Berikut Fakta di Balik Dahsyatnya Ledakan Asteroid Chicxulub

Berikut Fakta di Balik Dahsyatnya Ledakan Asteroid Chicxulub

Berikut Fakta di Balik Dahsyatnya Ledakan Asteroid Chicxulub – Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma sementara asteroid tidak. Asteroid adalah sebuah benda luar angkasa yang ukurannya tidak lebih besar dari planet.

Dalam sistem tata surya, ada yang disebut sabuk asteroid, yaitu tempat berkumpulnya puluhan ribu asteroid di ruang antara Mars dan Jupiter. Itu hanyalah jumlah yang berada di dalam taya surya, mungkin ada lebih banyak asteroid yang melayang-layang di luar tata surya sana. Asteroid sangat populer sejak jaman pra-sejarah hingga saat ini.

Salah satu peristiwa tabrakan asteroid terbesar pernah terjadi di Bumi. Tepatnya asteroid tersebut menabrak Bumi sekitar 66 juta tahun lalu dan memusnahkan tiga perempat kehidupan Bumi, termasuk dinosaurus. Asteroid tersebut adalah Chicxulub. Jejak asteroid Chicxulub terpampang nyata di Yukatan, Meksiko.

1. Memiliki diameter 11–81 kilometer
5 Fakta Asteroid Chicxulub, 'Dalang' di Balik Kepunahan Dinosaurus

Asteroid Chicxulub memiliki diameter sekitar 11–81 kilometer. Asteroid ini menabrak bumi dengan sudut yang besarnya diperkirakan 40 atau 60 derajat. Area yang menjadi tempat tumbukan besar ini adalah Semenanjung Yukatan, Meksiko.

Ilmuwan berpendapat bahwa kekuatan ledak Chicxulub sama dengan lima miliar kali ledakan bom Hiroshima-Nagasaki. Sungguh sebuah ledakan yang luar biasa besar, bukan?

2. Menciptakan kawah seluas 200 kilometer
5 Fakta Asteroid Chicxulub, 'Dalang' di Balik Kepunahan Dinosaurus

Hasil dari tumbukan antara Chicxulub dengan Bumi adalah Kawah Chicxulub yang berada di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Kawah tersebut memiliki diameter 200 kilometer dengan kedalaman yang mencapai 20 kilometer. Pertama kali ditemukan oleh seseorang yang sedang mencari minyak bumi pada tahun 1970, yaitu Glen Penfield.

Para ilmuwan meyakini tumbukan yang terjadi di Kawah Chicxulub ini menyebabkan kepunahan dinosaurus.

3. Memicu bencana lain yang lebih dahsyat
5 Fakta Asteroid Chicxulub, 'Dalang' di Balik Kepunahan Dinosaurus

Ketika bertabrakan dengan Bumi,  Chicxulub melepaskan gas yang mengubah atmosfer dalam jumlah besar yang memicu serangkaian bencana yang lebih dahsyat seperti gempa bumi, supervulkan, megatsunami, dan hujan meteor sisa-sisa asteroid.

Ledakan Chicxulub juga merusak lapisan ozon sehingga sinar UV membawa wabah penyakit yang besar. Setelah itu, sinar matahari tertutupi oleh awan ejekta selama bertahun-tahun yang menyebabkan musim dingin abadi.

Serangkaian bencana tersebut berujung pada kepunahan dinosaurus. Hampir semua mamalia yang lebih besar dari kucing dipastikan tidak selamat dari bencana super besar ini.

4. Mengakhiri era Mesozoikum
5 Fakta Asteroid Chicxulub, 'Dalang' di Balik Kepunahan Dinosaurus

Ledakan asteroid Chicxulub menandai berakhirnya era Mesozoikum. Ledakan tersebut juga dikenal sebagai peristiwa kepunahan masa Kapur-Tersier, yaitu kepunahan massal spesies hewan dan tumbuhan berskala besar dalam rentang waktu periode geologis yang sangat singkat. Karena peristiwa itu, Bumi harus melewati waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki segala kekacauan yang terjadi di dalamnya.

5. Pertanda masuknya era Kenozoikum
5 Fakta Asteroid Chicxulub, 'Dalang' di Balik Kepunahan Dinosaurus

Waktu berjalan dan Bumi pun kian membaik seiring dengan memasuki era yang baru, yaitu Kenozoikum. Era Kenozoikum adalah era terakhir dari tiga era klasik geologi. Kehidupan baru di era Kenozoikum berlangsung sejak 66 juta tahun yang lalu setelah kepunahan massal Kapur-Tersier hingga saat ini.

Sebanyak 75 persen kehidupan yang mendominasi Bumi 160 juta tahun yang lalu telah punah. Beberapa tahun setelah peristiwa besar itu terjadi, Bumi mulai menumbuhkan kembali tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang kecil yang bersembunyi dibalik tanah mulai menjalani kehidupannya yang baru.

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet. Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter  atau berbagi orbit dengan Jupiter (Asteroid Troya Jupiter).

Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi signifikan, termasuk  asteroid dekat-Bumi. Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari komposisi karbon, logam, dan silikat.

Itulah beberapa fakta di balik ledakan asteroid Chicxulub yang melenyapkan hampir seluruh kehidupan Bumi. Bisa dibayangkaan betapa mengerikannya dampak yang terjadi. Jadi, pantas saja jika dinosaurus tidak ada yang tersisa satu pun kala itu.