Beberapa Fakta Menarik Tentang Seputar Observatorium Bosscha

Beberapa Fakta Menarik Tentang Seputar Observatorium Bosscha

Beberapa Fakta Menarik Tentang Seputar Observatorium Bosscha – Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan  bintang  tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht)  dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda.

Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36′ Bujur Timur dan 6° 49′ Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung.

Sebagian orang mungkin sudah akrab dengan Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Jawa Barat. Ya, tempat observasi ini sangat menarik dan mulai populer sejak film anak Petualangan Sherina diputar pada tahun 2000. Bosscha memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung  (ITB).  Saat ini Bosscha dijadikan sebagai pusat penelitian hingga pengembangan ilmu astronomi di Indonesia.

1. Nama Bosscha diambil dari nama tuan tanah kebun teh Malabar
5 Fakta Observatorium Bosscha Bandung yang Unik

Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda atau Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging (NISV). Keputusan untuk membangun Bosscha diambil pada rapat perdana  NISV. Tujuan pembangunannya untuk memajukan ilmu astronomi di lingkup Hindia Belanda.

Mengacu situs bosscha.itb.ac.id,  dana pembangunan Bosscha berasal dari sumbangan seorang tuan tanah pada perkebunan teh Malabar di Jawa Barat. Dia adalah Karel Albert Rudolf Bosscha.  Ia bersedia memberikan dana untuk pembangunan gedung observatorium tersebut. Hal itu disampaikan Karel pada rapat perdana NISV dalam menggagas pembangunan gedung observatorium.

Alhasil, sebagai bentuk penghargaan atas jasa Karel terhadap pembangunan gedung observatorium itu, maka nama akhir Karel pun disematkan sebagai nama gedung observatorium tersebut, yakni Bosscha.

2. Observatorium Bosscha ikut terdampak Perang Dunia II
5 Fakta Observatorium Bosscha Bandung yang Unik

Ternyata gedung Observatorium Bosscha menjadi salah satu yang terdampak dari kecamuk perang dunia II. Akibatnya, gedung Observatorium Bosscha mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan renovasi. Setelah renovasi, akhirnya observatorium pun kembali normal beroperasi.

3. Pembangunan Bosscha memakan waktu lima tahun
5 Fakta Observatorium Bosscha Bandung yang Unik

Pembangunan Observatorium Bosscha setidaknya memakan waktu sekitar 5 tahun. Ini dimulai  sejak 1923 hingga 1928. Mengacu bosscha.itb.ac.id, setelah terbangun, Bosscha pun menerbitkan publikasi internasional pertamanya pada 1933. Namun demikian observasi di Bosscha terpaksa berhenti ketika sedang terjadi Perang Dunia II. Alhasil kegiatan publikasi pun tertunda sejenak.

4. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari ITB
5 Fakta Observatorium Bosscha Bandung yang Unik

Setelah perang dunia berakhir, pihak Perhimpunan Astronomi Hindia- Belanda  menyerahkan Bosscha kepada  Pemerintah Republik Indonesia. Mengacu bosscha.itb.ac.id, penyerahan terjadi pada 17 Oktober 1951 atau 6 tahun setelah Indonesia merdeka.

Seiring berjalan waktu, Institut Teknologi Bandung (ITB) pun berdiri pada 1959. Alhasil Bosscha pun menjadi bagian dari  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB saat ini, fungsinya sebagai lembaga penelitian dan pendidikan astronomi di negeri ini.

5. Bosscha ditetapkan jadi objek vital nasional tahun 2008
5 Fakta Observatorium Bosscha Bandung yang Unik

Observatorium Bosscha resmi menjadi objek vital nasional pada 2008.  Dengan begitu tempat ini memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan juga negara sehingga harus diamankan selalu oleh pemerintah. Tak hanya itu Bosscha juga masuk ke dalam benda cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tempat ini bisa kamu kunjungi sebagai tujuan wisata edukasimu dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Bosscha biasanya tutup di hari minggu dan juga hari-hari besar lainnya. Bagaimana, apa kamu sudah pernah ke Bosscha?

Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Pada permulaan abad ke-20, para astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang terikat satu sama lain membentuk sistem galaksi. Keinginan untuk meneliti dan memahami struktur galaksi tersebut mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi Selatan karena sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, terutama di Eropa dan Amerika Utara.