Beberapa Hal-Hal Unik Seputar Objek yang Ada di Alam Semesta

Beberapa Hal-Hal Unik Seputar Objek yang Ada di Alam Semesta

Beberapa Hal-Hal Unik Seputar Objek yang Ada di Alam Semesta – Alam semesta adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan  energi dan materi yang dimilikinya. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada  kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Sebagai sebuah wadah kehidupan bintang yang nyaris tanpa batas, alam semesta menyimpan begitu banyak misteri yang belum diketahui oleh manusia. Sebagian kecilnya baru diketahui melalui teknologi Teleskop Hubble, observatorium, wahana Voyager 1 dan 2, serta riset atau studi yang dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Bagi ilmuwan dan kalangan akademisi, mempelajari alam semesta itu merupakan renjana yang tak akan ada habisnya. Mereka akan terus mencari hal-hal apa saja yang tersembunyi di sudut alam semesta. Nah, beberapa hal unik mengenai objek di alam semesta juga pernah diteliti dan hasilnya dipublikasikan guna kepentingan sains.

1. Objek tertua di alam semesta
5 Hal Paling Unik yang Bisa Dipelajari dari Alam Semesta, Apa Saja?

Ada sebuah objek berupa bintang besar yang dianggap memiliki usia sangat tua di alam semesta. Tak main-main, usianya diperkirakan mencapai 14,3 miliar tahun dengan rentang kurang lebih sekitar 800 juta tahun, seperti diungkap dalam laman Space. Tunggu dulu, bagaimana hal aneh ini bisa terjadi? Padahal, usia alam semesta itu diperkirakan 13,8 miliar tahun. Mana mungkin sebuah bintang besar ada sebelum alam semesta ini ada?

Oh, ya, objek unik tersebut dinamakan Bintang Methuselah. Kenapa dinamakan Methuselah? Ilmuwan dan kalangan akademisi mengambil nama tersebut dari nama seorang tokoh di Alkitab bernama Methuselah dan ia merupakan tokoh dengan usia terpanjang, yakni 969 tahun. Nah, khusus untuk Bintang Methuselah, setidaknya ada dua penjelasan utama dari ahli astronomi berkaitan akan hal ini.

Pertama, ada kesalahan penghitungan yang berujung pada akumulasi angka pada kalkulasi usia bintang. Sebagian ilmuwan dan ahli matematika percaya bahwa usia dari bintang tua tersebut sebetulnya masih di bawah usia alam semesta. Namun, jawaban kedua justru mengarah pada sebuah misteri yang lebih dalam. Pasalnya, pada 2014, ditemukan penghitungan akurat yang menyatakan bahwa objek yang juga dinamakan HD140283 tersebut berusia lebih dari 14 miliar tahun.

Well, sampai detik ini tidak diketahui bagaimana bintang berusia lebih dari 14 miliar tahun tersebut bisa ada. Hal ini membuktikan bahwa Bintang Methuselah telah menjadi salah satu hal paling unik di alam semesta yang membingungkan ilmuwan.

2. Partikel terkecil pembentuk alam semesta
5 Hal Paling Unik yang Bisa Dipelajari dari Alam Semesta, Apa Saja?

Atom adalah partikel terkecil yang ada di alam semesta. Secara sederhana, atom terdiri dari beberapa unsur penyusun utama, yakni elektron, proton, dan neutron. Partikel atom juga dianggap sebagai partikel terkecil yang membentuk berbagai macam objek di alam semesta. Setelah peristiwa Big Bang atau Ledakan Dahsyat, partikel-partikel yang sangat kecil tersebut bersinergi dengan berbagai macam energi dan kekuatan fundamental alam.

Namun, ternyata ada sebuah partikel yang lebih kecil lagi bernama quark. Dicatat dalam laman Live Science, partikel quark bahkan lebih kecil dari elemen penyusun atom, yakni elektron, proton, dan neutron. Jika ukuran atom saja lebih kecil dari virus, ukuran dari quark akan sangat sulit untuk dihitung karena ia dinilai ribuan kali lebih kecil ketimbang partikel atom.

Tak cukup sampai di situ, pada 2012, ilmuwan dan ahli atom menemukan sebuah partikel yang sangat kecil dan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Ya, partikel tersebut dinamakan Partikel Tuhan atau Higgs boson. Hanya dibutuhkan Higss boson sebesar kepalan tangan untuk menghancurkan planet dan bintang. Jadi, alam semesta yang sangat besar ini ternyata memang unik karena dibentuk oleh kumpulan partikel atom.

3. Objek terbesar di alam semesta
5 Hal Paling Unik yang Bisa Dipelajari dari Alam Semesta, Apa Saja?

Apakah kamu mengira bahwa Matahari merupakan bintang yang cukup besar? Faktanya, Matahari adalah bintang yang sangat kecil dan nyaris tak terlihat manakala dibandingkan dengan objek-objek besar lainnya. Dilansir Space, objek terbesar di alam semesta yang sanggup diamati oleh teknologi manusia adalah Hercules-Corona Borealis Great Wall atau HCB.

Objek superbesar tersebut dideteksi pada 2013 oleh tim peneliti dari Universitas Hongaria. Seberapa besarnya? Saking besar dan luasnya objek tersebut, cahaya membutuhkan waktu 10 miliar tahun untuk melintasi struktur objek dari ujung ke ujung. Adapun, alam semesta sendiri baru berusia 13,8 miliar tahun dan terus mengembang hingga mencapai luas sekitar 46 miliar tahun cahaya.

Akan tetapi, objek HCB bukanlah merupakan objek tunggal yang berdiri sendiri. Ia adalah gabungan dari banyak objek, partikel, dan energi yang membentuk struktur galaksi terbesar di jagat raya. Dinamakan Hercules-Corona karena objek tersebut terletak di rasi bintang Hercules dan Corona Borealis.

4. Zona terdingin di alam semesta
5 Hal Paling Unik yang Bisa Dipelajari dari Alam Semesta, Apa Saja?

Ditulis dalam laman Sci News, alam semesta punya wilayah yang sangat dingin dan bahkan dianggap sebagai zona terdingin yang pernah diamati oleh teknologi manusia. Zona tersebut terletak di Nebula Boomerang dan memiliki suhu minus 272,5 derajat celsius. Beberapa ilmuwan malah menyatakan bahwa suhu di sana bisa jauh di bawah itu.

Nebula Boomerang dianggap cukup unik karena terbentuk akibat beberapa ledakan bintang besar dan penggabungannya menciptakan kondisi yang sangat dingin. Nah, rupanya, sifat dari nebula ini mengundang beberapa pertanyaan besar bagi banyak ilmuwan. Mereka menganggap bahwa Nebula Boomerang tidak memiliki karakter yang sama dengan nebula-nebula lainnya.

5. Zona terpanas di alam semesta
5 Hal Paling Unik yang Bisa Dipelajari dari Alam Semesta, Apa Saja?

Jika Nebula Boomerang menjadi zona terdingin di alam semesta, Gugus Galaksi RXJ1347 menjadi zona terpanas di alam semesta. Dilansir Skymania, zona atau gugusan galaksi tersebut memiliki suhu mencapai 300 juta derajat celsius. Objek angkasa sebesar 5 juta tahun cahaya ini pertama kalinya terdeteksi melalui teleskop luar angkasa sinar-X Jepang bernama Suzaku pada 2002.

Pada 2013, ilmuwan menemukan fakta bahwa suhu yang sangat tinggi tersebut diakibatkan oleh tabrakan galaksi-galaksi dengan kecepatan 4 ribu km per detik. Sekadar informasi, suhu dari inti Matahari saja hanya berkisar antara 15 hingga 20 juta derajat celsius. Namun, masih belum diketahui apakah panas di wilayah tersebut bersifat permanen atau tidak.

Nah, betul, kan? Mempelajari dan menyelidiki hal-hal unik di alam semesta itu sangat menarik dan buat penasaran. Hingga kini, semua ilmuwan di bidang astronomi masih terus melakukan banyak studi, riset, dan penelitian tentang alam semesta kita. So, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat buat kamu, ya.

Model-model ilmiah awal untuk Alam semesta dikembangkan oleh para filsuf Yunani kuno dan filsuf India kuno dan bersifat geosentris, menempatkan  Bumi di pusat Alam semesta. Selama berabad-abad, pengamatan astronomi yang lebih tepat membuat Nicolaus Copernicus mengembangkan model heliosentris dengan Matahari di pusat Tata Surya.

Dalam mengembangkan  hukum gravitasi universal, Sir Isaac Newton  berdasar pada karya Copernicus serta pengamatan oleh Tycho Brahe dan hukum gerak planet Johannes Kepler.