Beberapa Fakta Seputar Bintang yang Punya Tata Surya Sendiri

Beberapa Fakta Seputar Bintang yang Punya Tata Surya Sendiri

Beberapa Fakta Seputar Bintang yang Punya Tata Surya Sendiri – Bintang  merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya.

Perlu diperhatikan bahwa ‘bintang semu’ bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang. Mari sedikit mengulang pelajaran Fisika di sekolah dasar dan menengah pertama.

Kita hidup di planet bernama Bumi yang berada di jajaran tata surya. Mengitari Matahari, tata surya terdiri dari 9 planet. Matahari ternyata hanyalah salah satu dari bintang-bintang di langit yang tak tak terhitung banyaknya.

1. Tidak semua bintang punya tata surya
Setiap Bintang Punya Tata Surya Sendiri? Ini Faktanya!

Pada 1992, astronom Aleksander Wolszczan dan Dale Frail menemukan dua planet di luar tata surya (eksoplanet). Sejak penemuan eksoplanet pertama tersebut hingga Desember 2021, sudah ada sekitar 4.878 eksoplanet di luar sana. Apakah tiap bintang kebagian satu atau lebih planet.

Menurut ketua Department of Astronomy di Cornell University, Jonathan Lunine, jawaban untuk pertanyaan tersebut kemungkinan besar “Tidak”. Bahkan, jawaban tersebut pun tidak pasti karena seiring bertambahnya pengetahuan dan teknologi astronomi, maka berbagai penemuan (termasuk eksoplanet) pun bisa tercatat.

“Ini masalah apakah kita bisa mendeteksi atau tidak, dan kita tak yakin. Itulah yang dicari saat kita meneliti banyak bintang untuk mencari tahu keberadaan eksoplanet. Sampai saat ini, belum ada yang ditemukan,” kata Jonathan pada Live Science.

Para ahli memprakirakan bahwa jumlah planet sama tak terhitungnya dengan bintang-bintang di langit. Namun, planet-planet tersebut tak terbagi rata. Sebagai contoh, selain Matahari, bintang katai merah TRAPPIST-1 di rasi Aquarius (sekitar 39 tahun cahaya dari Matahari) memiliki 7 planet.

2. Kenapa bisa ada dan tidak ada?
Setiap Bintang Punya Tata Surya Sendiri? Ini Faktanya!

Jadi, kenapa bisa ada bintang dikelilingi planet-planet (seperti Matahari) dan bintang yang tidak kebagian? Para ilmuwan menduga faktor yang memainkan peran adalah bagaimana bintang tersebut terbentuk.

Saat bintang terbentuk, objek langit tersebut dikelilingi oleh cincin yang terdiri dari partikel debu. Partikel-partikel tersebut kemudian bertubrukan satu sama lain membentuk gumpalan yang akan menjadi planet. Namun, tak semua planet mengalami proses ini.

Menurut Jonathan, jika sebuah bintang berotasi sangat cepat, gumpalan partikel debu tersebut bisa berkontraksi dan tidak membentuk cakram yang mengelilingi sang bintang. Misalkan terbentuk planet pun, kemungkinan planet-planet bisa bertubrukan satu sama lain dan hancur atau terlempar keluar orbit.

“Dalam kasus tersebut, jika cakram tidak terbentuk, kemungkinan besar sistem bintang yang terdiri dari dua atau tiga bintang tak memiliki planet,” imbuh Jonathan.

3. Kepler-47, sistem bintang biner dengan planet
Setiap Bintang Punya Tata Surya Sendiri? Ini Faktanya!

Jadi, apakah sistem bintang biner berarti tidak memiliki planet? Tidak juga!

“Ada beberapa sistem bintang biner yang memiliki planet,” ujar Jonathan.

Salah satunya adalah sistem bintang biner Kepler-47 di rasi Cygnus. Berada lebih dari 3.000 tahun cahaya dari Bumi, Kepler-47 memiliki tiga planet. Namun, perlu skenario tertentu agar terbentuk planet pada sistem bintang biner seperti Kepler-47. Sayangnya, pertanyaan tersebut masih belum terjawab.

4. HD 106906 b, eksoplanet yang terlempar jauh dari bintang biner
Setiap Bintang Punya Tata Surya Sendiri? Ini Faktanya!

Selain itu, Jonathan mengatakan kalau ada kemungkinan jika gumpalan debu yang mengelilingi sebuah bintang yang tengah terbentuk berotasi amat lambat, gumpalan tersebut “termakan” oleh sang bintang. Alhasil, tak ada cakram atau planet yang terbentuk.

Kemungkinan lainnya adalah planet-planet tersebut ditarik gaya gravitasi dari bintang lain ke tata surya bintang tersebut atau tertarik hingga terlalu jauh. Skenario kedua kemungkinan dapat menjelaskan keberadaan eksoplanet HD 106906 b.

HD 106906 b adalah eksoplanet yang mengelilingi bintang biner HD 106906 di rasi Crux. Planet yang berukuran 11 kali lebih besar dari Jupiter tersebut berada 738 AU dari HD 106906, atau 18 kali jarak Pluto dari Matahari!

5. Kemampuan manusia masih belum cukup untuk mendeteksi tiap eksoplanet
Setiap Bintang Punya Tata Surya Sendiri? Ini Faktanya!

Akan tetapi, Jonathan mengatakan bahwa jawaban untuk pertanyaan “Apakah setiap bintang dikelilingi planet atau tidak?” masih belum bisa dijawab secara pasti. Jawabannya terletak pada kemampuan manusia untuk mendeteksi eksoplanet.

“Kita bisa terus melihat ke sebuah bintang dan berkata, ‘Ya, tak ada planet yang mengelilinginya. Namun, kemungkinan, ada planet yang sangat kecil dan mengorbit sangat jauh dari bintang tersebut sehingga amat menipu.’ Selalu ada kemungkinan,” kata Jonathan.

Selama ini, manusia mendeteksi planet dengan metode “Transit”, saat planet atau eksoplanet terlihat melewati bintang utamanya. Namun, apakah semua bintang punya planet? Tidak juga. Banyak bintang yang kemungkinan besar berakhir tanpa punya planet atau tata surya.

Kemungkinan yang tak kalah besar, ada banyak bintang yang memang tidak dikelilingi planet,” pungkas Jonathan.

Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak menghasilkan energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Sentaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.

Bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan. Bintang-bintang digunakan dalam praktik-praktik keagamaan, dalam navigasi, dan bercocok tanam. Kalender Gregorian, yang digunakan hampir di semua bagian dunia, adalah kalender Matahari, mendasarkan diri pada posisi Bumi relatif terhadap bintang terdekat, Matahari.

Astronom-astronom awal seperti Tycho Brahe berhasil mengenali ‘bintang-bintang baru’ di langit (kemudian dinamakan novae) menunjukkan bahwa langit tidaklah kekal. Pada 1584 Giordano Bruno mengusulkan bahwa bintang-bintang sebenarnya adalah Matahari-matahari lain, dan mungkin saja memiliki planet-planet seperti Bumi di dalam orbitnya, ide yang telah diusulkan sebelumnya oleh filsuf-filsuf Yunani kuno seperti Democritus dan Epicurus.