Deretan Bintang Dengan Bentuk Paling Aneh di Antariksa

Deretan Bintang Dengan Bentuk Paling Aneh di Antariksa

Deretan Bintang Dengan Bentuk Paling Aneh di Antariksa – Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya. Perlu diperhatikan bahwa ‘bintang semu’ bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang.

Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak menghasilkan energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Sentaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.

Namun tahukah Anda bahwa bintang utama tak cuma matahari saja, namun ada banyak sekali. Para astronom telah mendeteksi banyak idn poker ios sekali bintang. Bahkan bentuknya tak sekedar bulat seperti matahari. Justru bentuk-bentuknya cukup aneh dan membuat kita bergumam, “kok bisa ada ya?”

Bintang Berbentuk Telur
5 Bintang Tidak Biasa yang Mendiami Semesta, Ada yang Berbentuk Seperti  Telur - Global Liputan6.com

Enter Vega atau Alpha Lyrae adalah bintang berbentuk telur yang terletak di 25 tahun cahaya dari Bumi.

Ini adalah salah atu bintang paling populer diteliti astronom, di mana literatur penelitian akan bintang ini juga sebanyak matahari kita sendiri.

Vega memiliki bentuk yang aneh ini karena putarannya yang super cepat. Ia berputar 93 persen dari kecepatan kritis atau rotasi kritisnya. Rotasi kritis adalah kecepatan maksimal di mana bintang akan pecah.

Saking cepatnya berputar, Vega menyelesaikan satu rotasi dalam 12,5 jam. Sebagai perbandingan, matahari kita menyelesaikan rotasi dalam 27 hari.

Matahari Kembar Siam

Unik, Astronom Menemukan Bintang Kembar Siam - Sains Box

Kira-kira satu dekade lalu, astronom menemukan sebuah bintang besar di konstelasi Camelopardalis yang terletak 13.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang besar ini diberi nama MY Camelopardalis.

Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ini adalah dua bintang yang menempel, seakan-akan kembar siam. Kedua bintang ini mengorbit satu sama lain dengan waktu orbit hampir 30 jam saja.

Bintang ini sangat besar, masing-masing 38 kali dan 32 kali ukuran matahari. Astronom memprediksi bahwa salah satunya akan menabrak satu sama lain dan akan menghasilkan bintang yang jauh lebih besar, lebih dari 60 kali ukuran matahari.

Matahari Dingin
NASA Temukan Bintang Paling Tua dan Dingin di Tata Surya - Tekno  Liputan6.com

Kita tahu kalau bintang adalah sumber cahaya yang tentu panas. Matahari saja temperaturnya kita-kita 5.500 derajat Celcius. Namun ternyata ada bintang yang temperaturnya hanya 100 derajat Celcius, di mana itu adalah titik didih air.

Ini adalah temperatur dari bintang bernama CFBDSIR 1458+10B. Ini adalah matahari kerdil di tata surya bernama CFBDSIR 1458+10B. Di tata surya ini, terdapat dua matahari yang mengorbit satu sama lain. Uniknya, terdapat planet yang justru ukurannya besar di sana.

Menurut astronom, ini adalah matahari yang keadaannya mungkin menyerupai planet, dengan awan mendung yang mengandung air.

Matahari Berlian
Indah, Hubble Tangkap Bintang seperti Berlian : Okezone techno

Astronom menemukan sebuah bintang yang akhirnya berubah menjadi planet. Hal ini ditemukan ketika astronom meriset sebuah pulsar (bintang neutron atau bintang kerdil) yang diorbit oleh sebuah planet berkecepatan orbit tinggi.

Setelah diteliti, ini ternyata bukan planet, namun sebuah bintang yang sebelumnya saling mengorbit, namun ‘bahan bakar’ salah satunya terkuras karena gravitasi besar keduanya.

Akhirnya bintang mati ini dipercaya membentuk material berupa crystalline carbon yang merupakan material serupa yang membentuk berlian.

Matahari di Dalam Matahari
Bintang Berukuran 700 Kali Lebih Besar dari Matahari Bakal Meledak, Ini  Dampaknya Bagi Bumi - Minews ID

Istilah astronomi yakni Thorne-Zytkow Object (TZO) adalah frase yang mengacu pada bintang yang ada di dalam bintang lain. Ini diberi nama dari fisikawan Kip Thorne dan juga astronom Anna Zytkow yang keduanya menyebut bahwa ada fenomena bintang semacam itu.

Jadi, sang ilmuwan menyebut bahwa TZO adalah bintang neutron yang ‘dimakan’ oleh bintang merah besar. Bintang neutron adalah inti bintang raksasa yang mati, sementara bintang merah adalah bintang tua yang hidrogennya hampir habis sehingga tak lagi panas.

Matahari dalam matahari ini akhirnya ditemukan pada 2014 lalu di posisi 199.000 tahun cahaya dari Bumi dan diberi nama HV 2112.

Matahari Kecil
Banyak Bintang Kecil di Langit, Mana yang Terkecil? - Tekno Tempo.co

Bintang atau matahari biasanya adalah sebuah benda luar angkasa yang berukuran raksasa. Ambil contoh matahari kita. Ukuran matahari 1,3 juta kali ukuran Bumi.

Namun ada juga matahari yang kecil, ialah EBLM J0555-57Ab. Bintang ini jaraknya 600 tahun cahaya, dan ukurannya hanya sebensar planet Saturnus.

Ukuran sebenar ini ternyata cukup untuk tekanan internalnya menghasilkan fusi nuklir, yang mana ini dibutuhkan untuk memproduksi panas. Jika sedikit lebih kecil saja, astronom menyebut benda ini hanya akan menjadi sebuah planet kerdil yang tidak unik.

Matahari Berekor

Lintang Kemukus dan Mitos yang Mengikutinya, Begini Penjelasan Sains  Halaman all - Kompas.com

Jika berbicara soal sesuatu yang berekor di luar angkasa, yang terpikir oleh kita tentu adalah komet. Namun sebuah bintang bernama Mira membuktikan komet bukanlah satu-satunya.

Ini adalah bintang di konstelasi Cetus yang berada di 350 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Ini adalah sistem bintang yang terdiri dari dua bintang yakni Mira A dan Mira B. A adalah bintang merah yang akan mati, sementara B adalah bintang kerdit putih yang telah mati.

Menurut astronom, Mira A mengeluarkan ekor seperti komet karena bintang ini merilis karbon dan oksigen, yang membuat ekor sepanjang 13 tahun cahaya atau 20.000 kali jarak matahari ke Pluto.

Bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan. Bintang-bintang digunakan dalam praktik-praktik keagamaan, dalam navigasi, dan bercocok tanam. Kalender Gregorian, yang digunakan hampir di semua bagian dunia, adalah kalender Matahari, mendasarkan diri pada posisi Bumi relatif terhadap bintang terdekat, Matahari.

Astronom-astronom awal seperti Tycho Brahe berhasil mengenali ‘bintang-bintang baru’ di langit (kemudian dinamakan novae) menunjukkan bahwa langit tidaklah kekal. Pada 1584 Giordano Bruno mengusulkan bahwa bintang-bintang sebenarnya adalah Matahari-matahari lain, dan mungkin saja memiliki planet-planet seperti Bumi di dalam orbitnya, ide yang telah diusulkan sebelumnya oleh filsuf-filsuf Yunani kuno seperti Democritus dan Epicurus.