Deretan Negara yang Menyusul AS untuk Mendarat di Bulan

Deretan Negara yang Menyusul AS untuk Mendarat di Bulan

Deretan Negara yang Menyusul AS untuk Mendarat di Bulan – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat adalah badan independen Pemerintah Federal AS yang bertanggung jawab atas program luar angkasa sipil, serta penelitian aeronautika dan luar angkasa.

NASA didirikan pada tahun 1958, menggantikan National Advisory Committee for Aeronautics. Misi pertama untuk mengirim manusia ke bulan pertama kali dilakukan oleh Amerika Serikat melalui project Apollo (1967–1972).

Proyek pengiriman manusia ke bulan membuahkan hasil setelah Neil Amstrong, Michael Collins, dan Edwin ‘Buzz’ Aldrin berhasil mendarat di bulan pada 20 Juli 1969. Misi tersebut merupakan misi Apollo 11 dengan meluncurkan roket SaturnV dari Kennedy Space Center pada tanggal 16 Juli 1969.

1. Amerika Serikat (NASA) sebanyak 30 kali mendarat di bulan
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
2. Menyusul Amerika Serikat, Russia (Roscosmos) mendarat di bulan sebanyak 23 kali
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
3. Negeri Tirai Bambu China (CNSA) mendarat di bulan sebanyak tujuh kali
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
4. Jepang (JAXA) mendarat ke bulan sebanyak dua kali
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
5. Tidak mau kalah dengan negara Asia lainnya, India (ISRO) mendarat di bulan sebanyak satu kali
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
6. Kumpulan negara Eropa, Uni Eropa (ESA) mendarat di bulan sebanyak satu kali
6 Negara yang Pernah Mendarat di Bulan, NASA Terbanyak!
Bulan berada pada rotasi sinkron dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Bulan adalah benda langit yang paling terang  setelah Matahari.
Meskipun Bulan tampak sangat putih dan terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Sejak zaman kuno, posisinya yang menonjol di langit dan fasenya  yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi.
Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Bumi. Jarak orbit Bulan dari Bumi saat ini adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear Bulan dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun, meskipun laju ini tidak konstan.