Daftar Planet Tertua yang Pertama Kali Lahir di Alam Semesta

Daftar Planet Tertua yang Pertama Kali Lahir di Alam Semesta – Alam semesta adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Manusia telah tertarik dengan planet-planet dan objek ruang angkasa lainnya sejak lama sekali. Di tata surya kita sendiri, sebagian besar planet dapat terlihat dengan mata telanjang pada waktu-waktu tertentu. Teknologi yang terus berkembang memungkinkan para astronom mampu mengamati planet-planet di luar tata surya kita, yang dikenal sebagai eksoplanet.

Bukan hanya mengidentifikasi planet, para astronom juga mampu mengetahui usia planet-planet yang berhasil diamati. Saat ini, diyakini Bumi berusia 4,5 miliar tahun dan bukanlah tergolong planet yang terbentuk paling awal.

PSR B12620-26 b
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

PSR B12620-26 b adalah planet ekstrasurya tertua yang diketahui di alam semesta, yang diperkirakan telah berusia 13 miliar tahun, menurut laman NASA Hubble Space Telescope. Keberadaan PSR B12620-26 pertama kali diketahui pada tahun 1987, dan pada tahun 2003 para ilmuwan mengkonfirmasi keberadaannya sebagai sebuah planet dengan bantuan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

PSR B12620-26 b digambarkan sebagai versi panas dari Jupiter, tetapi 2,5 kali lebih besar dari Jupiter. Selain menjadi planet tertua yang pernah ditemukan, PSR B12620-26 b adalah planet sirkumbiner pertama yang pernah dikonfirmasi yang mengorbit di sekitar pulsar PSR B12620-26 serta katai putih WD B1620-26.

TRAPPIST-1
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

Saat sistem planet TRAPPIST-1 pertama kali ditemukan, para ilmuwan memperkirakan bahwa sistem planet ini baru berusia sekitar 500 juta tahun. Namun, dikutip dari laman Exoplanet Exploration Program, studi terhadap planet ini terus dilakukan hingga penelitian yang dirilis pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa sistem ini berusia antara 5,4 – 9,8 miliar tahun, yang artinya dua kali usia tata surya kita.

Sistem ini terdiri dari bintang katai merah yang sangat dingin dan tujuh planet terestrial yang beriklim sedang, tiga di antaranya berada di zona layak huni. Fakta ini membuat para ilmuwan meneliti lebih jauh tentang apakah kehidupan dapat bertahan hidup di luar tata surya kita atau tidak. Untuk saat ini, masih belum jelas apakah salah satu dari tujuh planet TRAPPIST-1 memiliki kondisi yang dapat mendukung kehidupan.

55 Cancri e
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

Para astronom pertama kali menemukan planet 55 Cancri e pada tahun 2004. Planet 55 Cancri e diyakini sebagai salah satu planet tertua dengan usia 10,2 miliar tahun. Menurut sebuah studi tahun 2016 menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa Spitzer NASA, para ilmuwan percaya bahwa 55 Cancri e memiliki aliran lava di permukaannya.

Planet ini juga memiliki sisi siang dan malam yang permanen. Pada tahun 2017, setelah analisis lebih dalam dari data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya, NASA mengungkapkan bahwa 55 Cancri e kemungkinan memiliki atmosfer yang mirip dengan Bumi, tetapi lebih tebal.

Kepler-452b
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

NASA menemukan planet Kepler-452b pada tahun 2015 dan membuat gaduh di komunitas ilmiah. Planet yang juga dijuluki NASA sebagai Coruscant, adalah planet mirip Bumi pertama di zona layak huni, yang menyebabkan Kepler-452b dijuluki Bumi 2.0 atau sepupu Bumi.

Kepler-452b memiliki diameter 60 persen lebih besar dari Bumi dan dijuluki sebagai Bumi ekstrasurya. Saat ini, masih belum diketahui apakah Kepler-452b adalah planet berbatu seperti Bumi dan memiliki lingkungan yang layak huni. Diperkirakan, Kepler-452b telah berusia 6 miliar tahun, dan penelitian lebih lanjut sedang dilakukan di planet ini untuk mengonfirmasi statusnya.

Jupiter
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

Semua planet yang ada di tata surya kita memiliki usia yang hampir sama, tetapi diyakini bahwa Jupiter adalah yang tertua. Diperkirakan planet ini terbentuk sekitar satu juta tahun setelah Matahari dan saat ini berusia sekitar 4,6 miliar tahun, menurut laman Space. Jupiter adalah planet kelima dari Matahari dan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari semua planet lain di tata surya kita.

Keberadaan Jupiter pertama kali diidentifikasi pada tahun 1610 oleh astronom terkenal Galileo Galilei. Kemudian pada tahun 1979, para ilmuwan kembali dibuat terkejut saat mengetahui bahwa Jupiter memiliki cincin, meskipun tidak sejelas Saturnus.

51 Pegasi b
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

Planet 51 Pegasi b ditemukan pertama kali pada tahun 1995 dan menjadi salah satu penemuan yang paling penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Menurut catatan Exoplanet Exploration Program, 51 Pegasi b adalah planet pertama di luar tata surya kita yang ditemukan di sekitar bintang mirip matahari. Selama dua dekade terakhir, para ilmuwan telah mempelajari 51 Pegasi b secara ekstensif dan mendapatkan banyak fakta tentang planet ini.

51 Pegasi b sangat dekat dengan mataharinya dan menyelesaikan orbitnya dalam waktu sekitar 4 hari. Selain itu, 51 Pegasi b adalah planet pertama yang disebut ‘Jupiter panas’ karena kemiripannya dengan Jupiter dan jaraknya yang dekat dengan mataharinya. Diperkirakan bahwa 51 Pegasi b adalah salah satu planet tertua di alam semesta dengan usia 6,1-8,1 miliar tahun.

Kepler-444
7 Planet Tertua di Jagat Raya, Bumi Jadi Terasa Muda

Pada tahun 2015, para astronom yang terlibat dalam misi Kepler NASA mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sistem planet baru yang muncul sekitar dua miliar tahun setelah Bima Sakti pertama kali terbentuk. Sistem lima planet, yang dinamai Kepler-444 itu diperkirakan berusia sekitar 11,2 miliar tahun.

Ini membuat Kepler-444 menjadi sistem planet ukuran terestrial tertua yang diketahui. Lima planet dalam sistem Kepler-444 memiliki ukuran yang beragam, dengan yang terkecil mirip dengan Merkurius dan yang terbesar mirip dengan Venus. Semua planet di sistem ini hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk mengorbit matahari mereka. Menurut laman Futurism, ini menjadikan semua planet ini terlalu panas untuk mendukung kehidupan apa pun.

Untuk saat ini, semua planet ini menjadi planet paling kuno yang ada di alam semesta. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya para peneliti akan menemukan planet lain yang lebih tua dari planet-planet ini mengingat studi terus dilakukan dan teknologi terus diperbarui. Alam Semesta juga dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang dan waktu, dan segala bentuk materi serta  energi.

Istilah semesta atau jagat raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmosdunia, atau alam. Semesta didefinisikan sebagai segala sesuatu yang ada, telah ada, dan akan ada. Menurut definisi dan pemahaman kita, Semesta terdiri dari tiga unsur: ruang dan waktu, yang dikenal sebagai ruang-waktu atau vakum,  materi dan berbagai bentuk energi dan momentum menempati ruang-waktu dan hukum-hukum alam yang mengatur semesta raya.

Elemen-elemen ini akan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Sebuah definisi terkait istilah Semesta, segala sesuatu yang ada pada saat satu waktu kosmologis, seperti saat ini, seperti dalam kalimat “Jagat Raya sekarang bermandikan seragam dalam radiasi gelombang mikro”