Beberapa Fenomena Aneh yang Hanya Terjadi di Planet Venus

Beberapa Fenomena Aneh yang Hanya Terjadi di Planet Venus

Beberapa Fenomena Aneh yang Hanya Terjadi di Planet Venus – Venus adalah  planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius. Planet ini mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Venus tidak memiliki satelit alami dan dinamai dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi. Setelah Bulan, planet ini merupakan objek alami tercerah di langit malam, dengan magnitudo tampak sebesar −4,6 yang cukup cerah untuk menghasilkan bayangan.

Venus merupakan planet inferior dengan sudut elongasi yang mencapai 47,8°. Kecerahan maksimal planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, sehingga disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja. Planet Venus dikenal sebagai salah satu tetangga terdekat Bumi. Jaraknya yang dekat membuat planet ini jadi tidak asing bagi kita. Apalagi, Venus juga rajin menampakkan dirinya sebagai bintang senja.

Selain disebut sebagai bintang senja, banyak orang juga menjuluki planet ini sebagai idn poker ios kembaran Bumi. Well, dilihat dari ukurannya, keduanya memang tidak jauh berbeda. Sayangnya, terlepas dari itu, Venus sebenarnya tidak ada mirip-miripnya dengan planet kita ini. Planet tersebut sangat panas dan tidak mampu menopang kehidupan. Selain suhunya yang tidak wajar, Venus juga merupakan planet yang aneh.

1. Matahari di Venus terbit di barat dan terbenam di timur
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Semua planet, termasuk Bumi melakukan rotasi atau berputar pada sumbunya. Gara-gara inilah kita bisa merasakan siang dan malam. Rotasi Bumi berlawanan dengan putaran jarum jam dan itulah mengapa Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat.

Namun hal yang berbeda justru terjadi pada Venus. Kebalikan dari Bumi, rotasi Venus justru searah dengan jarum jam. Akibatnya, Matahari di Venus terbit dari arah barat dan tenggelam di timur.

Buat kita yang tinggal di Bumi, fenomena tersebut jelas akan mengundang kepanikan besar. Namun bagi Venus, itu merupakan sesuatu yang umum terjadi.

2. Satu hari Venus berlangsung lebih lama dari satu tahunnya
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Normalnya, waktu satu tahun jauh lebih lama dari satu hari. Hal yang berbeda justru terjadi di Venus. Satu hari di Venus setara dengan 243 hari planet Bumi, tetapi satu tahunnya hanya berlangsung 225 hari Bumi. Kok bisa?

Begini, di Bumi dan planet tetangga lainnya, rotasi berlangsung cepat. Namun karena garis edar Bumi dan planet lain jauh lebih besar, mereka membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mengelilingi Matahari. Alhasil, satu hari berlangsung lebih cepat dan satu tahun berlangsung lebih lama.

Di Venus, yang terjadi justru sebaliknya. Rotasi Venus sangat lambat, namun garis edarnya jauh lebih kecil. Akibatnya, satu hari di sana berlangsung lebih lama dibandingkan dengan satu tahunnya.

3. Atmosfer Venus berputar lebih cepat dari planetnya sendiri
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Well, Venus memang membutuhkan waktu selama 243 hari untuk berotasi. Namun siapa sangka, kalau atmosfernya hanya butuh empat hari untuk mengelilingi Venus. Perlu kamu tahu, angin Venus bergerak lebih cepat dari tornado tercepat yang ada di Bumi.

Angin di sana bisa bergerak sejauh 200 meter hanya dalam waktu satu detik. Kecepatan angin yang tidak masuk akal ini kemudian memaksa awan di atmosfer Venus untuk bergerak cepat saat mengelilingi planet dan menyebabkan fenomena yang dikenal dengan sebutan super rotasi.

4. Hujan tidak pernah sampai dipermukaan Venus
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Planet Venus hanya berjarak 108,2 juta kilometer dari Matahari, jadi tidak aneh rasanya kalau suhu permukaan planet ini mencapai 462 derajat Celcius. Namun siapa sangka, jika dengan suhu sepanas ini, Venus masih memiliki hujan. Eits, jangan senang dulu. Ini karena hujan di Venus tidak sama dengan Bumi.

Atmosfer Venus terdiri dari karbon dioksida, nitrogen, dan sulfur dioksida. Awan di planet ini juga terdiri dari asam sulfat. Alhasil, ketika ada sedikit hidrogen atau air pun, pasti akan bercampur dengan sulfur dioksida yang akhirnya turun sebagai hujan asam.

Bahkan kalau pun manusia bisa bertahan dari hujan asam, kita tidak pernah bisa merasakannya. Lagi-lagi, karena suhu Venus yang tidak manusiawi, hujan asam akan langsung menguap sebelum sampai ke permukaannya.

5. Meski dekat, Venus hanya menerima sedikit sinar matahari
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Venus adalah planet kedua dari Matahari. Secara logika, permukaan planet ini seharusnya terang benderang. Masalahnya, awan planet Venus sangat tebal. Saking tebalnya, sinar matahari pun kesulitan menembusnya. Kabar baiknya, Venus tidak sepenuhnya gelap kok!

Di siang hari, planet ini memiliki langit berwarna orang kemerahan yang mengerikan. Venus baru benar-benar gelap setelah Matahari terbenam. Gara-gara awannya yang tebal, tidak ada bintang yang bisa dilihat saat malam hari.

Selain itu, Venus juga tidak memiliki satelit apa pun yang mengitarinya. Mengingat jaraknya yang terlalu dekat dengan Matahari, satelit macam apa pun akan hancur lebur dalam waktu singkat.

6. Anehnya, planet ini jauh lebih panas dari Merkurius
Gak Ada di Bumi, 6 Fenomena Langka Ini Hanya Terjadi di Planet Venus

Venus memang planet kedua dari Matahari. Namun kalau untuk urusan suhu paling ekstrem, planet ini akan jadi juaranya. Kenyataannya, Venus beberapa puluh derajat lebih panas dari Merkurius yang “hanya” memiliki suhu sekitar 430 derajat Celcius. Lagi-lagi, panasnya Venus disebabkan oleh awannya yang tebal.

Sama seperti planet kita, sinar Matahari yang masuk akan diradiasikan kembali dalam bentuk inframerah. Yang berbeda, radiasi inframerah dari Bumi bisa keluar lagi dari atmosfer. Sementara di Venus, radiasi ini terperangkap di antara awannya yang tebal, membuat planet ini mengalami efek rumah kaca yang parah, serta lonjakan suhu hingga mencapai 462 derajat Celcius setiap harinya.

Venus adalah planet kebumian dan kadang-kadang disebut “planet saudara” Bumi karena ukuran, gravitasi, dan komposisi yang mirip (Venus merupakan planet terdekat dari Bumi dan planet yang ukurannya paling mendekati Bumi). Namun, dalam hal lain planet ini sangat berbeda dari Bumi. Planet ini memiliki atmosfer terpadat di antara empat planet kebumian yang terdiri dari 96% karbon dioksida.

Tekanan atmosfer permukaan Venus 92 kali lebih besar daripada Bumi. Dengan rata-rata suhu permukaan sebesar 735 K (462 °C; 863 °F), Venus merupakan planet terpanas di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki siklus karbon yang memerangkap karbon dalam batuan dan kenampakan permukaan, dan juga tidak memiliki kehidupan organik yang dapat menyerap karbon dalam bentuk biomassa.