang Akan Terjadi di September 2021

Deretan Peristiwa Langit yang Akan Terjadi di September 2021 – Sebuah Fenomena Langit adalah fenomena astronomi menarik yang melibatkan satu atau lebih benda-benda langit. Beberapa contoh peristiwa langit adalah fase siklus dari bulan , matahari dan gerhana bulan, transit dan okultasi, planet oposisi dan konjungsi, meteor shower, dan komet flybys, solstices dan ekuinoks

Kita sampai di bulan September di tahun 2021. Bulan lalu, kita sempat disuguhi dengan berbagai oposisi planet terhadap Matahari, konjungsi Bulan dengan planet dan bintang, hujan meteor, hingga Bulan Biru.

Apakah kamu ada ketinggalan fenomena langit di bulan Agustus lalu? Tidak perlu berkecil hati, karena fenomena langit di bulan September pun tidak kalah dahsyat! Siapkan teleskop dan kameramu.

1. 3 September: Bulan bertemu dengan bintang Pollux
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Melansir Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa LAPAN), pada 3 September, satelit alami kita, Bulan, akan bertemu dengan Pollux (β Geminorum), bintang paling terang di konstelasi Gemini. Pada 7 Agustus lalu, Bulan sempat berkonjungsi dengan Pollux.

Muncul dari arah Timur Laut dengan sudut pisah 4,3-4,7 derajat, fenomena konjungsi antara Bulan dan Polllux dapat disaksikan pada pukul 3 dini hari hingga 5.30 subuh waktu setempat.

Bulan terlihat dengan iluminasi 17,5-18,1 persen, sementara Pollux berada di magnitudo +1,15. Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 11.04 pagi waktu setempat.

2. 5 September: Venus berkonjungsi dengan Spica
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Kemudian, tetangga Bumi, Venus, dipastikan akan berkonjungsi dengan Spica (α Virginis), bintang utama dari konstelasi Virgo. Sementara puncak fenomena ini terjadi pada 6 September, fenomena konjungsi Venus dan Spica bisa disaksikan sehari sebelumnya.

Dimulai pada 5 Desember pukul 18.30-20.30 waktu setempat dari arah Barat dengan sudut pisah 1,6 derajat, Pussainsa LAPAN memprakirakan bahwa Venus akan terlihat dengan kecerlangan -4,05 dan Virgo berada di magnitudo +0,95.

3. 6 September: Merkurius berada di posisi aphelion terhadap Matahari
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Pada 6 September, planet yang paling dekat dengan Matahari, Merkurius, akan berada di titik terjauhnya dari sang Mentari atau “aphelion”.

Terlihat pada pukul 07.28 pagi waktu setempat, Merkurius berada di jarak 69.817.000 km dari Matahari! Menerima separuh energi dibandingkan saat berada di titik terdekat atau perihelion, lebar sudut Merkurius lebih kecil 26,6 persen saat dilihat di Bumi.

4. 7 September: Bulan berpapasan dengan Mars
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Setelah Pollux, Bulan akan berpapasan dengan tetangga Bumi, Mars. Sudah bisa disaksikan dari arah Barat pada 7 September sekitar 20 menit setelah terbenamnya Matahari, fenomena konjungsi ini mencapai puncaknya pada pukul 02.36 dini hari waktu setempat dengan sudut pisah 3,8 derajat.

Terakhir kali, Bulan tegur sapa dengan Mars pada 10 Agustus lalu. Saat di titik konjungsi, Pussainsa Lapan memprakirakan Bulan sedang berada di fase Sabit Awal dengan iluminasi 0,3 persen, sedangkan Mars ada di magnitudo +1,68. Baik Mars dan Bulan akan terpisah dengan sudut 6,61-6,66 derajat.

5. 8 September: Bulan, Mars, dan Merkurius saling bertemu
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Pada 8 September, Merkurius memutuskan untuk “nimbrung” dengan Bulan dan Mars, sehingga membentuk konjungsi tripel! Fenomena ini dapat disaksikan pada 8 September 20 menit setelah terbenamnya Matahari di arah Barat. Saat itu, Bulan masih berada di fase Sabit Awal dan memiliki iluminasi 2,5-2,6 persen.

Magnitudo Mars bervariasi di +1,68-+1,69, sementara magnitudo Merkurius tetap konstan di +0,18. Sudut pisah Bulan dan Mars berada di 8,5 derajat, sementara Bulan dan Mars di sudut pisah 10,3 derajat.

Mars akan pergi lebih dulu pada 18.30 waktu setempat, Bulan menyusul 30 menit kemudian, dan Merkurius yang paling akhir pamit dari langit pada 19.30 waktu setempat.

6. 9 September: Gantian Venus yang bertemu dengan Bulan dan Merkurius saling bertemu
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Melansir Info Astronomy, setelah bertemu Mars pada 8 September, giliran Venus yang menyambangi Merkurius dan Bulan pada 9 September. Muncul di arah Barat, fenomena ini terlihat pada pukul 18.30 malam waktu setempat.

Dengan mata telanjang, Merkurius terlihat pada magnitudo 0,13 dengan ketinggian 15 derajat dari cakrawala Barat, seperti bintang kuning kecil.

7. 9 September: Hujan meteor ε-Perseid mencapai puncaknya
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Lanjut dari bulan Agustus, hujan ε-Perseid akan turun pada 5-21 September. Nah, menurut In the Sky, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada 9 September dengan 3-5 meteor per jam. Seperti namanya, hujan meteor ini terjadi di langit rasi bintang Perseus pada ketinggian 43 derajat.

Untuk melihat hujan meteor ini, kamu harus menunggu hingga pukul 22.11 malam waktu setempat. Hujan akan dimulai dari arah Timur. Paling pas dilihat pada pukul 04.00 subuh waktu setempat, hujan meteor ini selesai hingga 05.30 pagi.

8. 10 September: Bulan berkonjungsi dengan Venus
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Setelah Merkurius pamit, Venus kembali bertemu dengan Bulan pada 10 September di konstelasi Virgo. Terakhir kali fenomena ini terjadi adalah pada 11 Agustus lalu. Pemandangan ini bisa terlihat dari 35 derajat dari arah Barat.

Menurut In the Sky, saat itu, Bulan akan berada di magnitudo -10,4 sementara Venus di magnitudo -4,1. Dapat terlihat dengan mata telanjang atau teropong, segera abadikan momen ini dalam memori karena pemandangan ini akan segera terbenam pada pukul 20.28 malam waktu setempat.

9. 14 September: Oposisi Neptunus terhadap Matahari
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

In the Sky memprediksikan bahwa planet ke-8 di tata surya, Neptunus, akan mencapai titik oposisi terhadap Matahari. Berada di konstelasi Aquarius, kamu dapat melihat Neptunus semalaman dari arah Timur mulai pukul 19.17 malam.

Pada pukul 23.50, Neptunus akan mencapai titik tertingginya di langit dan berada di arah utara dengan sudut 88 derajat. Abadikan momen ini, karena pada pukul 04.23 subuh, Neptunus sudah harus berpamitan di Barat.

10. 14 September: Elongasi timur maksimum Merkurius terhadap Matahari
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Pada 14 September, In the Sky memprakirakan planet Merkurius akan mencapai elongasi timur maksimum terhadap Matahari. Sebelumnya, Merkurius telah mengalami elongasi barat maksimum pada 5 Juli lalu.

Kali ini, Merkurius akan terlihat bersinar terang dengan magnitudo 0,1 dan ketinggian sudut 23 derajat di atas cakrawala.

11. 17 September: Konjungsi antara Bulan dan Saturnus
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Pada 17 September, giliran Saturnus yang bertemu dengan Bulan di konstelasi Capricornus. Terakhir kali, fenomena ini terlihat pada 21 Agustus. Terpisah dengan hanya 3 derajat, Bulan dapat terlihat di magnitudo -12,5, sementara Saturnus ada di magnitudo 0,2. Gunakan teleskop dengan magnifikasi 175x untuk melihat cincin Saturnus yang indah!

Pemandangan ini dapat mulai terlihat pada pukul 18.30 malam waktu setempat di arah Timur 48 derajat ke atas. Pada 20.46 malam waktu setempat, konjungsi ini akan mencapai titik tertinggi di arah Selatan di sudut 76 derajat. Akhirnya, Info Astronomy mengatakan fenomena ini terbenam pada pukul 02.30 dini hari di arah Barat.

12. 18 September: Bulan bertemu dengan Jupiter
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Setelah Saturnus pergi, Jupiter langsung bertemu dengan Bulan juga di konstelasi Capricornus. Dengan sudut pisah 3 derajat, Bulan dapat terlihat pada magnitudo -12,6, sedangkan Jupiter di magnitudo -2,8. Sebelumnya, pertemuan Bulan dengan Jupiter juga terjadi pada 22 Agustus lalu.

Info Astronomy menjadwalkan konjungsi Bulan dan Jupiter dapat terlihat pada pukul 18.30 malam waktu setempat, dari arah timur setinggi 34 derajat. Fenomena ini mencapai puncaknya di 81 derajat arah Selatan pada 21.46 malam waktu setempat. Nikmati konjungsi ini hingga pukul 03.20 subuh.

13. 23 September: Ekuinoks Matahari musim semi
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

In the Sky memprediksi ekuinoks Matahari akan terjadi pada 23 September. Fenomena ini menandai hari pertama musim gugur untuk belahan Bumi utara, dan hari pertama musim semi untuk belahan Bumi selatan.

Di hari ekuinoks Matahari ini, semua kawasan di Bumi menjalani 12 jam waktu siang dan 12 jam waktu malam, sesuai dengan namanya yang berasal dari Bahasa Latin, aequus (yang berarti “sama”) dan nox (yang berarti “malam”).

14. 25 September: Bulan dan Uranus saling bersilaturahmi
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Terakhir di bulan ini, Bulan dijadwalkan akan bertemu dengan Uranus pada 25 September di konstelasi Aries. Pada konjungsi ini, Bulan akan terlihat pada magnitudo -12,4, sedangkan Uranus pada magnitudo 5,7. Tak muat di teleskop, konjungsi Bulan dan Uranus dapat terlihat dengan teropong.

In the Sky memprediksikan fenomena ini dapat mulai terlihat pada 21.07 malam waktu setempat di ketinggian 8 derajat arah timur. Pada 02.26 dini hari waktu setempat, konjungsi Bulan dan Uranus akan mencapai titik tertinggi pada 68 derajat di arah Utara. Konjungsi ini terbenam di arah Barat Laut pada 05.28 pagi hari.

15. 27 September: Puncak hujan meteor Sextantid
15 Fenomena Langit Terbaik September 2021, Ingat Waktunya

Kelewatan hujan meteor Aurigid pada 1 September dan ε-Perseid pada 9 September? Tenang, pada 9 September sampai 9 Oktober, akan ada hujan meteor Sextantid di konstelasi Sextans!

Pada 27 September mendatang, In the Sky memprakirakan hujan meteor ini akan mencapai puncaknya. Sudah ada di intensitas puncak pada pukul 19.00 malam pada 27 September, hujan meteor ini mulai terlihat pada pukul 03.34 subuh pada 27 September waktu setempat dan berakhir sebelum fajar menyingsing.

Di puncaknya, hujan meteor Sextantid menurunkan 5 meteor per jam. Akan tetapi, di lingkungan perkotaan, kemungkinan besar hujan meteor ini hanya akan terlihat 2 meteor per jam.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) membeberkan sejumlah fenomenanya, yang dapat disaksikan mulai 1 September. Berikut rangkuman fenomena yang dapat disaksikan di langit Indonesia.

Puncak Hujan Meteor Aurigid, Fenomena puncak hujan meteor Aurigid dapat disaksikan pada 1 September 2021. Aurigid adalah hujan meteor yang titik radiannya ada di arah konstelasi Auriga, yang berdekatan dengan konstelasi Taurus.

Meteor itu terbentuk dari sisa debu komet Kiess (C/1911 N1) yang melintasi ekliptika. Hujan meteor itu sempat teramati empat kali dalam satu abad terakhir, yakni pada 1935, 1986, 1994 dan pada 2007. Hujan meteor Aurigid pertama kali diamati oleh Cuno Hoffmeister dan A Teichgraeber pada 31 Agustus 1935 malam.

LAPAN menjelaskan bahwa sebenarnya hujan meteor itu sudah aktif sejak 28 Agustus, dan akan berakhir pada 5 September mendatang. Intensitas meteor maksimum terjadi pada 1 September 2021 pukul 10.00 WIB/ 11. WITA/12.00 WIT. Sehingga dapat disaksikan sejak pukul 01.30 hingga 05.30 waktu setempat, dari arah Timur Laut hingga Utara-Timur Laut.