Deretan Bencana Alam yang Pernah Terjadi di Dalam Tata Surya

Deretan Bencana Alam yang Pernah Terjadi di Dalam Tata Surya

Deretan Bencana Alam yang Pernah Terjadi di Dalam Tata Surya – Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Bumi tempat kita berpijak, sudah mengalami berkali-kali bencana alam besar. Sebagian memang disebabkan oleh idn poker ios alam, namun ada juga yang terjadi karena ulah manusia.  Namun, pernahkah kamu tahu bahwa bencana alam gak cuma terjadi di Bumi? Sejumlah planet hingga satelit di tata surya juga sempat mengalami bencana alam, lho.

1. Great Red Spot di Jupiter
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Jika memperhatikan gambar Jupiter di internet, kamu mungkin menyadari bahwa ada bulatan merah besar di planet tersebut. Nah, bulatan merah tersebut dikenal dengan Great Red Spot yang merupakan akibat dari badai besar berukuran 1,3 kali Bumi.

Great Red Spot pertama kali diamati oleh astronom Gian Domenico Cassini tahun 1665, yang kemudian berhasil ditemukan kembali oleh astronom amatir bernama Samuel Heinrich Schwabe pada tahun 1831. Ketika melihatnya tahun 1831, badai besar ini memiliki ukuran tiga kali planet Bumi. Penasaran dengan badai yang tidak kunjung surut, NASA kemudian mengirim pesawat Juno pada tahun 2011 yang berhasil tiba pada 4 Juli 2016 lalu.

Melalui JunoCam, diketahui bahwa badai raksasa ini memiliki kecepatan 430-680 km/jam. Meski kecepatannya tetap, ukurannya berkurang jauh. Pada tahun 1873, badai ini memiliki lebar 40.000 km, sedangkan pada April 2017 ukurannya menyusut hingga 16.350 km.

2. White Spot Storm di Saturnus
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Jupiter bukan satu-satunya planet yang dilanda badai raksasa. Tetangga dekat Jupiter, yakni Saturnus juga dilanda badai petir selebar 30.000 km dengan kecepatan 322 km per jam. Tidak seperti badai Jupiter yang sudah berlangsung selama berabad-abad, badai petir Saturnus adalah bencana musiman yang berlangsung setiap satu tahun sekali waktu Saturnus, atau tiga puluh tahun waktu Bumi.

Biasanya, badai ini terjadi di belahan utara, dan berlangsung selama berbulan-bulan. Hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab badai tersebut. Namun, para ahli menduga bahwa matahari menyebabkan perubahan atmosfer di Saturnus yang kemudian memicu Great White Spot atau badai petir besar yang mengerikan.

3. Badai debu raksasa di Mars
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Sama seperti Bumi dan hampir semua planet lain di tata surya, Mars juga memiliki atmosfer. Sayangnya atmosfer planet ini sangat tipis yaitu sekitar 1 persen dari atmosfer Bumi. Meski tipis, atmosfer Mars masih bisa menciptakan angin! Ketika angin berhembus, mereka mengangkat pasir planet Merah dan memicu terjadinya badai debu kecil berkecepatan 237,6 km per jam.

Selain badai debu kecil yang terjadi setiap beberapa bulan sekali, badai debu dengan skala super juga melanda planet ini setiap 3 tahun atau 5 tahun sekali waktu Bumi. Meski anginnya tidak kencang, badai debu raksasa akan menutupi seluruh planet, membuat sinar matahari sulit menembus Mars, dan menyebabkan suhu turun selama berminggu-minggu.

4. Erupsi besar-besaran di Io
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Tidak kalah dengan planet induknya, bencana alam juga bisa terjadi di satelit alami planet. Bulan kita sendiri diketahui mengalami beberapa gempa, namun itu belum ada apa-apanya dengan yang terjadi pada satelit Jupiter, Io.

Io adalah satelit terbesar ketiga yang diketahui memiliki lebih dari 400 gunung api aktif. Gunung tersebut bisa meledak kapan saja dan membuat satelit yang satu ini bak neraka degan lava mengalir di mana-mana.

Salah satu alasan mengapa gunung di Io aktif adalah karena posisi satelit berada di antara Jupiter dan satelit alami lainnya. Gravitasi Jupiter yang besar menarik Io untuk lebih dekat dengan planet induknya. Di waktu yang serupa, satelit tetangganya juga menarik Io untuk mendekat.

Situasi ini menyebabkan inti satelit memanas dan memicu ledakan besar dari gunung berapi yang ada di permukaan.

5. Efek rumah kaca di Venus
Gak Cuma di Bumi, Tata Surya Juga Sempat Dilanda 5 Bencana Besar!

Venus kini dikenal sebagai planet terpanas di tata surya dengan suhu rata-rata 462 derajat celcius. Namun, jika kembali ke miliaran tahun yang lalu, para ahli berpendapat jika Venus dulunya memiliki penampilan seperti Bumi yakni lengkap dengan lautan cair di permukaannya. Lalu, bencana dimulai ketika matahari mulai memanas dan mengubah Venus.

Tidak seperti bintang jenis lain, bintang seperti matahari akan semakin panas saat tua. Di awal pembentukkan tata surya, matahari jauh lebih redup dan membuat Venus masuk dalam zona layak huni. Seiring berjalannya waktu, matahari semakin panas dan membuat Venus yang hanya berjarak 108 juta km terpanggang.

Sedikit demi sedikit air di permukaan menguap ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca, ditambah awan asam sulfat Venus sangat tebal membuat sinar matahari yang masuk terperangkap di atmosfer dan meningkatkan suhu di planet ini.

Tidak dipungkiri, bencana alam di Bumi sangat mematikan. Namun jika dibandingkan dengan bencana alam yang terjadi di planet tata surya lainnya, jelas Bumi jauh lebih aman.

Keempat planet terdalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars adalah planet kebumian yang terdiri atas batuan dan logam. Sementara itu, keempat planet terluar adalah planet raksasa yang jauh lebih besar dari planet kebumian. Dua planet terbesar, yaitu Jupiter dan Saturnus adalah planet raksasa gas yang sebagian bersar terdiri atas hidrogen dan helium.

Dua planet lainnya, Uranus dan Neptunus, adalah planet raksasa es yang terdiri atas senyawa dengan titik leleh lebih tinggi dari hidrogen dan helium, disebut senyawa volatil seperti air, amonia, dan metana.