Deretan Bencana Alam yang Sempat Terjadi di Tata Surya

Deretan Bencana Alam yang Sempat Terjadi di Tata Surya

Deretan Bencana Alam yang Sempat Terjadi di Tata Surya – Bencana alam (bahasa Inggris: Natural disaster), adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit.

Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Bumi tempat kita berpijak, sudah mengalami berkali-kali bencana alam besar. Sebagian memang disebabkan oleh alam, namun ada juga yang terjadi karena ulah manusia. 

Namun, pernahkah kamu tahu bahwa bencana alam gak cuma terjadi di Bumi? Sejumlah planet hingga satelit di tata surya juga sempat mengalami bencana alam, lho. Berikut deretan bencana alam yang sempat terjadi di tata surya, mari kita simak.

1. Great Red Spot di Jupiter 
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Jika memperhatikan gambar Jupiter di internet, kamu mungkin menyadari bahwa ada bulatan merah besar di planet tersebut. Nah, bulatan merah tersebut dikenal dengan Great Red Spot yang merupakan akibat dari badai besar berukuran 1,3 kali Bumi.

Great Red Spot pertama kali diamati oleh astronom Gian Domenico Cassini tahun 1665, yang kemudian berhasil ditemukan kembali oleh astronom amatir bernama Samuel Heinrich Schwabe pada tahun 1831.

Melalui JunoCam, diketahui bahwa badai raksasa ini memiliki kecepatan 430-680 km/jam. Meski kecepatannya tetap, ukurannya berkurang jauh. Pada tahun 1873, badai ini memiliki lebar 40.000 km, sedangkan pada April 2017 ukurannya menyusut hingga 16.350 km.

2. White Spot Storm di Saturnus
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Jupiter bukan satu-satunya planet yang dilanda badai raksasa. Tetangga dekat Jupiter, yakni Saturnus juga dilanda badai petir selebar 30.000 km dengan kecepatan 322 km per jam. Tidak seperti badai Jupiter yang sudah berlangsung selama berabad-abad, badai petir Saturnus adalah bencana musiman yang berlangsung setiap satu tahun sekali waktu Saturnus, atau tiga puluh tahun waktu Bumi.

Biasanya, badai ini terjadi di belahan utara, dan berlangsung selama berbulan-bulan. Hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab badai tersebut. Namun, para ahli menduga bahwa matahari menyebabkan perubahan atmosfer di Saturnus yang kemudian memicu Great White Spot atau badai petir besar yang mengerikan.

3. Badai debu raksasa di Mars
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Sama seperti Bumi dan hampir semua planet lain di tata surya, Mars juga memiliki atmosfer. Sayangnya atmosfer planet ini sangat tipis yaitu sekitar 1 persen dari atmosfer Bumi. Meski tipis, atmosfer Mars masih bisa menciptakan angin! Ketika angin berhembus, mereka mengangkat pasir planet Merah dan memicu terjadinya badai debu kecil berkecepatan 237,6 km per jam.

Selain badai debu kecil yang terjadi setiap beberapa bulan sekali, badai debu dengan skala super juga melanda planet ini setiap 3 tahun atau 5 tahun sekali waktu Bumi. Meski anginnya tidak kencang, badai debu raksasa akan menutupi seluruh planet, membuat sinar matahari sulit menembus Mars, dan menyebabkan suhu turun selama berminggu-minggu.

4. Erupsi besar-besaran di Io  
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Tidak kalah dengan planet induknya, bencana alam juga bisa terjadi di satelit alami planet. Bulan kita sendiri diketahui mengalami beberapa gempa, namun itu belum ada apa-apanya dengan yang terjadi pada satelit Jupiter, Io.

Io adalah satelit terbesar ketiga yang diketahui memiliki lebih dari 400 gunung api aktif. Gunung tersebut bisa meledak kapan saja dan membuat satelit yang satu ini bak neraka degan lava mengalir di mana-mana.

Situasi ini menyebabkan inti satelit memanas dan memicu ledakan besar dari gunung berapi yang ada di permukaan.

5. Efek rumah kaca di Venus 
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Venus kini dikenal sebagai planet terpanas di tata surya dengan suhu rata-rata 462 derajat celcius. Namun, jika kembali ke miliaran tahun yang lalu, para ahli berpendapat jika Venus dulunya memiliki penampilan seperti Bumi yakni lengkap dengan lautan cair di permukaannya. Lalu, bencana dimulai ketika matahari mulai memanas dan mengubah Venus.

Tidak seperti bintang jenis lain, bintang seperti matahari akan semakin panas saat tua. Di awal pembentukkan tata surya, matahari jauh lebih redup dan membuat Venus masuk dalam zona layak huni. Seiring berjalannya waktu, matahari semakin panas dan membuat Venus yang hanya berjarak 108 juta km terpanggang.